
Sebelumnya aku mohon maaf banget cerita Dia ga dilanjut:( karna lama ga update otak aku jadi buntu😠tapi bakal secepatnya aku update ko. Semoga kalian ga bosen nunggu nunggunya ya:(
Sambil nunggu, aku kasih cerita buat kalian deh yg baru hehe. Ini tentang kisah cinta aku yg diselingi dengan beberapa imajinasiku. Semoga kalian suka ya..
Alwina Mayangsari, gadis cantik blasteran. Usianya masih 19 tahun, wanita yg cukup muda dan banyak digemari oleh kaum pria.
Saat ini dia sedang berada disalah satu hotel bintang lima bersama pria yg mungkin seumuran dengan ayahnya.
"Eungh Winakuhhh, memang aku tidak akan pernah salah memilihmu hm." Ucap pria itu sambil memukul pantat mulus gadis itu.
"Oh tentu saja dongh omm, hmm om tidak lupa dengan bayaranku kan awwhh." Katanya
"Tentu saja sayanghh." Ucap Pria itu.
Ya, mereka berdua sedang memuaskan nafsu mereka.
Wina memang wanita cantik, tetapi dia menyalahgunakan kecantikannya untuk menggoda pria kaya. Tidak peduli berapa usia nya yg dia pikir hanya uang uang dan uang.
Semua itu berawal saat dia berusia 17tahun...
(Flashback)
7 Mei 2016, waktu dimana pengumuman Ujian Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negri akan berlangsung. Banyak siswa-siswi yg ramai membicarakannya diberbagai sosial media, bahkan beberapa dari mereka membuat story dalam Instagram atau Whatsapp nya yg berisi tentang harapan mereka dapat lolos dalam seleksi tersebut tak terkecuali Wina.
Saat ini dia sedang dikamarnya sambil terus memperhatikan Link yg ada di hp nya, tak henti hentinya dia membuka dan menutup hp nya.
Hingga waktupun menunjukan pukul 12.15pm, barulah link tersebut dapat diakses.
Begitu Wina membukanya, raut wajahnya berubah menjadi sedih, harapnya pun gugur bersama dengan datangnya kesedihan itu.
Ya, dia tidak lulus seleksi tersebut dan membuatnya sangat kecewa. Pasalnya ia adalah juara umum dalam sekolahnya dan dia memang sengaja tidak mengikuti jalur undangan yg telah disediakan oleh pihak sekolahnya.
"Tuhan, bagaimana aku memberitahu kedua orangtuaku? Bagaimana jika mereka kecewa." Gumamnya dalam hati.
Karna terlalu larut dalam kesedihannya, ia pun tak sadar bahwa waktu telah menunjukan pukul 03.00pm. Waktu dimana Ayah dan Ibu nya akan pulang dari pekerjaannya.
Benar saja, tak berapa lama terdengarlah suara mobil yg memasuki halaman rumahnya.
"Gawat! Ayah sama Ibu udah pulang, gimana nih God." Gumamnya dalam hati sambil turun dari ranjangnya dan membuka pintu untuk kedua orangtuanya tersebut.
"Sore Ayah, sore Ibu." Ucap Wina sambil mencium kedua tangan orangtuanya dan mengambil tas yg daritadi Ayahnya pegang itu.
"Ya, sore juga." Jawab ibu nya, Ayahnya hanya berdeham sebagai jawaban.
"Bagaimana?" Tanya Ayahnya langsung
"Apa yg bagaimana yah?" Tanya Wina pura-pura bingung, sebenarnya dia tau apa yg dimaksud oleh Ayahnya itu.
__ADS_1
"Ya hasil seleksimu lah, apalagi?!" Jawab Ayahnya sambil membuka jasnya dan satu kancing bajunya lalu duduk disofa.
"Eum, gini yah. Tapi Ayah sama Ibu jangan marah ya kalo Wina kasih tau yg sebenarnya." Katanya dengan takut.
"Baiklah." Jawab Ayahnya singkat
"Eum, Ayah, Ibu, sebelumnya Wina minta maaf yg sebesar besarnya. Hasil seleksi Wina mengecewakan, Wina gagal dalam seleksinya." Jelasnya penuh ketakutan
"..."
"Tapi Wina udah berusaha sebisa Wina. Semua udah Wina lakuin. Belajar, les, baca buku juga udah Wina lakuin."
PLAKKKK...
Ayahnya tidak menjawab, hanya sebuah tamparan yg dia berikan pada putrinya itu lalu dia pergi ke kamarnya.
"Dasar anak gatau diri. Udah dirawat dari kecil tetap aja gaada balas budinya, masa tes seleksi segampang itu kamu gabisa?! Kapan kamu bisa kaya Kakakmu?!" Ucap ibunya sambil meludah lalu pergi kekamar menemani suaminya yg lebih dulu ke atas.
Wina hanya menangis, tamparan yg Ayahnya berikan ditambah dengan ucapan yg Ibunya lontarkan membuat dia begitu sedih.
"Ibu, Ayah, kan Wina ga minta dilahirkan sama Ibu dan Ayah. Kenapa malah Wina yg disalahkan?" Gumamnya dalam hati sambil terus menangis.
*Esoknya*
Ayah dan Ibu nya sedang berada diruang makan, Wina pun menghampirnya dan duduk tepat dihadapan ibunya.
"Ayah sudah menghubungi om Justin dan mengurus semuanya. Kamu ikut les lagi dan tinggal di Bandung, gampang saja, tugasmu belajar dan belajar sambil nunggu tahun depan seleksi lagi." Jelas Ayahnya tanpa melihat Wina
"Heh anak gatau diri, masih mending ya kamu dikasih kesempatan buat ikut seleksi tahun depan. Gausah banyak omong, tinggal ikutin aja. Gausah ujian mandiri segala, merepotkan saja." Sambung Ibunya
"Baiklah." Jawabnya
"Siapkan barang-barangmu, besok kau pergi ke bandung dan senin sudah mulai les. Pak Wirno yg akan mengantarmu ke Bandung. Baik-baik disana, uang akan Ayah transfer." Ucap Ayahnya sambil berdiri dan mengambil tasnya, rupanya ia ingin berangkat kerja.
"Baiklah." Jawabnya sambil mengikuti Ayah dan Ibu nya dari belakang.
Setelah Ayah dan Ibunya berangkat, Wina kembali ke kamarnya. Ia melampiaskan rasa kesal sekaligus sedih didalam ruangan itu.
"Win jangan nangis, udah semangat. Sekarang mending beres-beres." Gumamnya menyemangati dirinya sendiri
Drrrrttt... drrrtttt...
Ada notifikasi tanda pesan masuk, Wina pun meraih ponselnya
Winnaa, ketemu di golden cafe yuk! bt nih gua -Lya
"Daripada aku bt mending aku keluar deh." Gumamnya
__ADS_1
Ok -Wina
Golden Cafe
Sekitar 20 menit perjalanan akhirnya Wina pun sampai pada tempat tujuannya, ia pun menggerakan kepalanya ke kanan dan ke kiri tanda ia mencari keberadaan Lya.
Begitu apa yg dia cari terlihat, ia pun menghampiri orang tersebut yg tak lain adalah Lya
"Udah nunggu lama lu?" Tanya Wina sambil menarik kursi yg berhadapan dengan Lya dan dia pun duduk dikursi itu.
"Kagak, baru 5 menitan keknya." Jawab Lya
Mereka berdua pun memanggil waiters yg ada dicafe tersebut dan memesan makanan juga minuman.
"Nape lu? Kusut amat dah." Tanya Lya yg daritadi memperhatikan raut wajah Wina.
"Biasalah Ly, Ayah Ibu gua kecewa sama hasil seleksi gua." Jawabnya
"Lah emang kenapa sama hasil lu?" Tanya Lya lagi
"Kagak lulus gua, trus pas gua kasih tau ke mereka eh mereka malah nyuruh gua pindah ke Bandung buat les, dan gua disuruh tinggal sama om Justin. Padahal gua pengen banget ikut ujian mandiri tapi yaaaaah Ibu gua bilang ga perlu ikutan, bikin repot. Akhirnya gua ngalah dan ngeiyain deh."
"Hah sumpah lu kagak lulus? Bercandaan kali lu. Ga lucu kan bangs*t candaan lu." Ucap Lya yg tak percaya dengan ucapan Wina.
"Lah siapa yg ngelucu buset dah, gua serius ko. Besok gua otw bandung dianterin supir gua, senin mulai deh lesnya." Jelas Wina
"Anjir, kan elu juara umum yak. Masih kagak percaya gua." Sanggah Lya
"..."
" Berarti kita pisah dong ya, ih anjir sedih gua." Sambungnya lagi
"Lebay amat dah lu Ly, gua juga masih pulang ke Jakarta juga kali. Toh masih Indonesia ko, kecuali kalo gua ke Belanda noh nyamperin Oma gua." Jelas Wina sambil mentoyor Lya
Mereka pun bercengkrama bersama hingga sore hari.
"Eh anjir ga kerasa udah jam 4 lagi, duh ortu gua udah balik nih. Gua pamit dulu ye." Ucap Wina sambil pamit pulang pada Lya.
Buat kalian readers setiakuuuuu, makasih banyak yak sudah membacanya. Maaf juga ceritanya agak 18++ hehe, tapi itu nanti teterusan ko (ehhhh) hahaha..
Tetap setia padaku ya kaliaannnn, Luv U♡
Oh tambahan, aku ga maksa buat Like sama Com.ent nya. Tapi aku berharap dengan lapang volly/? eh lapang dada kalian give me like and comment...
~JINTALAKS..
Jangan patahkan semangatku untuk terus berjuang, dukunglah aku hingga aku menjadi sukses.
__ADS_1
Jangan remehkan diriku hanya satu kelemahanku, bantulah aku menjadi seorang pemimpin kelak.
~Rusak2019, 09 November 5:48pm.