Rusak

Rusak
Blockade Running


__ADS_3

Sebelum masuk, saya ingin kembali mengingatkan tentang beberapa hal:


Catastrophe: nama untuk berbagai macam bencana alam yang sering terjadi. Tidak terbatas pada badai, badai salju, banjir bandang, dan bahkan hujan meteor. Bencana (Catastrophe) sering terjadi, dan sering kepada interval yang tidak terduga. Oleh karena itu, sebagian besar peradaban hanya dapat bersembunyi dari bencana dengan memindahkan seluruh kota (Normadic City) adalah nama kota yang dapat bergerak, salah satunya adalah Chernobog. Mineral yang disebut Originium biasanya dapat ditemukan di daerah tersebut setelah bencana selesai. Studi menunjukkan bahwa bencana sebenarnya dapat menjadi indikator penyebaran Originium.


Oripathy: orang-orang telah menemukan bahwa paparan jangka panjang terhadap Originium dan turunan industrinya membuatnya lebih mungkin untuk terinfeksi oleh penyakit yang tidak dapat disembuhkan yang disebut dengan Oripathy, para pengidapatnya biasa disebut The Infected. Oripathy dapat meningkatkan kekuatan seni pengidapnya dengan cara yang berbahaya. Tetapi memanfaatkan kekuatan akan mempercepat proses kemunduran dan akhirnya menyebabkan kematian, di mana tubuh akan menjadi sumber infeksi baru. Apa pun upaya yang dilakukan untuk menangani penyakit ini, hanya sedikit kemajuan yang berhasil dibuat.


...*****...


"Pengintaian telah selesai. Aku bisa pastikan musuh yang mengejar kita telah dilenyapkan. Kita telah berhasil menerobos pengepungan mereka. Kita akan segera tiba di pinggiran Chernobog." ucap Doberman sambil berjalan menuju Amiya, Near, Ace, dan dokter.


Doberman baru saja menyelesaikan tugas terakhirnya. Mereka berhasil menerobos pasukan Reunion, dan kabur dengan selamat tanpa satu pun korban jiwa.


"Walaupun musuh yang kita kalahkan hari ini hanya sebagian kecil dari keseluruhan pasukan, paling tidak kita aman sekarang." sambung Ace.


Untuk saat ini mereka aman. Padahal jika Mephisto mau, dia bisa saja melakukan pengejaran dan menangkap semua prajurit Rhodes Island. Mengingat pasukan Reunion yang sangat banyak dan adanya ahli sniper di bawah pimpinannya, menangkap Rhodes Island adalah persoalan yang mudah.


Yang jelas tidak ada yang tahu apa yang akan dilakukan Mephisto selanjutnya. Melakukan pengejaran atau membiarkan mereka pergi sesuai dengan janjinya, itu semua tak sebanding dengan apa yang telah dilakukannya kepada warga Chernobog.


Saat bertempur dengan Reunion, jika Ace tak menolongnya, mungkin saat ini Nearl sudah mati. Art yang dimiliki oleh sniper itu membuat tembakannya menjadi sangat kuat. Saking kuatnya sampai mampu menembus perisai milik Nearl yang rumornya tak dapat dihancurkan. Dengan sigap, Ace memerintahkan pasukannya untuk menembak pemanah itu sehingga memberikan waktu bagi Nearl untuk pergi ke titik buta.


Sebagai seorang kesatria terhormat, Nearl merasa bahwa dirinya harus berterima kasih kepada Ace. Ace telah melakukan sebuah tindakan yang sangat berani. Secara tidak langsung, saat Ace menyelamatkan dirinya, itulah saat di mana Ace mengambil tugasnya sebagai penyelamat pasukan inti.


"Terima kasih atas apa yang telah kau lakukan. Aku berhutang budi padamu." ucap Nearl.


"Tidak perlu berterima kasih. Aku tidak punya hak untuk menagih budi seorang Radiant Knight. Ngomong-ngomong.. tentang sniper itu.. aku rasa kita perlu membicarakannya. Bagaimana, Nearl?"


"Tentu. Kesampingkan kekuatan penghancur dari balista. Aku pikir.. dia telah menyiapkan turet sebelumnya, dan juga beberapa senapan otomatis lainnya. Aku dibidik dari arah yang berbeda, tapi aku hanya melihat satu sniper." ujar Nearl.


"Aku juga mempunyai perasaan yang sama. Tembakan pertama dan kedua meledak disaat yang bersamaan, tapi ada jeda diantaranya. Panah itu ditembakkan dari balista yang sama. Paling tidak, saat kita membalas tembakannya, kita tidak membidik sniper yang sama."


"Ace, apakah kau menyadari sesuatu?" tanya Nearl.

__ADS_1


"Aku tidak yakin. Bagaimana jika musuh bergerak sangat cepat.. ke titik berbeda sekaligus?"


"Tidak mungkin ada orang yang bisa bergerak secepat itu. Aku tidak bisa membayangkan hal itu terjadi. Kita tidak bisa menganggap remeh betapa berbahayanya Reunion."


Pertempuran adalah sesuatu yang sangat misterius. Apa pun bisa terjadi di dalam pertempuran. Kali ini, Nearl dan Ace merasakan adanya suatu kejanggalan saat mereka bertarung dengan Reunion, terutama saat melawan sniper itu. Selain serangannya yang sangat kuat, dia mampu bergerak begitu cepat, belari dari satu gedung ke gedung lain, dan membuat tembakan yang sangat membingungkan. Hal seperti ini perlu dibahas untuk meminimalisir kegagalan apabila mereka bertemu dengan sniper tersebut.


"Ini ulah bocah brengsek itu yang memerintahkan snipernya untuk menyerangmu. Dia bahkan tidak memanggil snipernya saat menyerang kami." sahut Doberman.


"Sepertinya kepribadian menjijikannya didukung oleh kekuatan yang nyata." ucap Nearl.


"Namun, dia tidak menyerang kami. Bahkan saat dia marah." sambung Ace.


"Jadi antara kemampuan tempurnya yang kurang, atau karena dia tak ingin menunjukkan kekuatan yang sebenarnya? Hanya melihat kekuatan komandonya, membuatku sangat curiga. Dia memerintah pasukannya seperti boneka." ujar Doberman.


"Bagaimanapun juga, kita tidak lagi berada di wilayahnya." balas Nearl.


"Nona Nearl, terima kasih banyak. Jika bukan karenamu, kami pasti sudah dalam bahaya besar." ucap Amiya setelah mereka menyelesaikan percakapan itu. Amiya hanya tak ingin memotong pembicaraan para operator veteran. Sebagai operator muda, yang bisa dilakukan oleh Amiya hanyalah menunggu.


"Dalam perjalanan ke sini, aku melihat banyak kekejaman yang dilakukan oleh Reunion. Aku ragu jika mereka akan berhenti sampai di situ saja. Masih ada kemungkinan bahwa mereka akan mulai membuat kekacauan yang jauh lebih parah." ucap Nearl.


Near lalu naik ke atas puing bangunan untuk melihat kondisi Chernobog yang telah rusak parah. Wanita berzirah itu tak berkata, dia hanya diam sambil membiarkan angin mengusap kulit halusnya.


Tujuan Nearl menyendiri adalah untuk menenangkan diri. Setelah tujuan itu didapatkan, Nearl lalu berkata, "Bagaimana jika aku tetap di sini untuk menghentikan mereka? Bagaimana jika aku menolong Ursus melawan Reunion? Bagaimana jika aku tetap diam di titik pertemuan, menunggu kalian datang? Jika aku orangnya, mungkin hasilnya akan jauh lebih buruk. Aku tidak pandai dalam memikirkan langkah apa yang harus kuambil untuk ke depannya. Satu-satunya cara yang aku tahu untuk mendapatkan apa yang aku inginkan adalah dengan terus berjuang. Amiya, aku hanya menjalankan tugas, tapi kau memiliki kemampuan untuk mengakhiri krisis. Ini adalah kemenanganmu, jadi kau harus lebih percaya diri."


"Nona Nearl.."


"Hehehe.." balas Nearl sambil tersenyum kecil, "Oh iya, orang yang ada di sebelahmu pasti dokter?"


"Benar. Tapi.."


"Setiap kali bertemu dengan orang, Amiya harus mengulangi cerita bagaimana dokter terkena amnesia. Sungguh menjengkelkan." ucap Doberman tanpa menoleh. Doberman sibuk mengawasi keadaan sekitar.

__ADS_1


"Dokter..?? Salah seorang temanku juga kehilangan ingatannya? Hm.. lagi pula, kau pasti tahu betapa berharganya hidup di saat seperti ini."


"....." dokter terdiam.


"Sudahi basa-basi ini. Ayo pergi. Kita masih harus mengantarkan dokter ke Rhodes Island." sahut Nearl.


...*****...


"Maaf.. aku gagal." ucap sesosok laki-laki misterius.


"Tidak, kau tak perlu meminta maaf. Ini semua adalah salahku. Aku kehilangan kesabaranku. Bisakah kau melacak Rhodes Island? Aku akan melaporkan situasi ini kepada Talulah dulu. Dia seharusnya sudah mengambil alih menara komando pusat Chernobog. Dialah yang akan menentukan nasib para serangga itu." balas Mephisto.


"...Baiklah."


"Faust, hati-hati. Keselamatanmu yang paling penting, oke."


Satu lagi nama pemimpin Reunion telah terungkap di balik layar. Sebenarnya bukan pemimpin, Faust hanyalah kaki tangan Mephisto. Namun dengan kekuatan yang dimilikinya, Faust sudah dapat dikategorikan sebagai salah satu pemimpin Reunion.


Untuk Faust sendiri, dia memiliki postur tubuh sama seperti Mephisto. Faust adalah seorang anak laki-laki. Umurnya mungkin hampir sama dengan Amiya. Sama seperti Mephisto, dia adalah prajurit muda yang sangat berbahaya.


Faust lalu segera melaksanakan tugas yang diberikan oleh Mephisto. Dia membawa beberapa prajurit Reunion untuk menemaninya dalam melacak keberadaan Rhodes Island.


"...Seharusnya misiku kini telah selesai. Tidak ada lagi yang harus dilakukan. Sebaiknya kita harus apa? Pergi berburu mungkin? Tidak, sudah ada orang yang melakukannya. Ayo pergi, kawan. Ada tugas lain yang harus diselesaikan." ucap Mephisto kepada semua prajuritnya.


Semua prajuritnya lalu pergi sesuai dengan perintah yang diberikan oleh Mephisto. Tapi apa yang Mephisto lakukan? Dia hanya diam sambil menatap ke arah perginya prajurit Rhodes Island.


"Ada apa?" tanya salah seorang prajuritnya.


Mephisto berbalik, lalu berkata, "Mari kita melangkah maju dan menyambut era baru!" ucapnya dengan senyum menyeringai.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2