
Mendengar Chen memanggilnya, Hoshiguma pun bergegas pergi ke titik pertemuan. Rasa malunya karena gagal mencegah Reunion menangkap Misha tak membuatnya gentar untuk berdiri di hadapan Chen. Chen pasti akan mengerti mengapa mereka, divisi operasi khusus tak dapat datang membantunya.
"Saatnya tampil, Hoshiguma." ucap Chen.
"Maaf, kami tertunda untuk waktu yang lama."
Keterlambatan Hoshiguma merupakan ulah Reunion yang berusaha memisahkan pasukan L.G.D. Dalam operasi ini, Skullshatterer berhasil menahan Rhodes Island untuk memberikan bala bantuan. Disisi lain, divisi operasi khusus tengah sibuk mengurus pasukan musuh. Jika begini, siapa lagi yang dapat menolong Chen? Chen bahkan tidak tahu bahwa Rhodes telah menyewa Penguin Logistics ke dalam misi. Jikapun Chen tahu, P.L. tidak punya hak untuk membantu mereka, kecuali jika ini perintah dari Amiya.
"Ada luka?" tanya Chen.
"Tidak. Namun, kami dikagetkan dengan seberapa kuatnya terinfeksi. Divisi Operasi Khusus telah menurunkan banyak anggotanya untuk memperkuat pertahanan Lungmen. Aku harus mengistirahatkan anggota yang ada bersamaku."
"...Apakah pasukanmu benar-benar ditahan oleh seorang musuh?"
"Aku juga tidak percaya sampai aku melihatnya dengan mataku sendiri. Orang itu.. sungguh kuat. Selain itu, dia terlihat sedikit.. linglung? Ngomong-ngomong, tentang orang yang ada di sebelahmu.. apakah mereka Rhodes Island?"
__ADS_1
Semua penjelasan Hoshiguma.. benar-benar menyakinkan, atau mungkin ini adalah kebohongan Hoshiguma untuk menutupi kegagalannya. Namun, matanya tak bisa berbohong. Mata itu menunjukkan bahwa Hoshiguma berkata jujur. Selain itu, Agen L.G.D. yang datang bersamanya.. tampak sangat kelelahan.
"Nyonya Chen, apakah dia.."
"Hoshiguma, seorang elite dari Divisi Operasi Khusus." jawab Chen.
"Jadi kalian Rhodes Island yang sering aku dengar ya? Hm.. anak yang sangat muda. Kau juga bersama Rhodes Island?" ucap Hoshiguma.
"Dia pimpinannya." balas Chen.
"Woah.." tak salah lagi, mendengar bahwa Amiya adalah pimpinan Rhodes Island berhasil membuat Hoshiguma terkejut bukan main, "Mari kita hentikan pembicaraan ini. Sekarang, apakah ada yang punya ide tentang tindakan apa yang harus kita lakukan selanjutnya?" sambung Hoshiguma.
"Dua agen khusus kami telah menemukan lokasi para penculik. Saat ini, mereka tengah melacak Reunion, dan akan memberikan informasinya kepada kita." jawab Amiya.
Dua agen yang dimaksud oleh Amiya adalah Exusiai dan Texas. Kemampuan mereka dalam melacak sudah tak dapat diragukan lagi. Dalam hitungan menit, mereka mampu menemukan lokasi pasukan Reunion. Mereka mungkin bukanlah target utama, namun dari mereka.. Exu dan Texas dapat melacak ke mana pasukan utama telah pergi.
__ADS_1
"Boleh juga." puji Hoshiguma, "Chen, sekarang aku mengerti kenapa kau begitu memuji mereka. Orang-orang ini bekerja dengan serius."
"Nyonya Chen.. memuji kami?"
"Hm.." Chen merupakan pemimpin operasi ini. Sebagai pemimpin, dia harus bisa menjaga sikap. Obrolan kecil ini, mulut Hoshiguma yang menyebalkan, dan reaksi Amiya.. tak boleh sampai melunturkan sikap tegasnya, "Hoshiguma, kumpulkan semua pasukan kita. Saatnya bergerak." Chen lalu menoleh ke Amiya dan berkata, "Tunjukan jalannya, Rhodes Island."
"Baik. Seperti dugaan, Reunion meninggalkan beberapa pasukannya. Alasan mengapa Reunion meninggalkan mereka adalah.. dalam rute itu, mereka akan menyergap kita." jelas Amiya.
"Tidak masalah." balas Hoshiguma.
"Ya. Selama kita bergerak hati-hati, kita dapat mengambil tindakan awal untuk menghadapi mereka." tambah Amiya.
"Baiklah! Mari kita lihat bagaimana kalian bertarung, Rhodes Island!" sambung Hoshiguma.
Kesepakatan ini adalah tanda bahwa pengejaran telah dimulai. Tanpa basa-basi, mereka lalu pergi ke arah yang berbeda. Penyebaran dilakukan untuk mempermudah Rhodes Island dan L.G.D. menemukan pasukan Reunion yang berhasil kabur. Saat ini.. rasa saling mempercayai satu sama lain sangat diperlukan. Tidak ada keegoisan, prioritas utama.. menyelamatkan Misha dari Reunion.
__ADS_1
Bersambung.