Rusak

Rusak
Running Wild - Berlari Liar


__ADS_3

"Dokter, sebelumnya aku pernah mengatakan bahwa kita semua mengidap suatu penyakit, 'kan? Penyakit ini sangat ganas dan mampu merenggut nyawa kita. Tapi, dibalik kengerian itu, penyakit ini telah memberikan kita kekuatan yang sangat luar biasa. Sebagai contoh, aku bisa menggunakan Sihir Originium tanpa bantuan tongkat. Namun, penyakit ini tidak hanya merusak tubuh kita, tapi juga telah merenggut kesempatan hidup yang ada pada kita. Dahulu kita hidup sebagai masyarakat yang beradap. Namun setelah kita terinfeksi, mau tidak mau kita dipaksa untuk membuang selogan itu." jelas Amiya.


"Chernobog telah menjadi contoh dari peradaban ini. Takut, membenci, diasingkan, dan dibuang dari masyarakat." sambung Amiya dengan wajah lesuh.


"Dan.. inilah akhirnya." tambah Nearl.


"Salah satu hal yang paling mengerikan adalah berapa banyak para penginfeksi yang diberi pilihan untuk memilih di antara kita, Reunion, atau organisasi lain? Sebagian besar dari mereka telah kehilangan segalanya. Mungkin.. klinik ini adalah tempat yang nyaman sehingga beberapa dari mereka menyebutnya dengan rumah."


"Tidak ada lagi obat yang bisa digunakan untuk menyembuhkan oripathy. Paling tidak untuk sekarang, para penginfeksi akan mati di dalam keputusasaan. Dan tubuh mereka yang membusuk akan menjadi sumber baru bagi alam untuk menyebarkan oripathy. Dengan kekuatan tidak normal yang dimiliki oleh mereka dan penyakit menular yang mematikan, para penginfeksi adalah orang yang paling dibenci di planet ini."


"......" dokter terdiam.


"Dokter, Anda mungkin tidak akan bisa memahami semuanya hanya dengan mendengar penjelasan dari saya, tapi saat dokter melihat akibat dari semua permasalahan ini dengan mata kepala dokter sendiri.. dokter pasti akan mengerti. Dokter akan melihat bahwa hidup sebagai seorang penginfeksi adalah hal yang tak pernah diingkan oleh semua orang. Mereka hidup dalam kenyataan pahit, selalu tertindas, dan masih banyak lagi."


Amiya berat mengatakan semua itu pada dokter, namun Amiya tahu bahwa apa yang dia lakukan adalah pilihan yang tepat. Amiya merasa bahwa dokter harus mengetahui semua ini. Bukan hanya demi kebaikannya saja, namun demi kebaikan semua orang termasuk Rhodes Island dan para penginfeksi.


"Rhodes Island menekankan kesetaraan, sementara Reunion berpusat kepada para penginfeksi. Namun, organisasi seperti kita begitu sangat langka. Aku mengerti kenapa kau marah, tapi memang sulit untuk tidak bersimpati pada klinik kecil ini." ucap Doberman.


"...Aku mengerti. Mungkin mereka tengah menghadapi krisis yang jauh lebih besar dibandingkan dengan apa yang bisa mereka tangani." tambah Ace.


"Bagaimanapun juga, kita harus bisa meninggalkan kemarahan kita, bersama dengan klinik ini." sambung Doberman.

__ADS_1


"Rhodes Island dipenuhi dengan orang-orang baik. Meskipun kemarahan dan permusuhan telah menciptakan keretakan di antara kita, aku percaya bahwa semua kesalahpahaman akan selesai selama kita menanggapinya sebagai sebuah keluarga. Atau mungkin.. Rhodes Island adalah Azazel dalam versi lain?" ujar Amiya.


"Amiya.." guman penjaga itu.


"Ayo kita pergi, Dokter." sahut Amiya.


Mereka lalu pergi dan melajutkan perjalanan. Angin berhembus kencang, petir bergemuruh, ini adalah tanda bahwa bencana akan datang. Cara terbaik untuk keluar dari Chernobog tanpa ketahuan oleh Reunion adalah dengan terus berjalan di bawah bayang-bayang. Namun situasi yang mendesak memaksa mereka untuk memutar otak agar dapat segera pergi dari Chernobog. Mengingat bencana akan datang, Doberman lalu mengusulkan sebaiknya mereka pergi menuju jalan utama.


Doberman tahu bahwa rencana ini terdengar sangat gila. Jika mereka pergi menuju jalan utama, Reunion pasti akan menemukan mereka. Maka dari itu, musyawarah harus dilakukan untuk menentukan langkah yang harus diambil selanjutnya.


"Waktu yang tersisa kurang dari satu jam. Tidak ada waktu bagi kita untuk memutar. Jika kita terus berada di sini, kita akan terperangkap di tengah bencana. Kita harus memotong area ini. Namun, mustahil bagi kita untuk menyembunyikan pergerakan dengan pasukan sebanyak ini. Kemungkinan disergap saat melewati jalan sempit sangat besar." jelas Doberman.


"Apa rencananya?" tanya Nearl.


"...Kita hanya harus mengalahkan mereka." jawab dokter.


"Secara individu, Reunion bukanlah tandingan kita. Namun perlu diingat bahwa mereka selalu menyerang secara berkelompok." balas Doberman.


"Seandainya saja kita dapat memanfaatkan kecepatan untuk menekan laju sambil terus menghindari pertempuran besar, terdengar seperti ide yang bagus bukan? Kita akan menyerbu mereka, mengacaukan formasi mereka, menghancurkan pangkalan mereka, dan aku yakin mereka pasti akan mundur dengan cepat." ujar Nearl.


"Akan jauh lebih mudah menghadapi musuh yang dapat terlihat daripada terjebak di antara puing-puing bangunan. Untuk keputusan akhir.. berada di tangan dokter. Amiya?" setelah berkata, Doberman lalu menoleh ke arah Amiya. Doberman berharap Amiya menyetujui gagasan ini.

__ADS_1


"Situasi sangat jelas. Saya percaya kepada keputusan dokter." jawab Amiya.


"...Kepercayaan tidak mudah didapatkan hanya dalam sekali pertempuran. Aku sangat memikirkan dokter, Amiya. Tentu tidak ada salahnya jika kau mau belajar dari dokter. Tapi ingat, kau tidak boleh terus bergantung pada orang lain. Suatu saat nanti, kau harus bisa mengambil keputusanmu sendiri." ucap Doberman.


"Aku tahu."


Dokter yang melihat ini pun terheran. Doberman terus menekan Amiya tanpa henti. Namun, semua orang tahu bahwa sikap seperti ini pantas diberikan kepada para operator muda agar mampu membangun kepribadian yang matang. Terutama Amiya, yang merupakan seorang pemimpin Rhodes Island tentu diwajibkan untuk memiliki sikap kepemimpinan agar dapat mengambil keputusan.


"Dokter, jangan salah paham. Aku tidak bermaksud untuk menyulitkanmu. Tapi aku harap kau mengerti bahwa Amiya adalah seorang gadis muda yang tengah dalam masa pertumbuhan. Jika kau diposisiku, kau pasti tidak akan membiarkannya untuk terus bergantung kepada orang lain. Namun, ketahuilah bahwa aku sudah mengakui kemampuanmu sebagai seorang komandan."


"Terima kasih." balas dokter.


"Kau tak perlu formal begitu. Kita adalah teman sepejuang. Sudah sepatutnya jika kita saling menolong satu sama lain. Setidaknya di medan tempur, aku mempercayakan nyawaku kepadamu." Doberman mengakhiri ucapannya dengan senyum kecil.


"Terdapat sebuah pepatah kuno Kazimierz yang berbunyi, kematian akan terus mengejar jika kita memilih untuk berhenti dalam berjuang. Aku tidak ingin menjadi orang itu, orang yang mati tanpa melakukan perlawanan. Aku akan terus berjuang hingga titik darah penghabisan." sahut Nearl.


"Kazimierz Kninght memiliki harga diri yang sangat tinggi. Sesuai dengan zirah dan pedang yang kau bawa itu. Itu membuatmu terlihat seperti seorang kesatria sejati." ucap Ace.


"Tidak perlu memujiku."


Sebuah keputusan telah diambil. Mereka sepakat untuk melawan Reunion. Jumlah pasukan Reunion yang sangat banyak tak menjadi masalah bagi Rhodes Island dalam bertempur. Lagi pula target mereka hanyalah satu, mereka mengincar pasukan di barisan tengah untuk membuka jalan agar dapat keluar dari Chernobog.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2