
"Masuk." ucap Chen.
Mereka lalu masuk ke dalam ruang perundingan. Bau tembakau yang berasal dari rokok seorang petinggi Lungmen begitu tercium saat mereka masuk ke dalam ruangan itu. Tidak ada banyak orang di sana, hanya Dokter Kal'tsit, Chen, dan pemimpin mereka, Wei Yenwu.
"...Dokter Kal'tsit?" ucap Amiya.
"Amiya.." balas Dokter Kal'tsit. Namun ucapannya berhenti begitu melihat Dokter Leon datang bersama Amiya, "...Leon. Kau datang."
"....." dokter terdiam.
"Ahem!" melihat mereka saling menyibukkan diri sendiri, Chen mengingatkan bahwa sekarang bukan waktunya untuk reunian, "Ketua Wei, dua wakil lainnya dari Rhodes Island sudah tiba."
"Ah, bagus sekali. Silakan duduk, Nona Kal'tsit sedang menjelaskan situasinya kepadaku." ucap Wei Yenwu dengan ramah.
"Izinkan saya untuk melanjutkannya, Tuan Wei. Saya yakin bahwa Anda sudah memahami situasinya dengan baik. Saat ini, jaringan informasi Lungmen menangkap banyak informasi mengenai gerakan Reunion. Keputusan yang baik adalah Anda menyadari pentingnya hal ini. Tapi ini saja tidak cukup. Lungmen masih kekurangan banyak informasi." jelas Kal'tsit.
"....." Chen terdiam. Dia menyimak obrolan mereka dengan seksama.
__ADS_1
"Saya yakin L.G.D sangat paham bahwa karantina sederhana ini tidak cukup untuk menahan Reunion. Reunion tidak akan patuh melakukan inspeksi, maupun menunggu pihak berwenang untuk mengambil inisiatif. Itulah mengapa.. tanpa bantuan Rhodes Island, Lungmen akan mengalami kerugian besar melawan Reunion jika Anda memutuskan untuk menggunakan strategi sama yang Anda gunakan kepada para penginfeksi."
"Maaf memotong." ucap Chen, "L.G.D paham bahwa pertahanan Lungmen jauh lebih baik daripada Rhodes Island. Kami telah membuat persiapan untuk menghadapi Reunion. Kami, bagaimanapun, tidak berkewajiban untuk memberikan Anda informasi rahasia mengenai operasi kami."
"...Nona Kal'tsit, silakan dilanjutkan." ucap Wei Yenwu.
"Meskipun benar bahwa Lungmen telah berhasil menangani para terinfeksi yang tidak bersenjata sejauh ini, namun Anda belum pernah berurusan dengan skala kerusuhan terorganisir sebesar ini. Ini dapat menyebabkan kerugian yang tidak perlu. Dari pengalaman kami, hanya para terinfeksi yang mampu melawan para terinfeksi."
"Setahu saya, Rhodes Island memiliki keahlian khusus dalam melawan Reunion." sambung Wei Yenwu setelah menghirup rokoknya.
"Kami memikili pengalaman, tapi kami tidak menyebutnya keahlian." balas Kal'tsit.
"Tidak peduli dari mana Anda mendengar hal itu. Pada tahap ini, informasi tidak dapat ditukar. Itu hanyalah bagian dari resume kami, suatu kualifikasi yang memungkinkan kami untuk berbicara dengan Anda, Tuan Wei."
"Lungmenlah yang akan memutuskan apakah kita akan bertukar informasi atau tidak. Jika Rhodes Island bahkan tidak dapat memberi kami informasi.. dalam hal ini, kami tidak memiliki dasar untuk mempercayai kemampuan Anda." ujar Wei Yenwu.
"Tuan Wei, maafkan jika kata-kata saya tidak jelas. Yang harus saya tekankan adalah.. satu-satunya alasan Rhodes Island dapat memiliki informasi ini.. adalah karena kami cukup kuat untuk mendapatkannya."
__ADS_1
"Apa pun masalahnya, Lungmen tidak bisa langsung begitu saja mempercayai kelompok terinfeksi lain." sangkal Chen.
"Nona Chen, jika Anda meyakini bahwa memberikan hukuman kepada para terinfeksi jauh lebih penting dibandingkan menjaga keamanan Lungmen, maka saya akan menyerahkan diri sesuai dengan hukum yang belaku. Kemudian saya akan menghela nafas sambil menyaksikan Reunion membakar kota Anda. Kali ini, Lungmen tidak punya pilihan."
"Niat baik Anda tidak akan hilang meskipun Anda mengancam kami!" ucap Chen setelah memukul meja dengan keras. Chen merasa bahwa Rhodes Island sedang mengancamnya, "Namun, kami juga bukan lembaga amal yang siap menampung pelobu yang tidak berguna. Ketua Wei, menurutku tidak pantas bagi orang luar ini untuk terlibat ke dalam masalah rahasia Lungmen." ujar Chen.
Negosiasi ini semakin memanas dan hampir mencapai klimaknya setelah Chen memutuskan untuk ikut bergabung dalam mengambil keputusan. Chen tidak pernah memberikan argumen yang membangun. Justru sejak awal dia hanya menyangkal dan terus menyangkal ucapan Dokter Kal'tsit, meskipun argumen Dokter Kal sesuai dengan logika, fakta, dan tindakan yang harus diambil saat itu juga.
Semua argumen Dokter Kal begitu meyakinkan, namun tidak setelah Chen berbicara. Dia tidak membantu menyelesaikan masalah ini. Chen bersikap seolah-olah Lungmen adalah organisasi yang paling baik dan tak bisa ditandingi oleh organisasi manapun, apalagi menghadapi Reunion. Mengingat dia adalah tuan rumahnya, dan Dokter Kal hanyalah seorang tamu, dia tak bisa berbuat banyak selain terus berusaha untuk meyakinkannya.
"Tenang, Nyona Chen. Mereka masih tamu kita. Tamuku.."
"Baiklah. Tapi jika mereka melanggar hukum kita, saya tidak akan mentolerir mereka, Tuan."
"Ah, maafkan saya. Saya baru ingat. Itu benar. Hm.. hanya ada satu hal yang saya pedulikan.. kemampuanmu. Sepemahaman saya, Rhodes Island juga membantu menekat para terinfeksi terdekat? Nyonya Chen, berdasarkan informasi terbaikmu, bagaimana kau menilai kemampuan tempur Rhodes Island?" ucap Wei Yenwu.
"Izinkan saya menjelaskan apa yang saya saksikan dari operasi Rhodes Island. Ini detalinya.." Chen memberikan sebuah berkas yang berisi inti dari semua pemahaman, pendapat, dan sudut pandang mengenai kemampuan tempur Rhodes Island kepada Wei Yenwu.
__ADS_1
Bersambung.