
Pertarungan Rhodes Island dengan Reunion terjadi begitu sengit. Reunion yang tadinya hanyalah sekumpulan penjahat jalanan, kini berubah menjadi pasukan terorganisir yang sangat baik di bawah komando Mephisto. Bocah itu mampu mengatur semua pasukannya dengan sangat sempurna. Setiap kali Mephisto memberi perintah, maka pasukan Reunion akan langsung melaksanakannya. Yang paling mengerikan adalah.. dalam kepemimpinannya, Mephisto sungguh terlihat seperti ahli strategi. Apa pun perintahnya, pasti akan berjalan sesuai keinginannya. Disisi lain, hal ini sungguh sangat merepotkan Rhodes Island.
Mephisto.. memberi perintah selayaknya pertempuran ini adalah permainan papan catur. Mephisto menganggap bahwa semua prajurit itu tak lebih dari pion yang digunakan untuk meraih kemenangan. Itulah sebabnya mengapa dia tak pernah ragu dalam memberi perintah. Mau mereka mati, itu bukan urusannya. Selagi dapat meraih kemenangan, Mephisto akan melakukan apa pun demi mendapatkan kemenangan itu.
Sring.. Mephisto menyuruh salah seorang prajuritnya untuk menyerang medic Rhodes Island.
"Aaaa..!!"
"Awas! Kau baik-baik saja?" ucap penjaga itu.
"Aku baik-baik saja. Hanya tergores.. jangan khawatir." jawab medic itu.
"Ini tidak baik! Jika terus begini, mereka akan semakin mendekat!" ucap Amiya.
"Aku telah menemukan titik kelemahan mereka. Tapi tanpa pasukan, itu hanya akan menahan mereka saja!" sambung Doberman.
"...Tolong bertahan lebih lama lagi! Fokuskan serangan kepada musuh jarak jauh!" sahut Amiya kepada semua prajurit Rhodes Island, "Caster kita akan menghadapi Vanguard mereka!"
Bukan pertempuran lagi, Mephisto telah mengubah area berburunya dari pertempuran menjadi tempat pembantaian. Dia menggunakan taktik yang tak pernah digunakan oleh orang lain dalam pertempuran. Mephisto sengaja mengubah komponen gaya bertarung personelnya dari prajurit menjadi kriminal. Prajurit memiliki gaya bertarung mereka sendiri, dan begitu juga sebaliknya. Kriminal juga memiliki gaya bertarung mereka sendiri. Saat ini, untuk menghadapi Rhodes Island, Mephisto hanya perlu menggunakan taktik ini untuk membingungkan mereka.
"Bagus, bagus. Itu sudah seharusnya! Selanjutnya, F3, E5!" Mephisto mulai menggerakan prajuritnya untuk menerobos pertahanan Rhodes Island.
"Bocah itu..!!" Doberman tampak sangat kesal.
Cara ini terbukti berhasil. Reunion mampu menembus pertahanan Rhodes Island yang berada di garis depan. Untuk mencegah jatuhnya korban jiwa, Doberman segera menyuruh pasukannya untuk kembali dan bergabung dengan pasukan inti.
"Luar biasa! Sekarang, B4, B5!"
Kali ini, Mephisto menyuruh kepada semua prajuritnya untuk mengepung prajurit Rhodes Island. Jika cara ini berhasil, maka Rhodes Island takkan memiliki banyak ruang untuk bersembunyi.
"Musuh sekarang berusaha menghampit kita!" ucap penjaga itu sambil menoleh sekitar.
__ADS_1
"Bawa dua defender dan seorang sniper! Buat mereka sibuk!" sahut Amiya.
"Dan selanjutnya.. H2, H6!"
"Mereka.. mereka menerobos barisan pertahanan kita!" medic itu tampak sangat cemas.
"Vanguard, hajar mereka!"
"Benar, biarkan aku melihat bagaimana kalian berjuang! Sekarang, caster, bergerak ke C7! Tangkap benteng mereka!"
Rhodes Island tak mengira bahwa selama ini Mephisto menyembunyikan pasukan caster di barisan belakang. Bagi para defender, caster adalah musuh yang sangat berbahaya. Itu karena jenis serangan mereka adalah Art, dan bukannya Physical. Caster lebih cenderung dikerahkan untuk mengalahkan musuh bertahanan tinggi yang mustahil untuk dikalahkan oleh sesama physical. Serangan mereka akan mengabaikan defend (pertahanan diri terhadap serangan fisik) yang dimiliki oleh para defender. Dengan begitu, sekuat apa pun zirah dan perisai yang dipakai oleh prajurit Rhodes Island, tetap akan kalah bila berhadapan dengan caster.
"Caster musuh telah datang! Selama ini, mereka bersembunyi di balik defender mereka!"
"Terlambat! Berlindung!" seru Doberman.
Duar.. para caster itu menembaki prajurit Rhodes Island dengan sihir mematikan.
"Apakah dia benar-benar memerintah pasukannya seperti itu? Bagaimana bisa dia memberi perintah secara tepat hanya dengan berteriak seperti gerakan catur? Para penjahat tak beraturan itu telah menjadi tentara di bawah perintahnya! Dalam situasi ini, dia akan terus menggunakan keuntungan yang didapatkannya melalui kepemimpinannya..!!" ujar Amiya.
"Disisi lain, jika kita berhasil menekannya, mereka akan hancur berantakan! Jangan beri mereka kesempatan!" sambung Doberman.
Maksud dari perkataan Doberman adalah mereka, Reunion melakukan serangan secara besar-besaran. Artinya tak ada strategi yang digunakan oleh Mephisto dalam mengatur pasukannya. Kriminal lebih cenderung menyerang musuh secara berkelompok dan tak berencana, sangat jauh dengan militer yang lebih cenderung mengutamakan rencana dan kedisplinan.
Dalam maksud lain, Mephisto tak memiliki pasukan tersisa yang dapat digunakan. Jika pasukan itu dapat dihancurkan, maka semuanya akan berantakan. Dengan begitu, Rhodes Island hanya perlu menyerang satu titik yang di mana titik itu adalah Mephisto itu sendiri. Namun, itu semua tak dapat dilakukan dengan mudah. Untuk maju saja Rhodes Island tidak mampu, apalagi mendekat kepada Mephisto.
"Sial, kita kehabisan waktu!" ucap Doberman sambil bersembunyi di balik bangkai mobil.
"Kita tidak bisa bertahan lebih lama lagi!" sahut Amiya, "Apakah ada cara untuk membalikkan keadaan? Apa saja?! Kita akan.. dokter akan.." batin Amiya dengan wajah gelisah.
Tiba-tiba.. duar..!! Seseorang menembakkan peluru peledak ke arah pasukan Reunion dari kejauhan.
__ADS_1
"Apa..?? Apa yang terjadi? Kenapa.. orang-orang terlempar ke udara? Apa.. itu..??" bisik Mephisto.
"Kalian hanya membuang-buang waktu saja. Aku bahkan telah mengamankan semua warga." ucap sesosok wanita misterius.
".....??" Amiya terkejut.
"Minggir dari jalanku!" seru wanita itu.
Duar.. tembakan itu telah menghancurkan formasi pasukan Reunion.
"Hajar mereka lebih keras lagi! Jangan beri mereka kesempatan untuk berkumpul!"
Duar.. sebuah tembakan kembali ditembakan ke arah gedung sehingga puing-puing gedung itu berjatuhan dan membelah pasukan Reunion menjadi dua kelompok.
"Nona.. Nearl?!" guman Amiya.
Nearl, dialah orang yang telah diutus untuk memimpin pasukan penyelamat. Nearl datang kemari setelah mendengar kabar bahwa pasukan inti tengah terkepung oleh pasukan Reunion dari pasukan intel.
Dilihat dari postur tubuh, zirah, perisai, dan pedang yang dibawanya, sepertinya Nearl adalah orang yang sangat kuat. Mungkinkah kedatangan Nearl mampu membalikkan keadaan dan menyelamatkan pasukan itu?
"Aku di sini. Aku senang kalian selamat. Ayo bergerak."
"Syukurlah kau dikerahkan dalam operasi ini." ucap Doberman.
"Menggunakan singal api sungguh sangat bijaksana." balas Nearl. Setelah melihat kondisi prajurit Rhodes Island yang sangat kacau, Nearl lalu berkata, "Tampaknya kalian sangat kesulitan."
Tembakan suar yang ditembakan oleh Doberman ternyata bukanlah tembakan untuk mengalihkan perhatian musuh. Justru tembakan itu adalah tembakan yang digunakan oleh Doberman untuk memanggil bala bantuan.
Sejak awal Doberman tahu bahwa dia takkan mungkin bisa selamat, walau dengan bantuan dari prajurit Rhodes Island sekalipun. Maka dari itu, dia menembakkan suar ke langit untuk memanggil bala bantuan karena dia sadar untuk bertahan, Doberman butuh bantuan dari tim penyelamat.
"...Kau pasti dokter? Radiant Knight, Nearl, siap melayani Anda."
__ADS_1
Bersambung.