Rusak

Rusak
Tyrant ll


__ADS_3

Tak ada kejelasan dalam misi ini. Selagi ada kesempatan, akan mereka gunakan dengan sebaik mungkin. Misi ini diawali dengan membereskan pasukan Reunion yang tersisa, yang terus mengejar mereka tanpa henti. Setelah semuanya beres, mereka lalu melanjutkan pelarian.


"Kita berhasil! Kita tidak hanya terlepas dari Reunion, tapi bencananya juga mulai berhenti. Walau begitu, kita masih berada dalam situasi yang buruk. Semuanya, tetap waspada!" sahut Nearl.


"Bencana.. telah membuat sebagian besar bangunan roboh. Ini merepotkan karena bangunan yang runtuh menghalangi semua jalur kita." ucap Amiya.


Mineral yang disebut originium dapat ditemukan di daerah yang terkena bencana. Setelah bencana melanda Chernobog, Chernobog dipenuhi oleh ratusan originium berbahaya yang tumbuh di setiap sudut jalan dan bangunan. Entah bagaimana ini bisa terjadi, tak ada seorang pun yang ingin membicarakannya.


"Originium itu mulai menyebar dengan cepat. Kita hampir sampai, namun semua batu itu menghalangi jalan kita! Jika kita bisa.." belum selesai Doberman berkata, tiba-tiba dia terdiam. Perhatiannya teralihkan oleh sekumpulan pasukan Reunion yang berjalan menuju ke arah mereka.


"...Mereka datang!" seru Nearl.


"Apa-apaan ini?! Reunion, mereka mengejar kita?!" ucap penjaga itu.


"Mereka.. sangat banyak."


"Mereka tidak hanya mengejar kita. Mereka.." ucap Doberman.


"...Ada di mana-mana!" sambung Nearl.


"Dari plaza, jalanan, bahkan puing-puing bangunan. Lihat jumlah mereka! Ini menjelaskan kenapa mereka tidak takut pada bencana sama sekali, kecuali bagi mereka yang sudah hancur. Bahkan jika kita menganggap bencana telah menghabisi setengah pasukan mereka, mereka masih memilki banyak pasukan yang dapat membunuh kita setiap saat!" jelas Doberman.

__ADS_1


"Jangan berhenti Kita harus bergerak menuju ke jalan keluar! Berhenti di area terbuka seperti ini hanya akan mengancam keselamatan kita!" sahut Nearl.


"Nearl.. " guman Doberman.


"Kita harus bertempur! Setelah kita berhasil menerobos barisan mereka, kita akan menyelinap secara diam-diam."


"Apa kau yakin cara ini akan berhasil?" tanya Amiya.


"Kecil kemungkinannya, tapi kita tidak punya pilihan lain. Tidak peduli sebanyak apa pasukan yang mereka miliki, yang jelas mereka tidak lebih dari sekumpulan penjahat jalanan! Tetap tenang! Bersiap bertempur! Posisi bertahan!"


"Tsk.. dengan pasukan sebanyak itu, tidak ada seorang pun yang dapat menghalangi mereka untuk mengambil alih Chernobog." ujar Doberman.


"Mereka terlalu banyak! Bagaimana Reunion menemukan terinfeksi itu?" tanya Nearl.


Anehnya.. dengan jumlah pasukan sebanyak itu, tak ada satu pun dari mereka yang menyerang prajurit Rhodes Island. Walau Doberman, Nearl, dan para prajurit lain telah bersiap akan serangan yang mungkin bisa datang kapan saja, tak ada tanda-tanda perlawanan dari mereka. Melihat ini, mereka (Rhodes Island) pun terheran-heran. Tidak mungkin jika mereka hanya berdiri di sana sambil menatap Rhodes Island yang sudah babak belur.


"Kita terkepung! Apa ini..? Aku tak pernah meminta hormat dari Reunion." keanehan ini telah menghantui pikiran Doberman. Mereka tak bergerak, formasi mereka begitu rapih. Barisan itu mirip seperti pasukan tentara yang selalu mengisi upacara kemerdekaan.


"Seluruh plaza.. dikerumuni oleh pasikan Reunion!" sahut penjaga itu, "...Mereka berhenti bergerak." sambungnya.


...*****...

__ADS_1


Barisan utama membuka formasi mereka. Para prajurit yang berada di sana, langsung bergabung dengan barisan lainnya. Dari dalam sana, sesosok wanita itu kembali muncul. Dia berjalan.. menghampiri Rhodes Island dengan hormat dari seluruh pasukan Reunion. Seperti menyambut orang paling berpengaruh, raja dari semua raja, dan paling ditakuti.. kesan seperti itu dapat ditemui pada mereka yang memberi hormat.


"Hanya seseorang yang mendekati barisan pertahanan! Kenapa orang itu.. berjalan menuju kita sendirian? Apa mereka mengirim utusan? Aku rasa tidak.." ucap penjaga itu.


"Dia.. berdasarkan informasi dari mata mata kita, dia.. " belum selesai Amiya berkata, tiba-tiba Nearl menyela ucapannya. Nearl mengatakan suatu kiasan yang terdengar mengerikan.


"...Ada aroma aneh dari tumbuhnya.."


"Nearl.. " guman Doberman.


"Aku tidak dapat menyentuhnya, tapi.."


Wanita itu mendekat dan semakin mendekat. Bukan hanya kehadirannya saja yang mampu membuat bulu kuduk berdiri, namun aroma tubuhnya yang begitu khas sangat menusuk indra penciuman Rhodes Island. Bukan bau harum, ataupun bau busuk yang tercium..melainkan lelehan besi.


"...Ini bau besi dan sulfur. Seperti sesuatu yang terbakar. Jika ini benar api, maka.."


"Semua operator.. tingkatkan kewaspadaan! Orang itu adalah.." ucap Amiya.


"...Penguasa Reunion.." sambung Doberman.


"...Talulah." saat menyebutkan nama itu, Amiya mengalami tekanan batin. Mengatakan nama itu tidak semudah yang dikira. Sesuai dengan namanya, Talulah.. dan apa yang dia miliki atas Reunion. Ini sangat mengancam keselamatan prajurit Rhodes Island.

__ADS_1


"Aku memperhitungkan.. apinya cukup kuat untuk menelan seluruh bumi!" bisik Nearl sambil menatap Talulah dengan sorot mata tajam.


Bersambung.


__ADS_2