
Situasi yang mendesak memaksa mereka untuk bertarung dengan Reunion. Tidak sulit untuk mengalahkan mereka, mereka hanya pasukan dengan jumlah kecil. Reunion telah membagi pasukannya memjadi beberapa kelompok saat datang ke daerah kumuh Lungmen. Dengan persiapan yang matang, informasi mengenai kondisi daerah kumuh, bahkan rencana B dan C telah mereka pikirkan dengan sangat baik.
Sebanyak apa pun mereka mengalahkan pasukan Reunion, mereka terus saja berdatangan. Rhodes Island tidak punya banyak waktu untuk meladeni hal seperti itu. Lagi pula, jika mereka memilih untuk melawan daripada melarikan diri, mereka akan dalam bahaya besar. Mereka tidak tahu seberapa banyak pasukan Reunion yang tersebar di daerah kumuh Lungmen. Jika mereka sampai berkumpul, ini akan menimbulkan kerugian besar pada Rhodes Island. Untuk saat ini, tidak pilihan lain selain kabur dan terus bersembunyi.
Setelah berhasil kabur, mereka bersembunyi di dalam bangunan kosong.
"Semua aman. Kau benar, mereka datang dengan penuh persiapan. Kita harus mengambil langkah yang akan kita lakukan selanjutnya." ucap Franka.
"Huh, huh, huh.. siapa orang-orang itu?" dalam umur yang terbilang muda, terus berlarian tanpa arah seperti ini adalah problem bagi Misha. Mereka hanya berputar-putar, sebisa mungkin mengindar dari Reunion yang kini telah menyebar ke seluruh daerah kumuh. Misha kehabisan tenaga, nafasnya begitu terengah-engah. Jika ini terus berlanjut, dia hanya akan menjadi beban.
"Semunya, mohon lebih cepat." sahuf Amiya.
"Amiya, kita dikejar dari belakang. Apa kita punya waktu untuk melakukan serangan balasan?" tanya Liskarm.
"Tidak untuk sekarang. Lebih baik menghindarinya dan menjauhi pertempuran tidak penting.."
"Lupakan masalah keselamatan. Aku butuh rute yang dapat mengeluarkan kita dari daerah kumuh ini kepada Nyonya Chen. Reunion sudah membuntuti kita. Semakin banyak daerah yang harus kita lindungi, maka semakin besar juga bahaya yang mengintai!"
__ADS_1
"Gampang. Aku punya rute yang tidak mungkin terpikirkan oleh musuh." ucap Exusiai.
"Kau punya sesuatu?" tanya Liskarm.
"Tentu. Tapi aku harus melihatnya terlebih dahulu untuk memastikan apakah infoku dapat diandalkan atau tidak."
Tim pengintai sudah berusaha keras untuk membuat peta daerah kumuh Lungmen, namun untuk saat ini.. peta tersebut sudah tidak dapat digunakan. Setiap rute yang dibuat oleh mereka adalah jalan umum yang sering digunakan untuk berlalu lalang. Fakta bahwa Reunion telah memenuhi semua jalanan adalah penyebab peta yang tadinya merupakan barang berharga, kini hanya menjadi sampah.
Dalam kondisi seperti ini, satu-satunya orang yang dapat diandalkan adalah Exusiai. Dengan keahliannya, Exusiai mampu menemukan jalur tercepat hanya dalam hitungan menit. Untuk keamanannya, tidak dapat dipastikan. Exusiai tidak pernah menjamin bahwa jalurnya akan aman dari musuh.
"Baik. Aku akan kembali. Jika kau butuh sesuatu, silakan hubungi Agen Penguin Logistic!"
Untuk memenuhi keperluan mereka, Exusiai harus melihat semua rute daerah kumuh dengan matanya sendiri. Tidak dengan pensil, penggaris, atau bahkan selembar kertas, Exusiai akan menunjukkan kepada Rhodes Island bagaimana Penguin Logistics bekerja. Dia hanya perlu mengamati.. kemudian menarik simpulan berdasarkan keahlian dan pemikirannya yang logis.
Disisi lain, Misha tak pernah menduga bahwa hari di mana dia terlibat dalam pertempuran sipil akhirnya datang. Kebingungan, penasaran, takut.. Misha sangat membenci perasaan itu. Misha lalu memberanikan diri untuk menanyakan tujuan mereka kepada Amiya.
"Bolehkah aku bertanya.. ke mana kita akan pergi?" tanya Misha.
__ADS_1
"Kita akan bertemu L.G.D. Mereka akan melindungimu."
"...Hah? L.G.D.?" Misha begitu terkejut.
"Misi kami saat ini hanyalah untuk membawamu ke L.G.D. dengan selamat, dan mereka akan melindungimu."
"Aku hampir saja percaya.. kalau kalian di sini adalah untuk melindungiku." kesalahpahaman yang terjadi antara Misha dan Amiya telah mengembalikan rasa kecurigaanya kepada Rhodes yang sebelumnya telah hilang.
"Tidak, kami bersungguh-sungguh. Tujuan awal kami hanyalah untuk meminta Lungmen mempercayakan semua terinfeksi kepada kami. Tapi setelah mendengar laporan kami, L.G.D. tiba-tiba meminta kami untuk menyerahkanmu kepada mereka. Di samping itu.. di Lungmen, kau akan aman di bawah perlindungan mereka. Jika kami tidak segera bertindak, kau akan berada dalam bahaya besar. Banyak terinfeksi yang mengejarmu menggunakan lambang Reunion." jelas Amiya.
"Aku tidak tahu apa-apa tentang Reunion yang kau bicarakan, tapi.. aku tahu siapa itu L.G.D. dan aku tahu bagaimana mereka memperlakukan para terinfeksi. Jika tujuanmu sejak awal hanya ingin menangkapku, kenapa kau tidak mengatakannya saja."
"Maaf.. tapi, itu memang bukan tujuan kami. Aku tahu bahwa masih ada kesalahpahaman yang harus diselesaikan. Tidak peduli seburuk apa pun pemikiranmu tentang kami.. untuk sekarang, ikutlah dengan kami. Keselamatanmu lebih utama daripada perasaanmu. Jika aku punya kesempatan, aku akan menjelaskan semuanya kepadamu. Selain itu, ada beberapa hal yang ingin kuketahui.."
"....." Misha terdiam.
Bersambung.
__ADS_1