
Tik, tik, tik.. jam terus berdetak tanpa henti. Jikapun dapat dihentikan, bagaimana cara melakukannya? Jam hanyalah bagian terkecil dari waktu. Waktu inilah yang harus diwaspadai. Waktu, tidak akan pernah sudi menunggu manusia untuk berkembang maupun menjadi kuat. Jika lambat, maka mereka akan dibuang. Sama halnya dengan kejadian di Chernobog. Tanda itu telah muncul, awan telah menunjukkan bahwa bencana akan datang.
Apa artinya? Artinya adalah Amiya, dan prajurit Rhodes Island harus bergerak cepat. Mereka tak boleh menyia-nyiakan waktu yang berharga, walau itu hanya untuk satu detik saja.
Sementara itu, beberapa prajurit tampak sangat gelisah. Mereka saling bertanya satu sama lain, apakah mereka akan mati di sini, dan sebagainya. Bencana ini telah mendatangkan kecacatan pada operasi yang dilakukan oleh Rhodes Island. Jika terus begini, maka kinerja pasukan tidak akan bisa mencapai batas maksimal. Bencana ini telah merusak akal sehat prajurit Rhodes Island. Mereka akan lebih memikirkan bencana dibandingkan dengan kemenangan yang menunggu di depan mata.
Bencana adalah fenomena alam yang sangat mengerikan. Semua orang akan memilih untuk berlari sejauh mungkin atau bersembunyi di dalam banker daripada harus menyaksikan bencana menghantam bumi. Yang jelas, bencana lebih mengerikan dibandingkan dengan Reunion dan militer Ursus. Tidak ada yang ingin melihatnya, tidak ada yang ingin bertemu dengannya, dan tidak ada yang ingin mati di dalamnya.
"Hari semakin gelap. Seolah-olah awan menekan langit. Udara masih bersih, tetapi awan gelap tak bergerak. Rasanya semua berkumpul menjadi satu. Bahkan angin berhenti berhembus." guman Amiya sambil menatap ke atas langit.
"Tidak diragukan lagi, bencana akan segera menimpa kota ini. Dilihat-lihat, Chernobog telah lumpuh oleh serangan Reunion. Namun untuk melumpuhkan seluruh kota, persiapan pasti sudah dilakukan beberapa minggu sebelumnya. Apakah Reunion telah mengambil tindakan lain sejak saat itu?" ucap Doberman.
"Itu agak tidak realistis. Berdasarkan apa yang telah kita lihat, Reunion saat ini tidak menunjukkan kontrol yang dibutuhkan untuk melakukan pengambilalihan secara tersembunyi. Sebagian besar pasukan Reunion masih berkeliaran di jalanan, membalas dendam kepada orang-orang Chernobog." balas Ace.
"Ini semua hanya pertempuran, pembunuhan, dan pembakaran yang tidak masuk akal." sambung Amiya.
"Ketika bencana datang, bahkan Chernobog yang kuat akan hancur.. dan berubah menjadi puing-puing yang dipenuhi dengan Originium. Jika ketenaran dan kekayaan yang mereka kejar, Reunion pasti akan gagal."
Note: untuk informasi tentang Originium akan saya jelaskan di episode berikutnya.
__ADS_1
"Bahkan dengan rantai komando Ursus yang berantakan, aku masih ragu bahwa Reunion mampu menghadapi militer mereka. Mengapa militer Ursus belum melakukan serangan balik?" Ace merasakan adanya suatu kejanggalan pada kondisi pemerintah Ursus.
"Dari pengalamanku, ketika kerusuhan.. militer biasanya mampu mengatasinya. Tapi kita baru saja menyaksikan militer Ursus dikuasai oleh musuh." jawab Doberman.
"....." Amiya terdiam.
"Pemimpin Reunion itu mungkin lebih baik daripada yang lainnya. Tapi untuk menghancurkan seluruh kota, tidak mungkin jika dia melakukannya seorang diri. Kecuali.." belum selesai Doberman berkata, tiba-tiba dia terdiam. Doberman tampak memikirkan sesuatu.
Melihat ini, Amiya lalu berkata, "Kecuali apa?"
"Aku banyak bertempur sebelumnya. Aku melihat banyak orang yang bertindak sama seperti pemimpin Reunion. Bagi mereka, prajurit tidak lebih dari pion yang dapat mereka buang begitu saja sepanjang mereka memenuhi tujuannya. Prajurit dapat digunakan secara efisien jika dibutuhkan, dan dibiarkan begitu saja jika tidak diperlukan. Ini wajar mengingat harga biaya pelatihan dan pemeliharaan yang sangat tinggi." jelas Doberman.
Reunion menggunakan orang-orang itu hanya untuk menarik perhatian sehingga membuat militer Ursus saling berpecah belah. Dengan kata lain, mengatasi militer Ursus adalah persoalan yang mudah. Selain kalah jumlah, mereka (militer Ursus) tak memiliki komando yang pasti untuk melakukan perlawanan. Mereka pun kacau, panik, dan mati dengan tragis.
"Jadi, tidak ada pasukan yang tersisa?" tanya Ace.
"Benar. Mereka hanya perlu diberi kebencian atau ketakutan.. dan semua yang perlu dilakukan untuk membuat mereka menjadi gila."
"Jika cara pemimpin Reunion dalam bertindak adalah dengan indikasi bagaimana organisasi dijalankan, itu merupakan langkah yang tepat namun memiliki kecacatan yang jika tidak diatasi.. akan dapat menimbulkan kerugian." sambung Doberman.
__ADS_1
"...Setiap yang terinfeksi dapat bergabung dengan Reunion hanya dengan memakai seragam dan lencana?" tanya penjaga itu.
"Betul. Jadi, itu menjelaskan jumlah mereka yang sangat banyak. Terlalu banyak terinfeksi yang tertindas, mati-matian berusaha untuk bersuara. Betapa pun lemahnya solusi yang ditawarkan Reunion, selama mereka melihat jalan keluar, mereka akan meletakkan hidup mereka untuk mencapainya. Bahkan jika itu artinya mereka harus masuk ke lautan api Neraka." jelas Doberman.
"....." mendengar ini, penjaga itu pun terdiam.
"Dokter Leon, mereka tidak seperti kami. Jika aku tidak sepenuhnya pecaya denganmu, paling tidak aku dapat mempercayai kemampuanmu."
"....."
"Pimpinan semacam itu bukanlah komandan. Mereka yang menginjak musuh dan teman hidup mereka, atau lebih tepatnya anak buah, bahkan mungkin bukan anak buah. Bagi Reunion, para penjahat itu tidak lebih dari pion. Itu bukan pemimpin, tapi tirani." penjelasan yang dikatakan oleh Doberman begitu meyakinkan. Sulit untuk tidak percaya dengan ucapannya.
"Tidak peduli siapa musuh kita, kita akan menyelesaikan misi kita. Seseorang pernah berkata kepadaku dan teman-temanku, jika menghadapi pion, tangkap. Jika menghadapi benteng, tumbangkan. Jika menghadapi ratu, gulingkan." sahut Ace.
Di tengah obrolan ini, kabut asap itu kembali muncul. Kabut asap yang digunakan oleh Reunion kembali menyelimuti Amiya dan prajurit Rhodes Island.
Mungkin Ace tak mengetahui terdapat bahaya yang mengancam di dalam kabut itu, namun Amiya dan Pelatih Doberman tidak pelit informasi. Mereka menyuruh semua prajurit untuk siaga. Jika terdapat gerakan selain mereka di dalam kabut itu, mereka diberi izin untuk langsung menyerang tanpa harus menunggu perintah.
Bersambung.
__ADS_1