
"Nngh.." saat ini, para medic tengah merawat Misha demi menghentikan gejala oripathy yang terjadi di tubuhnya.
"Ada apa dengannya?" tanya Exusiai.
"Ini adalah gejala akut dari oripathy. Tapi ini baru seminggu..!!" ujar Amiya dengan wajah lesuh.
"Apakah gejala oripathy benar-benar ada? Franka, bagaimana kondisimu?" ucap Liskarm.
"Kenapa? Kau mengkhawatirkanku?" tanya Franka.
"Amiya, jika Franka mati, tolong.. aku harap Rhodes Island bersedia untuk mengkremasinya."
"Hei! Kau jahat, Liskarm!" tegur Franka.
"Bukankah kau selalu membicarakan tentang penularan terinfeksi kepadaku? Aku hanya ingin mencegahnya saja."
"Hahaha.." Amiya merasa bahwa Liskarm sengaja mengejek Franka untuk menghangatkan suasana. Namun Amiya tahu bahwa sekarang bukan waktu yang tepat untuk bercanda.
Amiya meminta mereka untuk diam dan mulai menjelaskan situasi yang terjadi pada Misha, "Perbedaan antara tipe akut dan kronis adalah topik yang agak rumit. Namun saat ini, kondisi Misha sangat berbahaya. Jika kita tidak melakukan penanganan, maka kondisi ini dapat mengancam nyawanya. Yang bisa kita lakukan adalah dengan memberinya perawatan darurat. Sebisa mungkin.. kita harus menghentikan gejala yang terjadi pada Misha. Kita harus memberitahukan hal ini kepada Lungmen. Setelah ini selesai, kita akan membawa Misha ke Rhodes Island. Bagian ini adalah tanggung jawab kita."
"Um.. apakah dia akan meledak?" tanya Exusiai.
Mendengar ini, plak.. Texas langsung memukul kepala Exu dengan keras, "Aduh.. sakit! Kenapa kau memukulku?!"
"Jaga omonganmu." tegur Texas.
"....." Exusiai terdiam sambil sesekali mengusap benjolan di kepalanya.
"Jika suatu saat nanti.. aku akan meledak, aku pastikan aku akan merayap kepadamu." ucap Franka.
"M - Maaf! Aku tidak ada maksud untuk berkata begitu! Nona Franka, maaf atas segala perbuatan yang kulakukan selama ini!"
"Prfftt.." Franka tampak menahan tawa.
Keadaan kembali kondusif. Candaan dari mereka mampu membuat seluruh prajurit terlarut ke dalam ketenangan yang hakiki. Franka dan Exu, dua orang itu.. benar-benar menghayati peran mereka sebagai seorang badut.
Kesenangan ini hanya berlaku sementara. Jika tugas memanggil, atau mungkin mereka bertemu Reunion, mereka akan langsung bersiap siaga.
__ADS_1
"Mari kita bawa dia ke tempat aman." ucap Liskarm, "Ngomong-ngomong.. sepertinya kita punya masalah." sambungnya sambil menoleh ke belakang.
...*****...
Untuk menemukan prajurit Rhodes Island yang berhasil kabur, pasukan Reunion menggeledah semua rumah di daerah kumuh. Namun aksi ini ditolak oleh para terinfeksi. Pasalnya mereka masuk dengan seenaknya, menghancurkan pintu bahkan prabotan yang tidak perlu, atau mungkin sebagai pelampiasan atas kekecewaan mereka karena gagal menangkap Rhodes Island.
"Apa yang kau lakukan?! Pergi!" seru seorang terinfeksi.
"Kita semua terinfeksi di sini, jangan paksa kami menggunakan kekerasan! Minggir!" balas seorang prajurit Reunion.
"Kau telah menghancurkan rumah kami, dan sekarang kau membawa L.G.D. ke sini?! Omong kosong macam apa itu?! Kau..!! Dasar bodoh, minggir! Arghh.. sekarang kau melakukannya!"
...*****...
"Apa kita akan ikut campur? Akhirnya kita berhasil kabur dari mereka. Tapi jika kita membantu mereka, kita akan ketahuan." ucap Franka.
"Dengan menolong mereka, apakah ini akan menghalangi misi kita?" tanya Liskarm.
"Tentu ini akan mengganggu, tapi.. masalah serius atau tidaknya aku masih tidak tahu." jawab Franka.
"Kalau begitu, ayo kita lakukan. Selama situasinya menyakinkan, kita harus bisa menyelamatkan para terinfeksi." sahut Amiya.
"Apa maksudmu, Nona Franka?" tanya Amiya.
"Jangan khawatir. Aku hanya memujimu."
"Amiya, dia tidak tulus. Dia memujimu hanya agar bisa akrab denganmu saja." jelas Liskarm.
"Jangan asal bicara! Memang darimana kau bisa tahu?"
"Mungkin karena kau menyebalkan." jawab Liskarm.
"...Sudahlah. Ini saatnya memberi pelajaran kepada mereka." ucap Franka.
"Ya. Hati-hati dengan musuh yang bersembunyi di gedung-gedung. Mereka bisa saja melompat dan menyergap kita. Sebagai tambahan, pastikan untuk melindungi penduduk Lungmen yang terinfeksi!" sahut Amiya.
"Permintaanmu cukup banyak. Tapi, aku akan mengatasinya." ucap Texas.
__ADS_1
"Baiklah, ayo! Dokter Leon, pastikan pimpin aku dan Texas dengan baik!" sambung Exusiai.
Seperti biasa, pertempuran antara dua kubuh itu tak dapat lagi dihindarkan. Dengan medan yang terjang, banyaknya warga sipil dan pasukan Reunion yang menyebar.. membuat pertemuan menjadi semakin sengit. Walau harus mengeluarkan tenaga ekstra, namun setidaknya gelar pemanang berturut-turut masih dipegang oleh Rhodes.
"Terima kasih.. terima kasih banyak." ucap seorang terinfeksi.
"Di sini tidak aman. Kalian harus pergi." balas Amiya.
"Pergi..? Ke mana lagi kami harus pergi? Tempat ini adalah rumah kami satu-satunya. Tapi sekarang.. hancur.."
"Maaf."
"Ini bukan salahmu."
...*****...
"Aku tidak menyangka Reunion, yang menyatakan diri mereka sebagai penyelamat para terinfeksi, justru menyerang kaum mereka sendiri. Itulah.. yang kusebut sebagai publisitas yang buruk." ucap Exusiai.
"Aku yakin penyusupan ini sudah direncanakan oleh Reunion. Selain itu, tidak sedikit para terinfeksi yang bergabung ke dalam Reunion." ujar Texas.
"Hm.. mereka lebih percaya kepada Reunion dibandingkan Rhodes Island." sambung Exusiai.
"Rhodes Island tidak pernah memberikan janji palsu. Banyak terinfeksi yang menerima tawaran Reunion, tanpa mereka sadari mereka hanya masuk ke dalam ilusi. Tak banyak orang yang dapat melihat ilusi itu. Di antara mereka yang dapat melihatnya, kebanyakan rela menyerahkan segalanya untuk secerah harapan samar-samar itu. Kau pikir.. siapa yang akan percaya kepada kelinci kecil (Amiya) kita, yang terlalu baik untuk menipu orang lain?" jelas Franka.
"....." Amiya terdiam.
"...Aku percaya kepadanya." ucap Misha.
"Misha..?" Amiya tampak terkejut, "Hati-hati! Kau tidak boleh banyak bergerak dulu!"
"Aku hanya sedikit.. pusing. Jangan khawatir. Apakah Reunion.. masih mengejar kita? Aku tidak tahu apa yang mereka inginkan dariku."
Untuk menghindar dari kejaran Reunion, mereka harus pergi dari daerah kumuh itu. Untuk itulah, Misha mendekat ke Amiya.. lalu berkata, "Ayo.. Amiya."
"...Aku mengerti. Ayo kita pergi. Sebentar lagi, kita akan keluar dari daerah kumuh dan bertemu dengan L.G.D. Terima kasih, Misha."
"Tidak. Aku.. yang seharusnya berterima kasih."
__ADS_1
Bersambung.