
Esoknya
Hari ini, hari dimana dia akan pergi meninggalkan Jakarta menuju Bandung. Sesuai dari perintah sang Ayah.
"Baik-baik disana, turuti apa yg dibilang om Justin. Jangan menyusahkannya." Ucap sang Ayah pada Wina
"Ingat, jangan mempermalukan keluarga." tambah Ibunya
Wina tak menjawab, hanya anggukan tanda ia mengerti sajalah yg ia berikan.
Tepat pukul 07.00am Wina berangkat dan diantar oleh sopirnya, tentu saja sebelum dia berangkat Wina mencium kedua tangan Ayah dan Ibu nya itu dan berpamitan.
Mobil yg Wina tumpangi berjalan dengan kecepatan sedang, hanya pemandangan kota Jakarta yg penuh kemacetan sajalah yg ia pandang.
"Non wina, saya mau ngisi bensin dulu didepan. Apa non Wina sekalian mau pergi ke toilet?" Tanya sopirnya itu
"Iya pa, saya mau ke toilet sebentar."
Mereka pun berhenti disalah satu pom bensin, sambil mengisi bensin Wina pergi ke toilet. Bukan untuk buang air, dia hanya ingin menangis meluapkan kekesalannya.
Ya, dia kesal. Kesal akan sikap Ayah dan Ibunya, kesal akan melakukan hal yg sebenarnya dia tidak ingin lakukan, kesal akan hidupnya yg ia sesali selama ini.
Walaupun Wina terlahir dari keluarga yg berada, tetapi kasih sayang kedua orangtuanya tidak pernah ia dapatkan. Kedua orangtuanya lebih memperhatikan Kakaknya, Richard Leonard. Entah apa yg terjadi, tapi dari dia kecil selalu ada pilih kasih diantara mereka dari orangtuanya itu.
sekitar 10 menit dia di toilet itu, akhirnya Wina kembali menuju mobilnya. Terlihat sopirnya sedang menunggu dia.
"Non Wina, ko lama sekali?" Tanya Sopirnya tersebut.
"Tadi mengantri pa, maaf ya malah bikin bapak nunggu lama." Alibinya
Mobil yg ia tumpangi pun kembali berjalan, sekitar 5 jam perjalanan akhirnya mereka keluar dari zona jalanan yg membosankan. Bagaimana tidak membosankan, jalanan begitu macet dan padat.
Mereka pun tiba ketempat tujuan mereka kira kira pukul 01.15pm. Disitu Wina disambut oleh Justin, istrinya, anaknya dan satu orang yg tidak Wina kenal.
"Wah Wina, akhirnya sampai juga. Bagaimana perjalananmu? Apakah menyenangkan?" Tanya Octaviana yg tak lain adalah istri dari Justin
"Macet tante dijalan, Wina sampe bosan." Jawab Wina
Walaupun Ayah dan Ibu nya tidak memperlakukannya dengan baik tapi Justin dan keluarganya sangat sangat memperhatikan Wina.
"Oh iya tante, om, ini siapa ya? ko Wina baru lihat? Sebelumnya kan Wina belum pernah melihat Om ini?" Tanya Wina pada seseorang yg memang baru dilihat olehnya.
__ADS_1
"Oh ini adik sepupunya tante Octa sayang, namanya Billy Ardan. Wina bisa panggil dia Om Ardan, sama kaya Rasya manggil Om Ardan." Jelas Octa
"Oh baiklah, salam kenal ya Om. Nama saya Alwina Mayangsari, Om panggil saja saya Wina." Sapa Wina pada Ardan sambil mengulurkan tangannya.
"Ok Wina, senang berkenalan denganmu." Jawab Ardan sambil menerima tangan Wina.
"Ayo deh masuk kedalam, Wina udah lapar kan? Tante udah buatin makanan buat kamu, kita makan barengan ya." Ucap Octa mempersilahkan Wina masuk.
"Iya tante, Wina cuci muka dan taro barang dulu ya." Jawab Wina
Wina merasa sangat terharu atas perlakuan keluarga Justin terhadapnya, pasalnya Ayah dan Ibu nya tidak pernah memperhatikannya. Bahkan tadi pagi sebelum dia berangkat saja, Ayah dan Ibu nya tidak mengajaknya sarapan terlebih dahulu.
...
Sore hari, Wina berada dikamar dan sedang membereskan pakaian dan barang bawaannya. Rumah Justin tidaklah besar seperti rumahnya, tetapi didalam rumah tersebut terdapat 5 kamar.
Tok...tok...tok...
Begitu mendengar ketukan pintu, Wina pun turun dari ranjangnya dan membuka pintu kamarnya itu. Ternyata yg mengetuk tidak lain ialah Rasya.
"Eh elu sya, ada apa ya ke kamar gua?" Tegur Wina
"Kagak, gua cuma kangen aja sama sepupu gua yg cantik ini. Lama banget njir lu ga kesini sini, kan rindu." Ucapnya sambil mencubit pipi Wina
"Iya sih, tapi kan bisa gitu liburan main ke rumah gua. Bandung tempat wisatanya ga kalah kali dari Jekardah." Kata kata Rasya berhasil membuat Wina tertawa
"Hahahaha... ada-ada aja lu nyebut Jakarta segitu alaynya. Iya iya maaf, kan sekarang gua tinggal sama lu nih. Tiap hari ketemu kan noh." Jawab Wina sambil mentoyor jidat Rasya
"Kebiasaan lu kan, noyor noyor jidat gua. Dikira ini tembok apa ya." Omel Rasya sambil mengelus jidat bekas toyoran Wina.
Mereka pun bercengkrama hingga tak terasa sudah malam.
Disaat mereka berdua sedang asyik bercengkrama, ada sepasang mata yg memperhatikan mereka.
"Wina, Rasya, ayo nak kita makan malam dulu." Panggilan Octa yg membuat Wina dan Rasya tersadar waktu. Mereka pun turun dan menikmati makan malam bersamaan.
Wina melakukan kegiatan yg biasa ia lakukan dirumahnya, mencuci piring bekas pakai, walau octa bersikeras melarangnya untuk mencuci piring.
Selesai makan malam, mereka kembali ke kamar mereka masing-masing. Wina tidak langsung tidur, ia membaca buku yg sempat ia bawa dari rumahnya.
Hingga tengah malam tiba, akhirnya Wina pun mengantuk. Ia menutup pintu dan juga jendela kamarnya dan pergi tidur.
__ADS_1
Esoknya
Tepat hari Senin, hari dimana ia pergi les sesuai perintah kedua orangtuanya.
Smart Gapyear
Wina merasa asing dengan suasana didalam ruangan les tersebut.
"Ya, seperti kata pepatah, tak kenal maka tak sayang, sudah sayang lalu ditinggal. Hehe canda. Perkenalkan Nama saya Firman saya tutor kalian. Sekarang kalian perkenalkan diri kalian masing-masing ya, supaya saling kenal satu sama lain." Sapa orang bernama Firman tersebut.
Semua orang yg berada diruangan itu pun satu persatu memperkenalkan diri, tak terkecuali Wina. Tiba saat Wina memperkenalkan diri.
"Nama saya Alwina Mayangsari, kalian bisa panggil saya Wina. Saya berasal dari Jakarta, sekarang saya tinggal dibandung bersama dengan Om dan keluarganya. Usia saya akan menginjak 17tahun bulan Juli nanti, senang berkenalan dengan kalian semua. Semoga kita bisa menjadi teman yg baik." Jelas Wina memperkenalkan dirinya, banyak tatapan mata memandangnya terutama para kaum pria.
"Wina, kaya orang bule. Tapi cantik banget ih, pengen deh dijadiin pacar." Kata salah satu anak yg Wina ingat bernama Asep
"Asep, disini kita untuk belajar ya." Saut pa Firman
"Kan saya juga belajar pa, belajar mencintai Wina." Balas Asep yg membuat seisi ruangan yg mereka tempati pecah dengan suara tawa.
"Lah itu namanya belajar njir." Gumam Wina dalam hati
Sekitar 2 jam kelas itu berlangsung.
"Teman-teman sekalian, pelajarannya sampai sini dulu ya. Besok dilanjut lagi, kita les dari hari senin sampai jumat dari jam 08.00am sampai jam 10.00am." Jelas Firman, tutor dari kelas itu.
Setelah jam berakhir, Wina pun pergi pulang. Tetapi sebelum pulang, Wina meminjam buku dari perpustakaan yg telah disediakan.
Seusai meminjam buku, Wina pun pulang dijemput oleh sopir pribadinya tanpa mampir ketempat lain.
Hallo para readerskuuuuuuu, terimakasih sudah setia membaca cerita ini sampai pada saat ini huhuðŸ˜ðŸ˜ ku amat terhura sekali hikss...
Aku tidak memaksa kalian untuk like dan comment, hanya ingin kesadaran dari relung hati yg paling dalamnya kalian hehe😅😅
Benar kata orang...
Tidak semua menyedihkan tetapi tidak semua juga menyenangkan.
Hidup itu mudah, cukup jalani dan resapi setiap pelajaran kehidupannya.
Akan ada saatnya terpuruk, tetapi akan ada saatnya pula duri keterpurukan itu patah.
__ADS_1
~RUSAK2019, 09 November 8:28PM.