Rusak

Rusak
Falling Objects - Benda Jatuh ll


__ADS_3

"Ayo cepat!" sahut Texas.


"Nona Misha! Ikuti kami!" ucap Amiya.


Sebelum orang itu mendekat, mereka langsung kabur dari tempat itu. Mereka terus melangkah maju tanpa arah yang jelas. Saat ini, prioritas utama mereka adalah kabur dari sergapan Reunion dan memastikan Misha tetap aman.


"Bagaimana bisa.." guman Misha sambil sesekali menoleh ke belakang.


"Lewat sini, cepat!" sahut Texas.


"Di sini berbahaya! Hati-hati, mereka masih mengejar kita!" ucap Franka.


Setelah berlari cukup jauh, mereka lalu memutuskan untuk beristirahat di sebuah rumah kosong. Setidaknya jika suatu saat mereka bertemu dengan Reunion, mereka memiliki cukup energi untuk kabur dari kejaran Reunion.


Tak hanya Rhodes Island, saat menyadari bahwa Reunion adalah sekelompok terinfeksi, Misha pun terkejut bukan main. Perselisihan antara orang normal dengan para terinfeksi memang sering terjadi, tapi jika para terinfeksi berselisih dengan para terinfeksi.. ini baru aneh. Selama hidup, Misha tak pernah melihat kejadian seperti ini, di mana orang-orang yang bernasib sama saling serang satu sama lain.


"Apakah mereka juga..??" tanya Misha.


"Iya. Reunion.. mereka juga.. terinfeksi." jawab Amiya.


"...Kenapa? Kenapa para terinfeksi menyerang satu sama lain?"


...*****...


Sementara itu, jauh dari tempat persembunyian Rhodes Island.


"...Skullshatterer, kenapa kau membiarkan mereka pergi?" tanya seorang prajurit Reunion.


"Jangan khawatir. Mereka tidak akan bisa lari. Akhirnya aku menemukan.. tidak, tidak. Dia akhirnya.. datang kepadaku." balas Skullshatterer.

__ADS_1


"....."


...*****...


Rute yang diberikan Exusiai, yang kemudian digunakan oleh Texas untuk menunjukkan arah jalan, rute itu justru mengarah ke daratan tinggi Lugmen. Ini berbeda dengan tujuan awal mereka, di mana setelah mendapatkan Misha, mereka akan mengantarkannya kepada L.G.D. melalui saluran bawah tanah.


"Kita sampai." ucap Texas.


"Kau serius?" tanya Franka.


"Sepertinya begitu."


"Tapi.. rute ini mengarah ke atas, 'kan? Bagaimana ini bisa menolong kita?"


Tut.. walkie talkie Amiya berbunyi kencang. Itu adalah panggilan dari Exusiai. Dia memintanya untuk pergi ke atas sebelum Reunion menemukan mereka.


"Exusiai? Kau yakin?"


"Percayalah, aku tidak akan mengac.. aku tahu jalan lungmen dengan sangat baik."


"Ayo ke atas." ucap Texas.


"Bukankah itu.. sama saja dengan membiarkan musuh menangkap kita?" tanya Franka.


"Jika kalian tidak cepat.. mungkin Reunion akan menemukan kalian." jawab Exusiai.


"Tck.. tunggu, kalian pergi dulu. Aku akan mengelas gerbang masuk agar Reunion tidak bisa masuk."


Franka.. dibantu oleh beberapa prajurit Rhodes Island menyegel gerbang masuk untuk menutupi jejak mereka. Cara ini diharapkan dapat menghambat pengerakan atau mungkin menghilangkan jejak mereka dari Reunion. Selagi Franka menyegel gerbang masuk, Amiya bersama prajurit tersisa pergi menuju titik pertemuan.

__ADS_1


Agar tidak tersesat, P.L. selalu memberi tanda di setiap sudut jalan yang dilewati oleh mereka. Dengan ini, Rhodes Island tak perlu lagi berputar-putar untuk mencari jalan keluar.


"Ada logo penguin di tangga, apakah ini tempatnya?" ucap Amiya.


"Tentu. Jalan terus dan belok ke kiri, kemudian naik ke atas tangga." jawab Exusiai melalui walkie talkie.


"Itu akan mengarahkan kita ke sebuah bangunan. Bukankah tujuan kita adalah pergi ke bawah tanah?" tanya Amiya.


"Tidak, tidak. Aku hanya mengatakan bahwa kalian harus pergi ke atas, tidak lebih."


"...Atas? Kau yakin.. dia dapat dipercaya?" ucap Liskarm.


"Apa pun pilihannya, selama kami dapat sampai ke tujuan, maka kami akan mengambilnya. Itu adalah moto yang dianut oleh Penguin Logistics. Kau hanya perlu mencoba jasa kami. Kau pasti akan suka." jelas Texas.


"....." Liskarm terdiam.


Setelah melalui banyak rintangan, akhirnya mereka sampai di titik pertemuan. Memang melelahkan, tapi setidaknya harga ini sebanding dengan hasilnya. Penguin Logistics telah berhasil mengamankan mereka dari kejaran Reunion.


"Huh, huh..!! Maaf, Misha.. apa kau lelah?" ucap Amiya.


"....." tak menjawab, Misha hanya diam.


"Fyuh.." bukan hanya Texas, tapi semua orang sangat kelelahan. Setelah mengusap keringatnya, Texas menoleh ke arah dokter dan berkata, "Hei, kau. Apakah kau Dokter Leon dari Rhodes Island?"


"....." dokter terdiam.


"Kau sepertinya tidak suka menaiki tangga."


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2