Rusak

Rusak
Decision - Keputusan


__ADS_3

Amiya begitu syok setelah tahu bahwa Misha memutuskan untuk bergabung dengan Reunion. Ini semua di luar ekspentasinya, yang di mana Amiya sangat berharap bahwa Misha ingin bergabung dengan Rhodes Island. Percuma mencegahnya karena Misha sendiri telah menentukan pilihannya. Bergabung dengan Reunion dan berjuang bersama para terinfeksi adalah cara Misha untuk menebus semua dosa selama ini.


"....." Amiya terdiam.


"Berbahaya kehilangan fokus di medan perang." ucap Chen sambil berjalan menghampirinya.


"Maaf. Aku hanya.. tidak mengerti.."


"Reunion telah membuat bunker di dalam tambang yang tidak terpakai. Perempuan itu, W, juga kabur ke sana." jelas Chen. Saat Chen menoleh ke Amiya, dia terlihat begitu tak berdaya. Amiya begitu terpukul atas perginya Misha dari jalan kebenaran. Demi mencegah terjadinya hal yang buruk, Chen memberinya beberapa waktu untuk menenangkan diri, "...Aku bisa memberi waktu jika kau butuh waktu untuk sendirian. Namun, L.G.D. tidak punya banyak waktu untuk disia-siakan. Hoshiguma, kumpulkan yang lain."


"Misha.." batin Amiya sambil menatap ke arah ponsel itu, "Nyonya Chen, aku punya keresahan."


"Keresahan?"


"W adalah seorang pakar peledak. Terdapat kemungkinan besar bahwa dia telah memasang jebakan di medan perang. Saya khawatir.. akan ada banyak korban jiwa dari serangan ini. Saran saya adalah.. memperbolehkan agar Rhodes Island menyusup ke dalam tambang sementara pasukanmu menyiapkan pengepungan. Kami akan menghalau pasukan Reunion, dan kalian dapat menangkapnya. Bagi mereka yang menolak untuk menyerah, akan kami tangani dengan cara kami sendiri." jelas Amiya.


"Seberapa yakin kau mampu menghadapi perempuran itu?" tanya Chen.


"Saya tidak yakin, namun kami dapat menanggung risiko itu. Kami pernah bertarung dengannya. Dari pertarungan itu, setidaknya kami dapat mengerti gaya bertarungnya. Ada beberapa risiko.. yang tak dapat ditanggung oleh L.G.D."


"Kita juga tidak boleh melupakan tujuan misi kita."


"....."


"PC94172, panggil pasukan dan kepung tambang itu! Hoshiguma, bawa beberapa pasukan bersamamu. Masing-masing dari kita akan membawa satu pasukan dan bergerak bersama Rhodes Island. Hoshiguma, kau dan Rhodes Island akan berpisah dan jepit mereka. Hancurkan pangkalan operasi mereka, dan hancurkan pertahanan mereka. Aku akan menangani pangkalan senjata. Demi lungmen kita harus.. membawa Misha kembali."


"...Dimengerti." ucap Amiya.


"Aku akan mengumpulkan operator kami." sambung Chen.


Saat Chen tengah sibuk menjelaskan rencananya kepada seluruh pasukannya, Hoshiguma melihat adanya gerakan dari pasukan Reunion. Mereka bergerak dengan cepat di pinggir tambang. Tentang ke mana pergi dan apa tujuan mereka, hanya mereka seorang yang tahu.


"Chen, ada sekelompok kecil pasukan Reunion berjalan di pinggir tambang. Mereka bergerak sangat cepat. Aku akan pergi, kalau tidak kita akan kehilangan mereka." ucap Hoshiguma tanpa menoleh. Hoshiguma terus mengawasi pasukan itu dengan sorot mata tajam.


"Cepat. Jangan sampai lolos!" balas Chen.


Saat Hoshiguma hendak pergi, Amiya langsung menahannya. Bukan bermaksud untuk melarangnya, Amiya hanya ingin memberikan sebuah info yanf dapat digunakan oleh Hoshiguma dalam pengejarannya.


"Ah, Nyonya Hoshiguma, tunggu sebentar. Saat mereka menyergap kami, mereka menyembunyikan beberapa caster di antara pasukan mereka. Saya sarankan untuk membawa dua operator kami, Franka dan Liskarm untuk ikut bersamamu. Mereka sangat berpengalaman dalam menghadapi caster." ujar Amiya.

__ADS_1


"Tidak masalah."


"Baiklah. Mari kita lakukan ini, oke?" ucap Franka.


"Bagaimana denganmu, Amiya? Dokter Kal'tsit mengatakan kepada kami untuk.." belum selesai Liskarm berkata, Amiya langsung menyelanya. Amiya menjelaskan bahwa dengan adanya bantuan dari Penguin Logistics, tidak ada yang perlu dikhawatirkan.


"Penguin Logistics bersamaku, jadi aku akan baik-baik saja."


"Rencana yang bagus." tambah Hoshiguma.


"Aku tidak bisa menekan hal ini, tapi jangan terlalu keras kepala. Kembalikan jika situasinya semakin memburuk." Chen kemudian menoleh ke Amiya dan berkata, "Amiya?"


Hanya sekadar mengingatkan bahwa Amiya masih memiliki tugas yang harus diselesaikan. Sementara Hoshiguma, Franka, dan Liskarm mengejar pasukan itu, Amiya beserta operator lain akan masuk ke dalam tambang.


"Saya tahu. Kita tidak punya banyak waktu. Ini tidak seperti di Chernobog. Kali ini, giliran kita untuk menghentikan Reunion!" sahut Amiya dengan tegas.


...*****...


Sementara itu, di tempat lain, Skullshatterer terbaring sekarat tanpa seorang pun dapat menyembuhkannya. Satu orang yang dapat menyembuhkannya adalah Mephisto, namun dia menolak datang dan memilih untuk mengurus rencana lain.


W menyindir bahwa pasukan itu telah kehilangan semua keinginan untuk bertarung dan meminta Misha untuk mengikutinya ke tempat yang aman. Namun, Misha tidak setuju.


"Kita tidak dapat mengandalkan orang itu. Lagi pula, dia tidak pernah peduli kepada teman-temannya." balas W.


"....." mendengar ini, prajurit Reunion A pun terdiam.


"Jangan menyalahkan dirimu untuk sesuatu yang tak dapat kau kendalikan."


"Terima kasih telah melindungi kami, W. Setidaknya, kami dapat membawanya kembali."


"Jika kau ingin berterima kasih, maka lakukanlah melalui tindakanmu."


"Tentu. Kami akan melindungi jalan keluarmu. Namun, aku punya satu permintaan. Berjanjilah untuk selalu menjaga Misha."


"Tentu. Lagi pula.."


Di tengah obrolan mereka, di mana perjanjian tengah dibuat, Misha tiba-tiba datang dan meminta mereka untuk pergi. Pergi dari sana agar dia dapat menghabiskan waktu bersama kakak laki-lakinya, Alex yang kini berada di ambang kematian.


"Aku masih berguna untukmu, 'kan?" ucap Misha.

__ADS_1


"Kami.." prajurit Reunion A kehabisan kata-kata.


"Biarkan aku sendirian bersama Skullshatterer. Aku akan.. mengurusnya."


"Tapi.. baiklah. W, berjanjilah. Ada janji yang harus kau tepati."


"Aku tahu, aku tahu." balas W.


Prajurit Reunion A lalu pergi meninggalkan Misha sendirian bersama Skullshatterer yang terbujur kaku tak berdaya. Namun, tidak untuk W. Dia memilih menetap dan.. kembali melakukan tindakan tercelanya.


"Aku bilang.. biarkan aku menghabiskan waktu dengannya sendirian."


"Tapi kau harus pergi."


"....." tak menjawab, Misha hanya diam sambil menatap kakaknya yang terbujur kaku tak berdaya.


"Lungmen dan Rhodes Island bisa datang setiap saat. Aku pikir orang-orang di sini juga akan mati. Ya ampun, sungguh dilema. Misha, akan ada lebih banyak orang yang mati karenamu. Kasihan sekali."


"Kau membuatku bingung, W. Kau tidak akan mendapatkan apa pun dariku."


"Woah.. menyeramkan. Kau tahu, gadis kelinci itu tampaknya sangat peduli kepadamu. Tapi, Chen berbeda. Dia tidak akan memberi ampun kepada siapa pun. Mungkin dia akan mengampunimu, karena dia membutuhkanmu. Tapi kau sudah melihat Ursus dan tahu apa yang akan terjadi selanjutnya, 'kan?"


"....."


"Belum terlambat untuk ikut bersamaku. Walaupun.. kau masih harus melihat semua teman-temanmu mengorbankan diri mereka. Aku pikir itu takdir mereka. Sungguh menyedihkan."


"....."


"Ah, benar. Walaupun kau sudah melihat semua yang terjadi.. kau tahu, bagaimana caraku mengatakannya? Aku sungguh tidak punya tenaga yang tersisa untuk membawa Skullshatterer kembali ke Chernobog."


"Diam!"


"Aku hanya mengatakan yang sebenarnya. Maksudku, sudah tidak ada yang bisa diharapkan di tempat seperti ini. Cepat dan beritahu aku saat kau telah menjernihkan pikiranmu, oke?"


Merasa situasi mulai memanas dan tak ingin mendapatkan masalah, W lalu pergi dari sana. Namun di sisi lain, ucapan W telah mempengaruhi Misha untuk berani bertindak. Tindakan yang dianggapnya benda dan dapat menghapus seluruh dosanya. Misha memutuskan untuk.. menjadi sesosok yang lebih berguna. Di mana ada harapan, di situlah Misha akan datang.


"Tidak.. aku berjanji aku akan.. membuat Skullshatterer kembali hidup. Skullshatterer tidak mati.. Skullshatterer tidak dapat mati. Jika dia di sini, dia akan melindungi kami.. semuanya. Aku tahu.. hanya ini yang akan dia lakukan. Semua sepertiku, kami semua terinfeksi. Aku juga.. bagian dari mereka. Aku tidak punya tempat untuk pergi. Semuanya.. harus dilindungi. Ini.. warisan Skullshatterer."


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2