Rusak

Rusak
4


__ADS_3

Sabtu pukul 7:36am dikediaman keluarga Justin Leonardo.


"Wina, kamu sudah menyiapkan apa yg harus kau bawa kan?" Tanya Octa


"Sudah tante." Jawab Wina


"Ah Win, masa lu udah balik lagi ke Jakarta sih. Baru juga gua seneng ada elu." Rengek Rasya


"Lah sya, besok juga balik lagi ke Bandung gua." Jelas Wina yg membuat wajah Rasya kembali ceria


"Bener ya, awas aja kalo bohong." Rengeknya lagi yg membuat mama dan papa nya tertawa melihat tingkah Rasya dan Wina


"Yaudah, Wina pamit dulu ya. Bye tante, bye Rasya." Ucapnya sambil mencium tangan Octa dan mencubit pipi Rasya


"Hati-hati ya sayang, berkabar kalo sudah sampai rumah. Salam buat mama dan papa ya sayang." Tutur Octa sambil mencium kening keponakannya tersebut


"Baik tante." Jawabnya


"Awas ya Win kalo ga balik lagi, ngambek gua." Ancam Rasya pada Wina


"Iya Rasya." Jawab Wina sambil terkekeh melihat tingkah sepupunya itu.


Wina merasa sangat terharu atas perlakuan yg dilakukan oleh keluarga Om nya tersebut, karena perlakuan tersebut tidak pernah ia dapatkan dari kedua orangtua nya. Jangankan untuk bersendau gurau, hanya sebatas sapa pun tak pernah ia dapat.


5 jam lama nya perjalanan yg ditempuh akhirnya mereka pun sampai.


Rumah mewah yg tampak tidak berpenghuni karena keheningan yg tercipta. Ya, rumah tersebut memang indah tampaknya, tetapi banyak kejadian kejadian yg terjadi yg tidak pernah Wina ketahui.


Tidak bisa dipungkiri, Wina sangat merindukan kedua orangtuanya. Walau seringkali dia tidak pernah dianggap kehadirannya, tetapi rasa sayang kepada Ayah dan juga Ibu nya sangatlah dalam.


"Om makasih ya udah nganterin Wina, yuk mampir dulu sebentar buat istirahat." Tawar Wina yg di iyakan oleh Justin


Mereka berdua memasuki rumah tersebut, diruang tamu dari rumah tersebut, terlihat ada empat orang yang sedang duduk. Suasananya begitu tegang dan canggung.


Orang orang tersebut adalah, Ayah Wina, Ibu Wina, Richard dan juga Eyangnya.


"Selamat siang Ayah, Ibu, ka Richard, Eyang." Sapa Wina


"Ehh cucu eyang sudah datang, sini sayang eyang mau peluk." Sambut eyangnya tersebut ketika mengetahui orang yg sedari tadi dia tunggu akhirnya datang


Wina pun menghampiri eyangnya itu dan memeluknya dengan lembut, ada tatapan tidak suka yg terpancar didalam mata sang ibu.


"Bu." Sapa Justin

__ADS_1


"Eh ada anak ibu juga, baik hati sekali mengantarkan cucuku kemari. Sini sayang, Ibu merindukanmu." Ucap El Maria kepada Justin


"Ah ibu, Wina itu sudah aku anggap sebagai anakku sendiri. Jadi wajar saja kalau Justin mengantarnya." Jelasnya sambil memeluk tubuh wanita paruh baya yg sangat ia cintai


"Ibu, mengapa ibu sangat pilih kasih antara Wina dan Richard?" Gerutu Hanna tak terima.


"Pilih kasih dalam hal apa?" Tanya El Maria sambil menatap sangar mata Hanna


"Eh, eum, tidak bu." Jawabnya sambil menunduk ketakutan.


"Apa perlu saya bongkar semua hari ini? Mudah saja, Wina akan saya bawa ke belanda dan semua yg kalian punya akan saya cabut. Masih berani komen?" Ancam El Maria yg membuat Frans dan Hanna bergetar ketakutan


"Tidak bu, maafkan istri saya." Ucap Frans


Plakkk...


Ternyata El Maria mendaratkan tamparannya kepada Frans dan juga Hanna yg membuat Wina sangat terkejut.


"Eyang, Wina mohon jangan sakiti Ayah dan Ibu. Lebih baik eyang tampar Wina sepuas hati eyang." Ucapnya dengan isakan tangis


"Kalian lihat kan betapa sayangnya dia terhadap kalian?! Sedangkan Richard! Dia hanya menonton tanpa membantu! Dan kalian masih merasa saya pilih kasih? Sampai saya tau kalian menyakiti Wina, gaakan saya tinggal diam. Dengan mengirim Wina ke Justin sudah membuat saya begitu kecewa. Dan sekarang kalian malah bilang saya pilih kasih?! ******* kalian." Amarah El Maria sudah tidak bisa tertahan, bagaimana tidak, Wina dikirim ke bandung tanpa ijin darinya.


"Eyang, itu semua karna Wina gagal menempuh PTN. Pantas saja Ayah dan Ibu kecewa dan mengirim Wina untuk tinggal bersama om Justin. Toh om Justin merawat Wina dengan baik dan benar." Jelas Wina sambil memeluk tubuh El Maria.


"Tidak ibu, tunggu. Aku masih bisa merawat Wina, jangan ibu berikan hak Wina kepada Justin." Pinta Frans


"Baiklah, ibu beri kalian satu kesempatan lagi." Tegas El Maria


"Wina sialan, hanya karna dirimu saya bertengkar dengan ibu." Gumam Hanna kesal didalam hati.


***


Minggu, Pukul 6:46am Wina sedang membereskan barangnya untuk kembali ke Bandung.


Masuklah sosok wanita dengan tatapan tidak suka ke arahnya


"Kamu senang ya Ayah dan Ibumu disiksa seperti itu?" Geramnya kepada Wina


"Tidak bu, Wina tidak senang." Jawabnya


"Lalu mengapa kau mengadu kepada eyangmu itu? Apa ini yg kau inginkan? Menyakiti kedua orangtuamu? Cih! Dasar anak tidak tau diri." Ucap Hanna sambil meludahi Wina lalu pergi meninggalkan Wina.


Namun ia tak menyadari bahwa El Maria sedang memperhatikan mereka secara diam-diam. Tentu saja apa yg barusan dia lihat dan dia dengar membuatnya begitu marah dan kesal.

__ADS_1


Didalam kamar, Wina hanya menangis atas apa yg telah diucapkan oleh ibu nya tersebut.


"Why God? Why my parents hate me so much? Bahkan mereka marah atas hal yg tidak pernah aku lakukan. Mengapa tidak ada rasa sayang yg ku rasakan dari kedua orangtuaku? Apakah dengan adanya aku membuat mereka tersiksa? Lalu mengapa ibuku melahirkan aku jika dia membenciku?" Gumamnya dalam hati berserah kepada Yang Maha Kuasa.


Tiba-tiba masuklah El Maria kedalam kamarnya, sesegera mungkin ia menghapus air mata yg sempat terjatuh tadi.


"Eh eyang, ada apa?" Sapa nya sambil melukiskan senyuman palsu


"Mengapa kau menangis sayang?" Alibi El Maria yg memang kenyataannya dia sudah tau sebab mengapa Wina menangis, hanya saja dia ingin Wina jujur kepadanya.


"Tidak eyang, aku tadi hanya kelilipan saja. Aku tidak menangis." Bohongnya sambil memeluk tubuh wanita tersebut


"Hanya umur eyang saja yg bertambah, kecantikan eyang tidak pernah berkurang sedikitpun." Jujurnya


Memang walau umurnya sudah menginjak hampir 90tahun, tetapi tubuhnya, wajahnya masih sangat muda.


Mereka pun bersendau gurau bersama


"Eyang, Wina mau pamit ke Bandung. Eyang sampai kapan disini?" Tanya Wina


"Eyang kesini hanya ingin melihatmu nak, apakah kau baik baik saja atau tidak. Eyang juga ikut ke Bandung nanti." Jelas eyangnya itu


"Benarkah? Ahhh Wina sangat bahagia jika eyang ikut ke Bandung. Berarti Wina ada teman, dan Rasya pasti terkejut degan datangnya eyang." Jelasnya dengan wajah yg ceria begitu ia mengingat Rasya, bagaimana ekspresinya begitu mengetahui bahwa eyangnya akan datang.


Sekitar pukul 09.00am, mereka pun berangkat dari Jakarta menuju Bandung. Benar saja, El Maria ikut bersama mereka. Mereka berangkat dengan menggunakan mobil Justin, ya, Justin menjemput mereka dan betapa senangnya ia begitu mengetahui bahwa El Maria akan mengunjungi rumahnya.


Karna selama ini, belum sama sekali El Maria mengunjungi rumah Justin. Sebab biasanya jika dia datang dari Belanda ke Indonesia dia hanya akan tinggal di Jakarta bersama dengan Wina.


***


Hallo readerskuuu, semoga kalian menyukai karyaku dan dimohon untuk komen dalam memberi kritik dan saran.


Saya ingin Kritik dan Sarannya menggunakan bahasa yg santun dan menyangkut hal hal positif


Jangan lupa Like dan Komen. Kalo mau terus mantengin cerita Rusak, boleh lah masukin ke favoritenya kalian heheh.


-JINTALAKS


Bahkan untuk hal kecil sekalipun aku tidak layak untuk mengetahuinya.


Untuk cinta yg tulus pun tidak berhak aku dapatkan.


-Rusak2019, 17 November 1:48pm.

__ADS_1


__ADS_2