
Setelah menjalankan operasi singkat itu, mereka bergegas melaporkannya kepada Chen. Kenyataan bahwa L.G.D. kehilangan Reunion sudah tak dapat dipungkiri lagi. Tapi paling tidak, L.G.D. berhasil menangkap sebagian dari mereka. Mereka yang tertangkap dibawa ke ruang introgasi, terpisah satu sama lain, terus dilontarkan pertanyaan demi menggali informasi sebanyak mungkin.
"Bu.." ucap seorang Agen L.G.D.
"Bicaralah."
"Sebagian besar pasukan Reunion telah kabur."
"Nyonya Chen, kami juga selesai di sini." sambung Amiya.
"Tsk.. mengenai tersangka Reunion yang kita tangkap beberapa hari yang lalu, apakah kita mendapatkan informasi dari mereka?"
...*****...
Tempat itu sangat gelap, hanya diterangi oleh pencahayaan yang minim, sekecil harapan mereka yang sirna. Agen L.G.D., tampak menginstrogasi seorang prajurit Reunion. Beberapa pertanyaan pun dilontarkan oleh Agen L.G.D. itu. Hanya beberapa pertanyaan yang berhubungan dengan rencana dan mengapa Reunion datang ke Lungmen.
"....."
__ADS_1
"Apakah kau tahu crossbow ini?" tanya Agen L.G.D. itu setelah meletakkan sebuah crossbow milik Reunion di atas meja.
"....." tak menjawab, prajurit Reunion itu hanya diam.
"Kau dapat menggunakannya, 'kan? Apa struktur amunisinya? Bagaimana cara kerjanya? Apa yang kau lakukan di daerah kumuh? Apa yang kau lakukan di Lungmen?"
"....."
...*****...
"...Tidak ada. Mereka tidak mau berbicara sepatah kata pun. Atau mungkin.. mereka memang tidak tahu apa-apa, seperti prajurit Reunion lain yang kita kalahkan. Mereka mungkin hanya boneka." jawab Agen L.G.D. itu.
"Siap!"
"Apakah L.G.D. pernah menahan prajurit Reunion sebelumnya?" tanya Amiya.
"Kami tidak dapat mengatakannya dengan pasti. Pada akhirnya, ini hanya spekulasi." jawab Chen. Chen lalu berbalik dan berkata, "Hubungkan aku dengan Hoshiguma! Bagaimana keadaan Divisi Operasi Khusus? Apakah mereka masih kualahan oleh seorang terinfeksi?" tanyanya kepada Agen L.G.D. itu.
__ADS_1
"Reunion tampaknya telah mundur juga. Inspektur Hoshiguma khawatir dengan kemungkinan jebakan dan mencoba menyingkirkan semua risiko yang ada."
"Hmph.. hanya satu orang. Mereka pikir siapa diri mereka?! Datang dan pergi seenaknya?!" Chen tampak kesal, "Kau seharusnya sudah tahu apa misi berikutnya, Amiya." sambung Chen.
"Kita akan dapatkan kembali Misha?"
"Betul. Ini akan menjadi operasi gabungan. L.G.D. akan memimpin, sedangkan Rhodes Island akan bertanggung jawab atas pengintaian dan penyergapan. Misimu selesai sepanjang kau dapat menahan Reunion untuk mundur."
"Dimengerti."
Perintah telah diberikan. Sebagai pemimpin pasukan, Amiya bertanggung jawab untuk memberikan kabar ini serta memimpin pasukannya untuk melakukan pengintaian, sesuai dengan perintah Nyonya Chen.
Sayangnya.. terdapat kecacatan dalam operasi ini. Tidak hanya L.G.D., pertempuran di daerah kumuh telah memberikan kerugiaan kepada Rhodes Island. Mengingat mereka adalah samsak Reunion, dan banyaknya prajurit yang terluka, ini merupakan masalah bagi mereka. Untuk itulah, diskusi harus dilakukan untuk mendapatkan keputusan yang tepat.
"Jika kita mencari musuh.. bukankah kita juga berisiko ketahuan? Saat ini, kita tidak punya bantuan yang cukup untuk pasukan pengintai kita. Kita tidak dapat melakukannya sendirian." ujar Franka.
"Kita harus menyerahkannya kepada profesional. Franka, tolong hubungkan aku dengan Penguin Logistics. Kita akan butuh bantuan dari Exusiai dan Texas." ucap Amiya.
__ADS_1
Setelah berhasil dihubungi, Amiya meminta mereka untuk melancak/mengintai keberadaan prajurit Reunion. Amiya yakin bahwa mereka belum jauh dari sini. Reunion telah memisah pasukannya menjadi beberapa kelompok. Inilah alasanya.. Reunion pasti akan menunggu agar mereka dapat berkumpul kembali. Selama belum berkumpul, mereka tidak akan pergi dari Lungmen.
Bersambung.