Rusak

Rusak
Corruption - Kebusukan ll


__ADS_3

Originium, adalah partikel berbahaya yang sangat sulit untuk diidentifikasi oleh berbagai ilmuwan. Mineral satu ini sangat kuat, dengan kata lain mengandung banyak energi yang bahkan dapat digunakan untuk menghidupi listrik satu kota dalam waktu yang panjang. Namun, hingga kini belum ada satu pun perusahaan yang berhasil menerapkan mineral ini ke dalam alat masa depan. Semua itu hanyalah teori dan bualan yang dibuat oleh para CEO demi menjaga harga diri di depan publik.


Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahkan mineral ini sungguh sangat berbahaya. Mineral ini biasanya akan muncul kepada pengidap oripathy. Selain itu, terkadang mineral ini akan jatuh dari langit sebagai meteor. Nah, meteor inilah disebut dengan bencana (Catastrophe). Tapi jangan salah karena manfaatnya tidak sebanding dengan dampak yang ditimbulkannya. Setiap tempat yang terkena bencana akan menjadi tempat yang dipenuhi dengan radio aktif yang bila dihirup akan menyebabkan kematian.


"Tidak peduli siapa musuh kita, kita akan menyelesaikan misi kita. Seseorang pernah berkata kepadaku dan teman-temanku, jika menghadapi pion, tangkap. Jika menghadapi benteng, tumbangkan. Jika menghadapi ratu, gulingkan."


"Ace, tunggu!" ucap Doberman setelah melihat segerombolan pasukan Reunion berjalan menuju ke arah mereka.


"Dokter, pasukan bersenjata ringan ada di depan kita." ucap Ace.


"Apa kita ketahuan?" tanya Amiya.


"Belum." jawab Ace.


"Namun.." belum selesai Doberman berkata, tiba-tiba Ace menyela ucapannya.


"Kita tidak bisa menghindarinya. Ini adalah rute terdekat. Jika kita memutar, kita akan kehabisan waktu." ujar Ace.


"Tidak perlu pembahasan lebih lanjut. Penjahat atau pion, yang penting kita bereskan mereka dulu!" sahut Doberman.


Akhirnya mereka sepakat untuk menyerang pasukan itu. Mereka hanyalah pasukan biasa yang tak memiliki keahlian dalam bertempur sehingga membuat pertarungan menjadi mudah.


"Berdasarkan rute yang kita ambil, seharusnya kita mendekati pusat kota di Chernobog selatan. Kita akan tiba di titik pertemuan setelah melewati taman ini. Jika tidak ada halangan, Nearl dan Tim E4 seharusnya sudah menunggu kita di sana." ucap Doberman.


"Tapi.. jika Nearl diserang, apa yang harus kita lakukan? Bagaimana jika mereka ingin memperingati kita, tapi tidak bisa karena komunikasi macet? Bagaimana kita akan menghadapinya?" tanya penjaga itu.


"....." Doberman terdiam.


"Kita akan lihat situasinya." ucap Amiya.

__ADS_1


"Jangan berspekulasi sebelum melihatnya sendiri. Jangan biarkan ketakutan menguasai dirimu." sambung Ace.


"B - Baiklah." balas penjaga itu.


Tim penyelamat adalah tim yang telah disiapkan untuk mengevakuasi prajurit Rhodes Island dari Chernobog. Mereka sadar bahwa operasi ini pasti akan sangat berbahaya dari operasi sebelumnya. Tidak bisa seenaknya dalam mengambil keputusan, mereka harus bersungguh-sungguh dan berpikir keras dalam mengatur strategi agar rencana berjalan lancar. Dengan kata lain, dapat menghasilkan hasil yang sangat memuaskan tanpa adanya korban.


Telah diputuskan bahwa operasi ini siap jalankan dengan mengikut sertakan salah seorang operator dari negeri asing untuk memimpin tim penyelamat.


Setelah berhasil mendapatkan banyak informasi mengenai rencana Reunion, mereka akan pergi dari tempat mematikan itu. Rencana ini tidak didapatkan semudah seperti membalikkan telapak tangan. Ada banyak waktu yang terbuang hanya untuk berpikir agar rencana ini menjadi rencana yang sempurna.


"Kehilangan komunikasi menyebabkan kegelisahaan menyebar lebih cepat dari yang aku bayangkan. Terutama dengan bencana ini. Kita harus mengambil langkah." ujar Doberman.


Di tengah obrolan ini, kabut asap itu kembali muncul. Kabut asap yang digunakan oleh Reunion kembali menyelimuti Amiya dan prajurit Rhodes Island


"...Kabut apa ini?" tanya Amiya, "Apakah ini.. awas!" seru Amiya melihat pemimpin Reunion itu muncul dari balik kabut.


"Bunuh mereka semua." ucap seorang wanita misterius.


"Serangan musuh datang!" seru Doberman sambil bersembunyi di belakang bangkai mobil yang sudah hangus terbakar.


Tidak sampai di sini saja karena terdapat sekelompok prajurit Reunion yang sudah menunggu di belakang. Alhasil, mereka pun terkepung. Posisi yang tidak menguntungkan membuat prajurit Rhodes Island tidak dapat melawan balik. Jika mereka keluar sedikit saja, mereka akan terbunuh.


"Ini jebakan..!!" sahut Amiya.


"Ini buruk! Pasukan Reunion juga muncul dari belakang!" sambung penjaga itu.


"Bos.. ada beberapa pasukan kita yang berhasil selamat. Mereka bersembunyi di dalam gedung! Apa yang harus kita lakukan?! Tolong perintahnya!" ucap seorang defender.


"Suruh mereka untuk pergi! Kondisi di sini sangat berbahaya! Suruh mereka untuk menemui tim penyelamat! Saat ini kita sangat membutuhkan bantuan mereka!" jawab Ace.

__ADS_1


Parahnya lagi, prajurit Rhodes Island telah terpisah menjadi dua kelompok. Kelompok yang berhasil selamat dari jebakan itu diperintahkan untuk kabur oleh Ace. Walau Amiya dan beberapa prajurit Rhodes Island yang berada di barisan depan tidak mengetahui hal ini, namun Ace yakin bahwa dia telah berbuat yang semestinya. Jikapun Amiya mendengar perintahnya, dia pasti akan setuju dan meminta mereka untuk kabur dari sini.


"Di mana pengintai kita?!" tanya Amiya.


"Mereka terpisah dari kita!" jawab penjaga itu.


"Rhodes Island.. aku menemukan kalian." ucap wanita misterius itu.


"Bunuh mereka semua!" seru salah seorang prajurit Reunion.


"Kali ini, aku akan mengancurkan kalian sampai menjadi debu." sambung wanita misterius itu.


"Nona Doberman..!!"


"Sniper, hentikan mereka! Defender, rapatkan barisan! Bersiap untuk maju! Ace, bersiap untuk.."


Tiba-tiba.. sesosok anak kecil muncul dari balik kabut itu. Pakaiannya tidak seperti prajurit Reunion yang memakai rompi anti peluru. Namun dari gambar yang terdapat di ban lengannya, dapat diketahui bahwa bocah itu adalah bagian dari mereka, Reunion.


Bocah itu tampak biasa-biasa saja dengan senyum menyeringai. Benar-benar tak terlihat adanya rasa takut di wajah bocah itu. Sebaliknya, dia merasa senang karena dapat bertemu dengan Rhodes Island. Entah apa yang sedang dipikirkannya, yang pasti saat itu Rhodes Island sungguh dalam bahaya besar.


"Berhenti.. berhenti.." ucap bocah itu sambil berjalan menuju prajurit Reunion.


"....." Amiya dan semua prajurit Rhodes Island terdiam.


"Aku baru saja membersihkan benteng tenggara, lalu aku segera pergi ke sini setelah mendengar beritanya. Ini area berburuku, Crowslayer." ucap bocah itu.


Kini kita tahu bahwa wanita misterius itu bernama Crowslayer. Perlu diingat bahwa semua nama di sini adalah nama samaran. Semua nama-nama itu telah mereka sembunyikan atau bahkan dibuang karena sebab tertentu. Kemudian, mereka memakai nama samaran sebagai panggilan mereka. Ini berlaku untuk semua orang, entah itu Rhodes Island maupun Reunion.


"...Mau apa kau ke sini?" tanya Crowslayer.

__ADS_1


"Bukankah sekarang adalah waktunya kau menyerahkan mereka kepadaku?" jawab bocah itu.


Bersambung.


__ADS_2