
"Baiklah. Tim E3, lindungi Doberman!" sahut Ace.
Duar, duar.. seseorang menembak pasukan Reunion dari atas gedung. Semua berjalan sesuai dengan rencana yang dibuat oleh Ace. Saat dia memberi perintah untuk melindungi Doberman, itu adalah tanda bahwa penyergapan harus segera dilakukan. Ace harus bisa lebih menekan jumlah pasukan Reunion agar tidak memberatkan prajurit Rhodes Island.
Mengagumkan, beberapa dari pasukan Reunion ternyata adalah prajurit Rhodes Island yang menyamar. Pasukan Reunion tak memiliki kesempatan untuk melawan. Mereka sulit membedakan mana lawan dan mana yang kawan.
Mereka (prajurit Reunion) yang selamat mungkin masih dapat berharap untuk terus betahan hidup selagi salah seorang dari mereka memanggil bala bantuan. Sayangnya, hal itu takkan pernah terjadi. Sebagian besar pasukan itu telah dibantai dari dalam, dan sisanya hanya tinggal menunggu waktu. Yang jelas, saat itu para Reunion sangat sulit untuk saling mempercayai satu sama lain.
Tentu, penyergapan ini telah mengejutkan seluruh pasukan Reunion. Mereka tak menyangka bahwa mereka akan diserang dari kedua sisi. Memang tidak seberapa, tapi jika tidak menghindar, ini bisa berakibat fatal. Kemudian.. mereka, para prajurit Reunion akan mengingat kejadian ini sebagai sebuah pembantaian massal yang.. tak sepadan dengan apa yang telah mereka (Reunion) lakukan kepada semua warga Chernobog.
"Penyergapan..?!" salah seorang prajurit Reunion tampak sangat terkejut.
"Tim E3 telah menyamar selama ini..?? Aku mengerti. Mereka sengaja menunggu kita untuk mengepung musuh." ujar Doberman.
"Saat komunikasi terganggu, tim kami harus beroperasi di sekitar titik kumpul. Dengan begitu, jika terjadi sesuatu kepadaku atau para pengintai.. operasi lebih besar masih dapat dilakukan. Ini adalah keputusanku." jelas Ace.
"Dengan kata lain.. Ace, kamu meninggalkan timmu di titik kumpul dan datang ke sini sendirian..??" tanya Doberman.
"Tidak salah lagi. Lagi pula, memusnahkan ancaman di sekitar titik kumpul merupakan tujuan utama. Satu hal yang pasti, memprioritaskan untuk memeriksa keadaanmu memiliki risiko yang sangat besar. Hal itu hanya akan membahayakan seluruh tim. Alasan tim dibentuk adalah untuk meningkatkan efektifitas taktik, bukan sebaliknya."
"Huh.. mari kita lanjutkan diskusinya setelah kita membereskan Reunion!"
"Amiya, sekarang giliranmu." ucap Ace.
"Baik! Aku akan melindungimu dengan sihirku." balas Amiya.
"Bagus. Dokter, tolong beri perintah kepada Rhodes Island. Mari kita tunjukan pada mereka bahwa mereka telah berurusan dengan orang yang salah." sambung Ace.
__ADS_1
Prajurit Rhodes Island mulai menyerang pasukan Reunion secara membabi buta. Satu per satu prajurit Reunion bertumbangan di tangan Rhodes Island. Tak ada ampun, hanya ada kematian. Reunion sudah tak sanggup lagi melawan Rhodes Island. Mereka sangat kuat, belum ditambah dengan pasukan bantuan yang berada di atas gedung. Tak dapat menyerang, Reunion hanya mampu bertahan selagi menunggu bala bantuan datang.
Lama menunggu, akhirnya bala bantuan datang. Reunion menggunakan anjing jenis Herder sebagai pasukan tambahan. Walau hanya anjing, namun anjing-anjing itu sangat merepotkan. Anjing liar itu seperti sudah sangat terlatih. Mereka tahu apa yang harus dilakukan untuk melumpuhkan musuh yang lebih besar dari mereka. Jika mereka kalah besar, namun setidaknya mereka menang jumlah. Sebagai contoh, anjing herder itu membentuk sebuah koloni untuk menumbangkan seorang defender. Hanya ada tiga kata, ini sangat efektif.
"Ugh.. para bajingan itu! Aku tak percaya mereka.." belum selesai Doberman berkata, tiba-tiba seorang penjaga menyela ucapannya.
"Semua hewan itu.. apa yang telah Reunion lakukan?!" tanya penjaga itu.
"Reunion memperbudak semua hewan yang terinfeksi untuk digunakan sebagai pasukan." jawab Amiya.
"Tidak, tidak semudah itu. Aku bisa merasakannya. Mereka.. mereka tidak lagi buas. Mereka sama seperti kita." bantah Doberman.
"....." mendengar ini, penjaga itu pun terdiam.
"Bos, apa yang harus kita lakukan?" tanya penjaga itu.
Memang merepotkan, namun setidaknya Rhodes Island berhasil memenangkan pertempuran ini. Sungguh kejam karena Reunion menggunakan hewan tak berdosa sebagai pasukan mereka untuk mengerjakan hal-hal keji. Ini tidak sesuai dengan "Anjing adalah sahabat manusia."
Reunion.. telah merubah ketentuan yang ada. Entah sampai kapan, yang jelas mulai hari ini.. sebagian hewan-hewan itu akan dianggap sebagai musuh dan harus dimusnahkan.
"Doberman, pertarungan telah selesai." ucap Ace.
"Tidak. Kita masih harus menghadapi pasukan Reunion. Bahaya.. sudah mebayangi. Setiap saat bisa datang. Bahkan Chernobog akan hancur menjadi puing-puing bangunan jika terkena gelombangnya." balas Doberman.
"Apakah.. Reunion mengambil kesempatan untuk menabur lebih banyak kekacauan?" tanya Amiya.
"....." Doberman terdiam.
__ADS_1
"Doberman, kita tidak punya banyak waktu. Kita mungkin bisa mengatasi Reunion atau tetap bersembunyi dari Ursus, tetapi kita tidak berdaya dalam menghadapi bencana." ucap Ace.
"....." Doberman masih terdiam, "Cukup! Ayo kita pergi! Tidak peduli seberapa teraturnya rencana Reunion, yang paling penting untuk kita.."
"...Adalah keselamatan semuanya." sambung Amiya.
"Benar."
"Pemimpin Reunion akan melihat kejadian ini sebagai tanda, atau bahkan sebagai sarana. Tapi untukku, tidak terlihat bahwa kita akan dalam bahaya yang jauh lebih besar mulai dari sekarang." jelas Amiya.
"Memilih waktu seperti ini untuk membuat kekacauan.. Reunion itu gila atau memang jahat?" tanya Ace.
"Hm.. mungkin keduanya." jawab Doberman.
"Aku harus tahu apa motif Reunion hingga mereka berani bertindak sampai sejauh ini. Mereka pasti sudah memperhitungkan semuanya dengan rapih. Dengan semua kekacauan ini, berapa banyak yang akan menjadi korban? Bukan militer Ursus maupun warga Chernobog, namun dari pihak mereka itu sendiri. Jika sudah begini, mereka pasti sudah melalui pilihan yang sulit. Aku hanya ingin tahu jawabannya dan berharap bahwa dengan mengetahui motif Reunion.. akan menjadi sebuah informasi yang sangat berharga." jelas Ace.
"Kalian, para intel memang ditugaskan untuk mengumpulkan informasi sebanyak mungkin. Namun, untuk saat ini saja, apakah kau tak bisa menyampingkan hal itu? Masih ada urusan lain yang harus diselesaikan." ucap Doberman.
"Hm.. yang aku tahu kami hanya ditugaskan untuk mengumpulkan informasi dan membantu pasukan inti menyelamatkan dokter." balas Ace.
"Nona Doberman, kapan kita pergi? Jika terus berada di sini, kita akan dalam bahaya besar." tanya Amiya.
"Sekarang juga! Suara pertempuran tadi tentu akan menarik perhatian musuh. Walau kita sudah menggagalkan usaha Reunion untuk memanggil bala bantuan, namun tak ada yang menjamin bahwa bala bantuan tidak akan datang. Kita harus pergi, sehingga membuat Reunion berpikir bahwa serangan ini adalah serangan yang dilakukan oleh militer Ursus." jawab Doberman.
"Tindakan yang tepat untuk tidak menyisahkan satu pun prajurit Reunion. Dengan ini, informasi tidak akan bocor. Tidak akan ada yang menyadari bahwa pasukan itu telah dihabisi." sambung Ace.
"Mengobrol seperti ini hanya membuang-buang waktu. Ayo kita pergi, sekarang!" sahut Doberman.
__ADS_1
Bersambung.