
Franka, Liskarm, dan Hoshiguma menampilkan bakat mereka di medan perang. Setelah bergabung dengan pasukan Amiya yang berhasil menembus pintu depan, satu-satunya rintangan yang tersisa di depan adalah..
"Kita telah menembus barisan pertahanan musuh!" ucap Franka.
Pasukan gabungan Rhodes Island dan L.G.D. mulai berkumpul dan segera menerobos/masuk ke dalam tambang. Kedua pihak saling entrok dan terjadilah pertempuran yang sengit. Apa pun yang Reunion miliku, tanpa bantuan dan pimpinan Skullshatterer, mereka takkan bisa menandingi kekuatan besar dari pasukan gabungan itu.
"Apa yang para caster lakukan? Walau hanya ada satu musuh di barisan depan, kenapa mereka hanya melihatnya menghancurkan kita?! Cepat, cepat! Bawa dia keluar!" ucap prajurit Reunion A.
"Franka, kau di luar jangkauan! Aku tak bisa memberimu perlindungan dari sini!" sahut Liskarm.
"Apakah aku terlihat ceroboh di matamu?"
"Awas arah jam 4!" dengan sigap, Liskarm berlari dan segera melindungi Franka dari serangan Reunion.
"Liskarm, saatnya kau tampil. Jadilah anak manis dan tahan serangan jarak jauh dari musuh. Bisa, 'kan?"
"Tsk.."
"Cepat! Lebih cepat! Fokuskan untuk mengalahkan orang yang memakai pedang dahulu!" sahut prajurit Reunion A.
Selagi Franka sibuk mengurusi Liskarm dan pasukan Reunion lainnya, prajurit itu kemudian berlari dan segera menebasnya dari belakang. Namun saat pedang itu ditebaskan, serangannya mampu ditahan oleh Hoshiguma.
"Apakah kita berhasil? Hah..?!" prajurit Reunion itu terkejut menjadi serangannya berhasil ditahan oleh Hoshiguma.
"Jangan coba-coba. Kalian sebut itu serangan, atau kalian hanya melempar ranting dan batu?" ucap Hoshiguma.
"D - Dari mana dia datang?!"
"Aku berhutang padamu, Kapten!" ucap Franka.
"Dengan senang hati. Tapi, Franka, tugasmu hanya melancarkan serangan tipuan. Malah, kau bertempur di sini. Sekarang kau menjadi sasaran mereka. Apakah tidak apa-apa?"
"Tentu. Lagi pula, aku mempunyai partner yang bisa dipercaya!"
Mereka terus memukul mundur pasukan Reunion yang kini berada diambang kehancuran. Tanpa adanya perintah, formasi mereka menjadi kacau balau. Jika terus begini, Reunion akan benar-benar kembali menjadi sekelompok penjahat jalanan yang lemah. Disisi lain, Franka tampak menikmati pertempuran dengan penuh antusias. Dia terus maju dan terus maju agar dapat mengalahkan lebih banyak Reunion.
"Ugh.. gah.. Franka, kau maju terlalu jauh!" sahut Liskarm.
"Lihat? Dia mengejar kita." balas Franka.
"Aku tidak terbiasa dengan hal seperti ini. Kenapa kau membuatku maju ke musuh? Aku tidak mengerti."
"Sial! L.G.D. dan Rhodes Island bekerja sama! Tidak mungkin kita dapat mempertahankan tempat ini." ucap prajurit Reunion B.
"Kita tidak boleh ragu. Lakukan atau mati. Semuanya, serang!" balas prajurit Reunion A.
"Musuh berlari ke arah kita!" seru Hoshiguma.
Tanpa adanya Skullshatterer, perintah, strategi, dan harapan.. pasukan Reunion hanya bertarung di dalam keputusasaan. Sebesar apa pun usaha mereka untuk melindungi diri sendiri dan teman-temannya, mereka tahu bahwa ini tidak akan berhasil. Saat ini, mereka butuh lebih dari tekat, sesosok pemimpin yang dapat menuntun mereka keluar dari situasi mengerikan ini.
"Matilah!!" dari caranya berteriak, prajurit itu benar-benar telah kehilangan api semangatnya. Dia bahkan tidak tahu apa yang sedang dia perjuangkan.
"Jika kalian menolak, kalian tidak memberiku pilihan lain. Jangan tersinggung." ucap Hoshiguma.
"Kau..! Aaaaaaaargh..!!"
__ADS_1
Tanpa belas kasih, Hoshiguma lalu memukul tentara Reunion dengan perisai Hannya-nya.
"Nyonya, Anda.. sungguh kuat. Para Reunion itu.. sepertinya ini bukan hari keberuntungan mereka." ucap Liskarm.
"Mereka punya keberanian untuk menyerang kita seperti itu. Aku merasa tidak enak kepadanya. Mereka seharusnya meminta maaf kepada semua orang yang mati di tangan mereka."
Pertempuran telah usai. Tidak ada lagi pasukan yang tersisa di dalam tambang. Tak lama setelah itu, Amiya datang menghampiri mereka. Amiya memberitahu bahwa dia bersama pasukannya telah menghancurkan sayap pertahanan musuh. Sekarang, mereka hanya perlu mencari Misha di dalam tambang (bisa disebut sebagai kamp ataupun bunker).
"Inspektur!" ucap Amiya.
"Aku senang melihat kalian baik-baik saja." balas Hoshiguma.
"Kami telah menghancurkan sayap mereka! Langkah selanjutnya adalah meluncurkan serangan habis-habisan kita."
"Tidak masalah."
"Semuanya tampak berjalan lancar." sambung Texas.
"Ini mungkin tidak akan bertahan lama. Musuh telah menyiapkan banyak jebakan dan melakukan tindakan yang bijak untuk tetap bersembunyi. Amiya, bersiaplah untuk pertempuran yang sulit. Dokter Leon, pastikan Anda mengawasi semuanya dengan seksama dan lindungi pasukanmu!" ujar Hoshiguma.
"Tentu! Semuanya, ayo kita selamatkan Misha bersama-sama!" sahut Amiya.
Franka menelusuri kamp, tetapi tidak menemukan jejak Misha. Kala itu, Franka tak menyadari bahwa tempat di mana dia berada adalah tempat yang digunakan untuk membaringkan Skullshatterer yang telah mati. Namun Skullshatterer tidak ada di sana. Justru tanpa dia sadari, di dalam kegelapan.. Skullshatterer yang telah mati.. diberikan kesempatan untuk berdiri sekali lagi.
"Jangan biarkan mereka lewat! W seharusnya sudah kabur dengan Misha..! Kita tidak bisa membiarkannya!" sahut prajurit Reunion A.
Lelah terus bertarung, Hoshiguma lalu menggunakan tamengnya untuk menerobos pertahanan musuh. Dia bagaikan badak yang menerobos barikade dan menuntut atas punah alam liar.
"Minggir! Apa kalian mau mati?!" seru Hoshiguma sambil berlari ke arah mereka.
"Ohh.. gaya bertarung buas itu mengingatkanku pada seseorang dari Rhodes Island. Mereka memiliki banyak kesamaan, 'kan?" ucap Franka.
"Franka, jangan hanya berdiri di sana! Cepat lakukan sesuatu!" sahut Liskarm.
"Tentu, tentu."
"Hah, sepertinya semua legenda tentang Lungmen's Inspector itu benar.." ucap Exusiai.
"Tetap fokus." balas Texas.
"Hei, aku tidak hanya.." saat Exusiai sedang sibuk berbicara, dia melihat beberapa caster Reunion singgah di atas atap gedung di dekatnya. Kemungkinan mereka akan menyergap Hoshiguma yang bertarung di garis depan. Untuk mencegah hal itu, Exusiai lalu menembaki mereka dengan senjatanya.
"Argh..!!"
"Lihat pasukan musuh di lantai dua? Aku menemukan mereka terlebih dahulu!"
"Kerja bagus."
"Hehe.. ayo pergi. Kita tidak bisa membiarkan klien kita menangani semua ini sendirian."
...*****...
Selagi Hoshiguma mengurus pasukan Reunion, Franka terus mencari Misha di berbagai tempat. Namun pencarian ini tidak membuahkan hasil. Hingga kini Franka masih belum dapat menemukan Misha di mana pun.
"Franka, apa kau sudah menemukan Misha?" tanya Amiya.
__ADS_1
"Aku tidak bisa menemukannya di mana pun. W mungkin.. sudah membawanya pergi." jawab Franka.
"Tsk.. tidakkah menurutmu itu terlalu cepat.."
Tiba-tiba.. duar..!! Mereka mendengar suara ledakan keras yang berasal dari luar (permukaan).
".....? Apa itu.. ledakan? Franka, kumpulkan pasukanmu. Kita harus membantu L.G.D.!" sahut Amiya.
Duar.. tidak hanya sekali, namun ledakan itu terdengar berulang kali. Merasa khawatir dengan pasukan L.G.D., Amiya lalu bergegas naik ke permukaan.
"Rhodes Island.. hati-hati! M - Musuh itu.. mereka.." ucap seorang Agen L.G.D.
"Apa yang terjadi? Katakan kepadaku! Musuh.. apa?! Itu.. bagaimana mungkin?!" setelah melihatnya, kini Amiya tahu dari ledakan itu berasal. Pasukan L.G.D. menghadapi orang yang sama, orang yang telah dibunuh oleh Amiya. Dia adalah..
"...Apa? Tsk.. apakah ini semacam tipu muslihat?" Chen tampak kesal.
"...Ini keajaiban! Ini keajaiban!" sahut beberapa prajurit Reunion.
"Kenapa..?" Amiya hanya diam selayaknya patung yang ditaruh di medan perang.
"Jangan hanya diam saja di sana! Berlindung!" seru Chen.
Duar.. peluru granat yang ditembakan oleh.. meledak di dekat Amiya, tapi dia berhasil berlindung tepat waktu.
"Kita telah dikirim keajaiban! Apakah itu kau..? Itu benar-benar kau! ...Dia baik-baik saja! D - Dia sehat kembali! Skullshatterer masih hidup! Skullshatterer! Itu benar-benar kau! Horee..!!"
Walau persenjataan, pakaian, label Reunion, dan status yang sama.. namun kali ini Skullshatterer muncul dalam wujud yang berbeda. Dia muncul di dalam kegelapan sambil terus menembaki pasukan gabungan itu. Sorakan pasukannya dan ledakan yang tercipta dari pelurunya, bagaikan kembang api kebahagian yang menyambutnya di medan perang.
"Mungkinkah.. tidak mungkin.."
"Semangat juang Reunion telah meningkat sejak kemunculan kembali pemimpin mereka. Akan lebih sulit untuk menekan mereka sekarang." ujar Chen.
...*****...
"Skullshatterer, situasinya mengerikan. Tapi setidaknya, kau telah kembali kepada kami. Aku sangat lega.. aku sangat, sangat senang. Misha seharusnya sudah pergi dari sini." ucap prajurit Reunion A.
"....." tak menjawab, Skullshatterer hanya diam.
"Sekarang, kita bisa bertarung tanpa penyesalan!"
"...Aku akan tetap di sini dan menahan mereka. Kalian semua harus pergi. Aku akan melindungi kalian semua."
"Skullshatterer, apa yang kau bicarakan? Bukankah kau berjanji bahwa kita akan kembali ke Ursus bersama-sama? Kita masih harus memberi mereka pelajaran!"
"...Jaga dirimu. Jangan mati."
...*****...
"Tidak.. tidak mungkin."
"Cepat dan pergilah! Hoshiguma, hubungi pasukan L.G.D. yang berada di luar sekarang! Kita telah menetralisir sebagian besar jebakan dan penyergapan. Pimpinan musuh, W, dan target masih tidak ditemukan. Saat ini, kita ubah tujuan misi! Kepada semua pasukan, masuk dan kalahkan Reunion!" sahut Chen kepada seluruh pasukannya.
"Kenapa.. kenapa ini terjadi? Tidak.."
Bersambung.
__ADS_1