
sebelumnya aku mau minta maaf buat para readersku yg nunggu "Rusak" update tapi aku belum bisa:( abisnya pikiranku lagi banyak banget bebannya:)
disini aku mau curhat santai aja karena cuma readersku aja yg cuma bisa aku percaya dan berharap kalian suka sama ceritaku trus menjadikannya pelajaran.
i know ini termasuk "stupid" begitu kalian membacanya hingga habis nanti. Okay tanpa banyak bicara, langsung aja ke ceritanya.
sebut saja Jason, salah satu pria yg ku kenal melalu aplikasi Instagram. Loh ko bisa? Entah aku pun tak tau.
Berawal dari dia yg memfollow akun ig ku dan mengirim DM for follback his account, ya memang aku follback. Kalian tau lah kalau kerjaan cewe itu sukanya stalk stalk apalagi yg baru ngefollow kita.
Dan yaa, aku stalk dia. Ada satu foto yg menarik perhatianku, foto dia pas lagi mirror selfie gitu di toilet. Ko bisa? Karena toilet itu adalah toilet kampus, yg artinya aku sama dia satu kampus dong.
Daripada penasaran akhirnya aku balas lah DM dia dengan pertanyaan "Kamu dari kampus XXX? Angkatan tahun berapa kalau boleh tau?" Kalian tauuu? Betul, dia satu kampus tapi beda jurusan. Jawaban dia "Ya benar, aku angkatan tahun 201x jurusan XXX" Jujur disitu aku kaget banget, kenapa? Karena dia kakak tingkatku, herannya aku gapernah liat dia dan gapernah sadar akan kehadiran dia. Jahat? Ya memang, tapi itu kenyataannya.
Lucunya, kita chattingan dari pagi hingga malam lalu lanjut ke pagi dan begitu terus diulang - ulang hingga akhirnya dia meminta nomor Whatsapp ku. Awalnya aku ragu, ya kalian tau sendiri lah bagaimana risihnya jika nomor tersebar apalagi kalo ga kita kenal. Ya walau ujungnya tetap aku kasih sih hehe.
Singkat cerita, setelah aku kasih nomor Whatsapp ku ke dia, kita semakin intens chattingannya. Tapi emang dasar aku nya yg bosenan dan "katanya" judes + jutek akhirnya aku cuma balas chat dia seadanya, 3 hari sekali atau seminggu sekali bahkan sampai lupa kalau aku pernah chattingan sama dia.
Walau gitu, dia ga menyerah untuk menghubungi aku. Dia tetap gigih dan memperjuangkan aku. awalnya ku pikir dia lebay dan terlalu terburu - buru, tapi lama kelamaan hatiku mulai luluh setelah melihat bagaimana dia terus berjuang dan berusaha.
__ADS_1
2 bulan pendekatan lamanya, akhirnya dia menyatakan perasaannya. Lucu memang, belum pernah bertemu namun "katanya" sayang padaku dan ga rela jika aku jadi milik orang lain. 3x dia menyatakan perasaannya, 2x ku tolak dan yg ke 3 kalinya akhirnya aku menerima dia.
Lucu memang, hanya sebatas ketikan dilayar Handphone, telfonan serta video call dapat membuat perasaan seperti jungkir balik. Awalnya rasaku biasa aja terhadap dirinya, memang sayang tapi ya masih dibatas wajar.
Lancar? Wah tentu tidak! diusia hubungan yg masih seumur jagung yaitu 3 minggu pacaran, aku menemukan fakta bahwa dia genit dengan wanita lain. Aku maafkan, karena berpikir namanya manusia pasti punya sisi khilaf.
Bulan kedua pacaran, terbongkar satu rahasia dan kita bertengkar hebat ditambah aku menemukan bukti yg sangat kuat akan dirinya. Masih aku maafkan dan aku kembali seperti tidak terjadi apa apa.
Bulan ketiga pacaran, aku pindah kosan dan dikosan itu ada teman kelasnya dia. Cewe seorang dan dua orang lelaki, kalian tau? Mereka bilang bahwa aku tidak cocok dan tidak pantas untuk lelakiku, mereka bilang aku terlalu rendah untuk cowokku yg pintar.
Memang bukan salah pacarku tapi aku tidak terima dengan kata - kata dari temannya itu, aku kasih tau ke dia dan aku meminta hubungan ini berakhir. Tapi dia meyakinkanku dan tidak untuk mendengar perkataan orang lain.
Bukan aku yg suruh dia untuk menjauh dari temannya itu tetapi dia lah yg mau menjauh dari teman temannya.
Aku meminta penjelasannya dan ingin dia meminta maaf akan kesalahannya namun dia malah mendiamkanku dan lari ketika masalah ini dibahas, kenapa begitu? Aku pun tidak tau.
Kenapa ga putus? Udah aku minta tapi dia tidak mau dan tetap mempertahankan hubungan ini.
Jujur, direlung hatiku yg paling dalam ada pergumulan. Aku yg berpura - pura ikhlas namun sadar masih sangat menginginkannya. Aku yg berpura - pura kuat namun sadar lemah jika tanpanya.
__ADS_1
Lucu memang, dari pertemuan secara virtual namun dengan rasa yang real serta sakit yg mendalam.
Untukmu orang yg sedang ku ceritakan saat ini, semangat magangnya! Cita - citamu menunggumu dimasa depan, ketika nanti kita memang tak ditakdirkan bersama aku harap temu kita tidak akan pernah menjadi sesal.
Untukmu, pria yg selalu ku bawa dalam tangisku sampai saat ini. Ku harap kau selalu sehat agar kau dapat melihat aku yg bahagia kelak dengan atau tanpa adanya kamu.
Untukmu, pria itu. Terima kasih telah menjadi sebuah kenangan kecil yg sangat berarti walau singkat.
Untukmu, pria yg selalu ku bawa dalam setiap doaku. Kejarlah bahagiamu.
Pesanku kepadamu, jangan kau keluarkan kata - kata yg dapat melukai perasaan pasanganmu, jangan kau menyia - nyiakan orang yg menyayangimu, jangan kau diam ketika memiliki masalah dan aku harap kau hargai pasanganmu kelak.
Dariku, wanita yg pernah mencintaimu dan hari ini masih mencintaimu.
Jangan goreskan luka lain lagi ya, see you.
Rusak2020, October 26.
01.58 AM.
__ADS_1
Bandung
......-JINTA LAKS- ......