
Tepat pukul 01.00pm, akhirnya merekapun sampai. Kedatangan mereka tentu saja mendapat sambutan dari keluarga kecil itu. Ketika melihat El Maria turun dari mobil, benar saja semua bahagia sekaligus tak menyangka.
"Ibu, apa kabar? Octa sangat merindukan Ibu. Puji Tuhan Ibu akhirnya mau berkunjung kerumah kami." Sambut Octa sambil mencium tangan El Maria lalu memeluknya.
"Eyaaang, Rasya senang eyang datang ke rumah Rasya." Tak kalah, Rasya pun menyambut eyangnya itu sambil mencium kedua pipi milik wanita tua itu.
"Ya karena tadi Wina menawarkan eyang untuk mampir ke Bandung." Jawab El Maria sambil tersenyum ke arah Wina
"Euuuummm, sayang Wina dehhh." Ucap Rasya sambil mencium pipi Wina yg sontak saja membuat Wina terkejut.
Mereka semua pun masuk ke dalam rumah sederhana penuh kenyamanan tersebut. Disana, mereka semua bersendau gurau dan ruangan tersebut pun pecah dengan suara tawa.
"Tak ada salahnya juga Wina dipindahkan ke Bandung, dia dapat tersenyum dan tertawa bersama. Dan saya harap kalian menyayangi Wina dan tidak membedakannya dengan Rasya." Ucap El Maria dengan Serius namun santai
Mendengar hal tersebut semua orang yg asalnya tertawa pun menjadi serius.
"Ibu, kami tidak pernah membedakan antara Rasya dan Wina. Kami menyayangi mereka bu, dan Wina memang sudah kami anggap seperti anak kami." Ucap Octa yg agak sedih ketika mengingat sikap pilih kasih yg Wina dapatkan dari Frans dan Hanna.
"Saya juga menjaga Wina dengan sepenuh hati saya bu, saya menyayangi mereka adil." Sambung Justin
"Eyang, udah jangan kaya gitu. Om sama tante jadi masam muka nya tuh. Nanti mereka keriput loh." Saut Wina mencairkan suasana tegang yg mulai terasa
"Ah Wina, kau sudah membahas keriput saja. Tante jadi ingin maskeran wajah nih biar ga keriput." Balas Octa dengan nada bercanda dan suasana pun kembali cair
***
*Keesokan Hari*
Pagi ini semua orang sedang berkumpul didepan meja makan sambil berbincang sebelum mereka memulai kegiatan kembali.
"Eum, Om, Tante, Eyang. Wina duluan ya, takut terlambat." Pamit Wina
"Kamu berangkat naik apa?" Tanya El Maria
"Biasanya diantar sama sopir, tapi Wina mau nyoba naik angkot." Jawab Wina
"Tidak! Kau tidak diijinkan menggunakan angkot! Apa kau tidak tau itu sangat berbahaya?" Larang El Maria tegas
"Tapi eyang, Wina sudah biasa menggunakan angkot. Toh di Jakarta juga Ibu dan Ayah menyuruh Wina pergi ke sekelah menggunakan angkot." Jawab Wina
"Jadi Frans dan Hanna membiarkanmu menggunakan angkot? Kurang ajar dua anak itu. Saya memberikan mereka uang untuk Wina tapi mereka malah nyuruh Wina naik angkot?!" Amarah El Maria pun memuncak
"Sudahlah eyang, Wina jadi urusan Rasya. Mulai sekarang Rasya yg antar jemput Wina." Rasya pun angkat bicara
" Tapi.."
"Gaada tapi tapian, ide bagus Rasya." Ucap El Maria
"Baiklah, Wina dan Rasya berangkat ya." Ucap Rasya sambil mencium satu persatu tangan dari orangtua dan eyangnya itu dan diikuti oleh Wina.
"Ya, hati-hati. Jangan mengebut." El Maria memperingati
Smart Gapyears
__ADS_1
Setelah 15menit perjalanan, akhirnya mereka pun sampai.
"Makasih ya Sya, jadi ngerepotin deh gua." Ucap Wina
"Njir Win kek ke siapa aja, udah sana nanti telat. Gua juga mau otw kampus nih." Suruh Rasya
"Ok bye." Akhirnya Rasya pun pergi dan Wina pun masuk ke dalam ruangan.
"Hallo Wina cantik, apa kabar nih?" Belum juga sempat Wina duduk, Asep sudah menyapa nya dengan senyuman.
Asep memang seorang pria tampan dan menjadi incaran beberapa wanita yg ada ditempat itu.
"Baik." Jawab Wina singkat sekaligus memberikan senyuman kilas pada Asep dan tentu saja membuat pria tersebut tersipu malu
"Manis banget sih Win." Ucap Asep sambil duduk disampingnya
"Dikira gua gula kali ya manis katanya." Gumam Wina dalam hati
Tak lama akhirnya tutor mereka pun datang dan kegiatan belajar mengajar pun berlangsung.
Dua jam berlalu dan berakhirlah kegiatan belajar mengajar ditempat tersebut.
Rasya dimana? Gua udah pulang nih.. -Wina
Bentaran Win, 30 menit lagi gua nyampe ya.. -Rasya
"Hm, lama juga. Mending ke perpustakaan aja kali ya biar ga gabut." Gumamnya sambil melangkahkan kakinya menuju perpustakaan
Ketika dia mulai membaca buku, ada seorang lelaki yg hampir terjatuh karna tersandung kaki Wina
"Sorry, sorry." Ucap Wina
"Eh eum, gpp. Maaf gua nya aja yg ga ngeliat kalo ada kaki lu disitu." Jawab lelaki tersebut yg terlihat seumuran dengan Wina
"Eh hehe, justru kaki gua yg nakal nih hampir ngebuat lu jatuh. Oh ya, sorry ya. Kenalin gua Alwina Mayangsari." Ucapnya memperkenalkan diri sambil mengulurkan tangan
"Gua Sandytya Marq Lequeza." Balas pria tersebut sambil menyambut tangan Wina yg terulur
" Namanya kaya yg dari luar tu. Turunan ye?" Tanya Wina
"Iya nih, dari Germany. Nenek gua sih, gua nya udah produk Indonesia." Jawab Sandy
"..."
"Btw, yg muka nya bule banget elu nih. Bule asli ya lu? Tapi ko fasih bahasa Indonesia ya." Tanya nya berkali kali
"Iya, gua turunan Belanda. Lahir dan besar di Belanda, umur 3 tahun baru pindah ke Indonesia." Jawab Wina
"Masih suka ke Belanda?" Tanya Sandy
"Kadang sih kalo liburan, eyang gua sih yg ngajak." Balas Wina
Mereka pun terus berbincang hingga tak merasakan waktu yg berlalu begitu cepat.
__ADS_1
Tak disadari ada sepasang mata yg sedang menatap mereka berdua, ya Rasya.
"Win. Nyesek!" Gumamnya
Rasya pun masuk kedalam perpustakaan dan menghampiri Wina
Wina pun menyadari kehadiran Rasya
"Eh sya, ko udah nyampe ga nelfon gua dan tiba-tiba ada disini?" Tanya Wina
"Dih jadi gua yg lu salahin, gua nelfon lu ga lu angkat bego. Chat juga kagak lu read." Jawab Rasya
"Masa sih lu ngehubungin gua.. ASTAGA 15 PANGGILAN TAK TERJAWAB DAN ADA 80 UNREAD MESSEGE." Kaget Wina
"Dah yu balik." Ajak Rasya kecut
"Eum San, gua balik dulu yo." Pamit Wina pada Sandy yg dibalas dengan anggukan dan senyuman oleh Sandy
Dimobil tidak ada yg berbicara dan malah membuat Wina gereget dan gemas karna tidak biasanya Rasya diam seperti ini.
"Sya, ko lu diem aja sih. Ada masalah atau apa sih? Gaenak tau di diemin." Akhirnya Wina pun angkat bicara
"Ga apa-apa." Jawabnya singkat
"Dih aneh lu ya, ngapa sih bego?" Tanya Wina lagi sambil memegang pipi Rasya
(Menarik Nafas) "Kesel aja gua, dah ah gua lagi fokus." Jawab Rasya
Tentu saja jawaban itu tidak membuat Wina puas
"Ada yg aneh." Gumamnya
Big thanks buat readersku terzeyeng dan tercintaa♡♡
Tetap pantengin cerita Rusak ya, btw kasih masukan dong hehe.
Ingat menggunakan bahasa yg positive dan sopan ya..
Juga like dan comment nya sangat amat ku tunggu..
Kayanya aku cuma bisa update satu part dulu deh huhu😭 Ini aku juga abis tes toeic:(
Cerita dikit deh, tadi pas tes toeic bagian listening eh si suaranya gegerebekan dong:( ga jelas gitu kek cuma suara bass yg besar:( Jadi ngerjainnya tu ya sambil pelongo kaya orang bego:(
Btw see u in the next part~
-JINTALAKS-
Entah harus berkata apa, tapi pada awalnya kita tetap sama.
Sebuah rasa yg tak dapat bersatu, hanya meninggalkan jejak luka yg mendalam yg kemudian menimbulkan bekas...
-Rusak2019, 23 November 3:04PM.
__ADS_1