
Dalam kondisi yang lelah, tanpa peringatan dari siapa pun.. mereka diserbu oleh Penguin Logistics. Exusiai dan Texas mampu menembus pertahanan musuh, dan sisanya hanya tinggal menunggu waktu.
"Sial! Hanya ada dua musuh! Cepat ke sana! Apa yang kau takutkan?!" ucap prajurit Reunion A.
"Kita sudah kehilangan lebih dari 20 tentara! Dua iblis itu bukan orang biasa!" balas prajurit Reunion B.
"Awas kananmu!" seru Exusai.
Berkat peringatan dari Exusai, Texas mampu menghindar dari serangan prajurit Reunion, "Bantu aku!" sahut Texas.
Dari kejadian ini, mereka sadar bahwa masalah utamanya berada pada Exusiai. Jika dia dapat dilenyapkan, maka mengalahkan Texas adalah hal yang mudah.
"Tetap tekan dia! Aku akan menghabisinya!" sahut prajurit Reunion A. Dia lalu berlari menuju Exusiai dan segera menebasnya.
Sayangnya.. aksi ini diketahui oleh Exusiai. Dari jarak sejauh itu, dan tanpa adanya satu pun tempat perlindungan.. jelas bahwa nyawa prajurit itu dalam bahaya besar.
"Aku tidak punya waktu meladeni orang yang berlari ke arahku. Texas, kau berhutang minuman kepadaku, oke!"
"Tentu, cepat." balas Texas.
"Baiklah! Hei, Tuan Reunion!" panggil Exusiai sambil menodongkan senjatanya ke arah prajurit itu.
"Hah?"
"Peluru ini adalah hadiah untukmu. Pastikan menerimanya dengan penuh rasa terima kasih." setelah berkata, Exusiai lalu menembaknya secara bertubi-tubi.
__ADS_1
"Peluru? Apa.. guh.. ugh.. "
"Heh, bagianmu sudah beres." ucap Exusiai.
"Terima kasih banyak."
Prajurit itu begitu menderita. Tembakan yang mendarat di tubuhnya telah menyebabkannya kehilangan banyak darah. Tak ada kesempatan baginya untuk kabur dari serigala berdarah dingin. Ajal prajurit itu berada di depan mata.
"K - Kau monster. P - Pedang itu.. tolong, maafkan aku!" prajurit itu merintih memohon ampun.
"Biasanya aku selalu menggunakan dua. Tapi, tidak ada bedanya, 'kan?" sring.. Texas menusuk prajurit itu dengan salah satu pedangnya.
"Aaargh!"
"...Aku rasa begitu."
Pertarungan yang sengit, di mana terdapat adu ketangkasan pedang dan saling tembak-menembak.. telah menyebabkan kebisingan yang fatal. Dengan suara bisik itu, pasukan utama menjadi sadar bahwa mereka tengah diserbu oleh pihak musuh.
Beberapa pasukan lalu dikerahkan untuk melihat kondisi pasukan penjaga. Saat mereka datang.. semua pasukan penjaga sudah mati dibunuh oleh dua orang tanpa identitas.
"Kembali ke sini!" seru prajurit Reunion C.
"Itu dia pasukan utamanya. Sepertinya kita terlalu berisik dan menarik perhatian mereka." ucap Texas.
"Aaaah! Kalian..?! Bagaimana mungkin.. apa yang kalian lakukan?!" mereka menjadi murka setelah tahu bahwa teman-teman mereka dibantai oleh Exusiai dan Texas.
__ADS_1
"Jangan tersinggung. Kami hanya menjalankan kontrak, mengerti? Saat kau berada di bisnis Logistics, tidak ada yang lebih penting dari memenuhi kontrakmu!" balas Exusiai.
Selagi Exusiai berbicara, seorang prajurit Reunion tampak membidiknya dari kejauhan. Target telah terbidik, waktunya untuk menembak. Satu tembakan telah dilepas dan akan segera membunuh Exusiai. Sayangnya aksi prajurit itu kurang cepat sehingga Texas mampu menyadarinya.
Sebelum panah itu mengenainya, Texas pun berkata, "Kirimu!" ucapnya dengan lantang.
"Hah..?? Terima kasih."
"Tolong lindungi kananku. Exusiai, kita harus lari. Sekarang bergerak!"
Duar, duar.. pertempuran diawali dengan tembakan dari Exusia, dan berlanjut menjadi sebuah medan perang. Di tengah pertemuran, tiba-tiba.. walkie talkienya (Exusiai) berbunyi. Saat diangkat, itu adalah panggilan dari Amiya.
"Exusiai, sekarang kami mendekat ke arahmu." ucap Amiya melalui walkie talkie.
"Kami terlalu menarik perhatian musuh. Sisanya kuserahkan kepadamu."
"Hati-hati, kalian berdua!" setelah Exusiai, Amiya kemudian menghubungi Franka dan Liskarm, "Franka, apa kau sudah sampai di tujuan?"
"Di sini sangat aman." jawab Franka.
"Liskarm dan defender lain sudah berada di posisi." sambung Liskarm.
"Semuanya, berhati-hatilah. Sniper musuh mungkin menggunakan daratan untuk menyembunyikan dirinya. Pastikan posisi kalian, dan utamakan menargetkan sniper musuh. Selanjutnya.. kita siapkan penyerangan kita. Tapi jangan berlebihan, kita tidak boleh membahayakan target kita."
Bersambung.
__ADS_1