Rumahku Di Ujung Tebing

Rumahku Di Ujung Tebing
Bab 46 Rencana Pesta


__ADS_3

"Lho mas? kamu gak ganti pakaian?" tanya Zahira di pagi itu sebab hari sudah beranjak siang tapi Pras masih mengenakan piyama.


"Enggak dek, hari ini mas mau libur," sahutnya.


Zahira hanya mengangguk pelan kemudian kembali menyiapkan sarapan, baru saja ia menuangkan air untuk Pras tiba-tiba sebuah telpon berdering.


Dengan segera Pras pergi mengangkatnya, tanpa melihatnya ia tahu itu dari Ayu. Duri itu kembali mencuat dari dalam hatinya, mendobrak keluar hingga membuat Zahira perlu berpegangan tangan untuk menahan sakitnya.


Rupanya seadil apa pun Pras sakit akan pengkhianatan itu tak mudah diterima, menatap Anisa yang sibuk memainkan sendok dalam hati ia meminta maaf sebab akan mengakhiri penderitaannya.


"Mas... udahan dulu telponannya, kita sarapan yuk!" ajak Zahira sambil merangkul Pras dari belakang.


Sontak itu membuat Pras kaget, dengan gugup ia mengiyakan.


"Siapa yang telpon sih mas pagi-pagi gini?" tanya Zahira dengan nada manja.


"Eh, i-ini teman!" sahut Pras sembari menjauhkan telponnya.


Tapi Ayu masih bisa mendengarnya dan itu telah menyakiti hatinya, menghina cintanya yang tulus.


Akhirnya karena Zahira terus menempel Pras pun menutup telpon itu, meraih tangan Zahira menuju meja makan.


"Mas, sebentar lagi hari ulang tahun kamu. Mau aku kasih kado apa?" tanya Zahira di sela-sela sarapan.


"Gak usah dek, toh ini bukan ulangtahun pertama mas kan."


"Memang sih, tapi aku pengen kasih sesuatu buat kamu. Ah! bagaimana kalau kita adain pesta mas? kita bisa kumpul sama temen-temen yang udah jarang kita temui," ucap Zahira.


"Mm, terserah kamu aja."


"Kalau begitu nanti aku siapin semuanya," ujarnya.


...----------------...

__ADS_1


Sejam sudah Sarah menunggu, akhirnya Zahira datang juga dengan wajah memerah akibat lelah berlari.


"Maaf aku terlambat," ujarnya sambil duduk tepat didepan Sarah.


"Tidak masalah, ada apa kau memanggilku?" tanyanya.


"Aku sudah memutuskan, aku akan bercerai dengan mas Pras."


"Kau yakin?" tanya Sarah memastikan.


"Aku sudah tidak tahan Sarah, memang mas Pras baik dan perhatian. Ingat saat kita memergokinya bersama wanita itu di toko perhiasan? pulang ke rumah Pras juga memberiku perhiasan itu, bahkan saat dia berlaku adil aku tetap tidak merasakan keadilan itu saat bersama ku dia malah sibuk telponan dengan wanita itu."


"Baiklah jika itu keinginan mu, lalu apa yang akan kau lakukan sekarang?" tanya Sarah lagi.


"Aku ingin mendapatkan hak ku, seluruh harta yang kami punya aku ingin setidaknya mendapat lebih banyak dari dia. Tapi untuk itu aku harus lebih dulu mendapatkan bukti kalau dia berselingkuh," jawabnya.


"Kau bisa kirimkan foto-foto yang kukirimkan."


"Maksud mu?" tanya Sarah yang entah mengapa merasa takut pada sosok Zahira yang duduk didepannya.


"Aku akan mengadakan pesta ulang tahun untuk Mas Pras, aku ingin wanita itu datang."


Semakin besar kebencian dihati Zahira semakin dingin aura yang ia sebarkan hingga membuat Sarah mulai menggigil, dengan susah payah ia menelan ludah.


Selesai dengan Sarah Zahira kembali ke rumah Dian, dimana Pras dan Anisa sudah sejak tadi menunggu mereka.


"Ko lama banget sih kamu perginya Za? kasian Anisa kan nanyain kamu dari tadi!" tanya Dian dengan nada sinis.


"Maaf mah, tadi jalanan macet," jawab Zahira acuh tak acuh.


Segera ia menghampiri Anisa dan memeluk putri kecil itu dengan penuh cinta.


"Maaf ya sayang, tadi bunda juga sempat survei tempatnya jadi agak lama."

__ADS_1


"Survei tempat apa?" tanya Dian penasaran.


"Itu mah, kami mau buat pesta ulang tahun mas Pras. Tadi sekalian aku survei tempat buat adain pestanya," jawab Zahira.


"Wah... ide bagus itu, kapan acaranya?" tanya Dian langsung sumringah.


"Dua hari lagi, sesuai tanggal kelahiran mas."


"Mamah boleh undang beberapa teman dekat mamah gak?" tanyanya.


"Tentu aja boleh, kami juga berniat mau ngundang teman-teman yang udah lama gak ketemu."


"Kalau begitu Ayu juga harus diundang!" seru Dian yang membuat Pras kaget seketika.


Begitu juga dengan Zahira yang tak menyangka Dian akan mengenal wanita itu, bahkan sampai saat ini Zahira hanya tahu nama dan alamat rumah Ayu saja.


"Siapa Ayu?" tanya Zahira menelan pilu di balik senyum yang ia paksakan.


"Teman, dia yang membantu mas membangun cabang restoran," jawab Pras mencoba bersikap normal.


"Kalau begitu kita memang harus mengundangnya, kenalkan aku padanya mas," seru Zahira.


Tak ada pilihan, Pras mengiyakan permintaan Zahira untuk menutupi buruknya.


Zahira tak menyangka ia tak perlu memutar otak untuk mengundang Ayu, rupanya takdir memang harus mempertemukan mereka. Kepada Sarah pun telah ia beritahukan tentang hal ini, mendengarnya Sarah ikut kaget bukan main.


Tapi sebagai teman ia memberi dukungan berupa nasihat yang membuat Zahira harus ingat tujuannya.


Untuk menyempurnakan rencana ini Zahira juga mengundang teman-teman terdekatnya seperti Kiki dan Fariz, tentu ia juga mengundang Sarah.


Dua hari lamanya ia sibuk menyiapkan segala keperluan untuk pesta sementara Ayu menyiapkan diri agar tampil lebih cantik dari Zahira, seperti yang sudah-sudah ia ingin semua perhatian tertuju padanya.


Setelah banyak kesabaran akhirnya ia memiliki kesempatan untuk bertemu istri sah Pras, ia ingin mengetahui lebih jauh seperti apa Zahira yang membuat Pras bahkan tak mau meninggalkannya.

__ADS_1


__ADS_2