Rusak

Rusak
Cubiculum Obscurum


__ADS_3

Naik ke atap adalah metode yang diambil oleh Rhodes untuk mengawasi keadaan. Banyak keuntungan yang bisa didapatkan dengan menginai seperti garuda yang lapar. Apa pun akan dilakukan untuk mengenyangkan perutnya. Apa pun akan dilakukan untuk bersiap dari kemungkinan terburuknya.


Dengan naik ke atas atap, Rhodes dapat mengetahui setiap pergerakan Reunion, seperti ke mana mereka akan pergi, rencana pengepungan, dan langkah untuk mencegah bala itu.


"Kenapa semakin banyak prajurit Reunion yang berdatangan?!" ucap Franka.


"Aaarrgh!" seru prajurit Reunion itu.


"Apakah hanya aku yang merasa bahwa mereka semakin banyak?" sambung Franka.


"Ugh.."


"Tidak. Jelas bahwa Reunion telah mengirim bala bantuan." balas Franka.


"Sial! Kita tidak punya kesempatan untuk membalas serangan mereka..!" ucap Amiya.


"Mereka telah menemukan kita. Franka, lihat! Di atas pintu keluar sebelah timur, kupikir caster Reunion bersembunyi di sana." sahut Liskarm sambil menunjuk ke salah satu gedung.


"Banyak dari mereka yang mendekat melalui lorong dan dari gedung-gedung tinggi. Mereka mencoba menyelinap sambil berpura-pura tidak melihat kita. Tapi, kita di atas atap. Tidak peduli mau sebanyak apa mereka mengirim pasukan kepada kita, mereka akan mati jika dijatuhkan. Meluncurkan serangan tidak jelas seperti ini.. benar-benar menghinaku." jelas Franka.


"Apakah Reunion menyerang? Semua operator, berkumpul!" sahut Amiya.


"Tunggu, sepertinya aku melihat.. bukankah itu komandan Reunion yang kita lihat tadi?" ucap Franka.


Lama tak terlihat, kini tampil sebagai pemimpin Reunion. Skullshatterer.. muncul dari dalam kerumunan bersama dengan bala tentaranya. Tidak muncul di setiap pertempuran bukan berarti bahwa dia adalah orang yang lemah. Dari caranya memimpin, pakaian, dan senjata yang dibawanya.. Skullshatterer berpontensi mengancam.


"...Rhodes Island. Apakah kalian menyerahkannya kepada Lungmen?" tanya Skullshatterer dari bawah.


...*****...


"Franka, kita harus bisa menahan pasukan Reunion! Begitu mereka lengah, kita gunakan kesempatan itu untuk kabur sejauh mungkin! Kita harus menyebar sekarang!" bisik Amiya.


"Dimengerti. Kemudian kita hanya perlu menyerang dan lari!"

__ADS_1


...*****...


"Apa urusannya denganmu?" tanya Amiya.


"...Beraninya kau! Pasukanku, serang!"


Seperti rencana mereka, tahan, serang, dan lari. Cara ini terbukti efektif untuk kabur dari Reunion. Namun, bukan berarti mereka dapat bersenang-senang. Pasalnya tak sedikit pasukan Reunion yang mencoba mengejar mereka. Bukan masalah besar, mereka hanyalah sekumpulan hama yang mudah dilenyapkan.


"Ini adalah gelombang terakhir yang mengejar kita." ucap Franka.


"Aaargh!" salah seorang prajurit Reunion ditembak oleh Liskarm.


"Semua aman! Keamanan daerah sini sudah dapat dipastikan." ucap Liskarm.


"Di mana komandan musuh?"


"...Tidak bersama pasukannya."


"Musuh mengintai.. kita diikuti dan diawasi. Apakah mereka mencoba melemahkan kita sambil menunggu waktu yang tepat untuk menyerang kita?" sambung Franka.


"Aku tidak bisa menjamin keamanan jalan keluar ini. Kita akan berada dalam bahaya jika mereka mulai menghancurkan gedung-gedung untuk menghalangi jalan kita." jelas Franka.


"Mari kita lihat apakah ada rute lain yang bisa diambil. Semakin cepat, semakin baik!" sahut Amiya.


"Amiya, bagaimana jika menuju tangga di arah jam 4?" ucap Liskarm.


"Itu rute yang sulit." balas Franka.


Saat hendak pergi, mereka bertemu dengan sekumpulan pasukan Reunion. Berbeda dari sebelumnya, kali ini jumlah mereka sangat banyak.


"Aaargh! Rhodes Island..!!" seru seorang prajurit Reunion.


"Ini penyergapan! Awas!" sahut Amiya.

__ADS_1


...***** ...


Skullshatterer, terus memberi perintah kepada pasukannya untuk menangkap Rhodes. Tidak ada yang pernah mengatakan bahwa kemenangan selalu ditentukan oleh jumlah, seperti Reunion. Sebanyak apa pun dia mengirim pasukannya, tak ada seorang pun yang berhasil menangkap Rhodes.


"Lanjutkan pengejaran. Jangan biarkan mereka pergi."


...*****...


Disisi lain, jauh dari kata pertempuran. L.G.D. tidak akan pernah menduga bahwa mereka adalah target selanjutnya.


"Nyonya.. beberapa anak yang terinfeksi.. masih berada di daerah kumuh. Jika memungkinkan.. saya berharap Anda bisa mengurus mereka. Setidaknya berikan mereka tempat tinggal yang layak." ucap Misha.


"Tugas kami adalah untuk melindungi Lungmen. Para terinfeksi tidak pernah diperhitungkan sebagai penduduk Lungmen." balas Chen.


"....." mendengar ini, Misha pun terdiam.


"Namun, penduduk atau bukan, para terinfeksi masih bagian dari Lungmen. Aku tidak punya kewajiban untuk menjanjikanmu apa-apa, tapi aku akan melaksanakan tugasku. Lagi pula.."


"Mereka bilang mereka bekas.." belum selesai Misha berkata, tiba-tiba Chen menyela ucapannya. Chen sengaja mengganti topik untuk menghindari pertanyaan yang berpotensi mengancam.


"...Ini adalah sesuatu yang selalu kami lakukan."


"...Terima kasih."


"Kau tahu kenapa kami mencarimu?"


"...Aku tidak yakin. Aku tidak tahu kenapa kalian menginginkanku. Tapi perasaanku mengatakan.. bahwa ini tidak ada hubungannya denganku. Ini tentang orang tuaku." jawab Misha.


"Ya. Ayahmu adalah seorang ilmuwan terkenal di Chernobog, juga salah satu tokoh politik paling penting di sana. Mungkin, ada sesuatu yang kau ketahui. Seandainya saja bukan karena itu.. kami tidak akan membiarkanmu jatuh ke tangan Reunion."


Musuh mulai bergerak tanpa sepengetahuan L.G.D. Bersembunyi di dalam reruntuhan, bangunan kosong, dan tempat-tempat sepi adalah taktik mereka untuk menjatuhkan mangsa yang lebih kuat. Saat ini, tanpa mereka sadari..


"Hehehe.. aku menemukanmu, L.G.D. Jangan tersinggung, oke. Oh iya, aku punya plot yang sangat menarik di tanganku. Untuk membuatnya menjadi lebih menghibur, aku ingin kalian semua berpartisipasi. Sekarang, ayo kita mulai." bukan Skullshatterer, Crowslayer, ataupun Talulah, orang itu.. adalah tentara bayaran. Muncul dari dalam kegelapan sambil membawa sebuah peledak. Cobalah untuk menebaknya, karena dia sangat menyukai itu.

__ADS_1


Besambung.


__ADS_2