Rusak

Rusak
Isolated Island - Pulau Isolasi


__ADS_3

"Apakah hanya perasaanku saja? Atau langit semakin gelap?" tanya penjaga itu setelah menoleh ke langit yang gelap.


Langit yang gelap itu seperti menadakan hujan akan turun. Namun, orang-orang yang berpikir akan menganggap bahwa langit hitam itu adalah pertanda bahwa bahaya akan datang. Entah benar atau tidaknya, yang bisa dilakukan saat ini adalah bersiap untuk menghadapi kemungkinan terburuknya.


"Itu hanya perasaanmu. Bagaimanapun, kita tidak punya banyak waktu." balas Doberman. Dia lalu menoleh ke atas langit dan berkata, "Bentuk awan bencana lebih jelas dari kabut hitam sebelumnya. Tsk, aku tidak suka pada perasaan yang kudapatkan setelah melihat awan itu. Ini pertanda buruk. Kemungkinan terburuknya.. beberapa prajurit Reunion mungkin bersembunyi di bawah bayang-bayang lalu menyergap kita disaat kita lengah. Ini.. terlalu konservatif."


"Apa maksudmu? Mereka hanya berpesta di jalanan." ucap Nearl.


"Hampir di semua jalan dipenuhi dengan kehancuran, kekerasan, dan penjarahan. Kendaraan dan bangunan semuanya terbakar. Tapi para penjahat itu malah menganggap kejadian ini sebagai hiburan." sambung medic itu.


"Jika itu yang mereka mau, jika sejak awal mereka hanya ingin berpesta di tengah konflik ini, justru bencana lah yang akan berpesta di atas tulang-tulang mereka. Ini membuktikan bahwa Reunion tidak lebih dari sekumpulan orang-orang bodoh." ujar Nearl.


"Prfftt.." mendengar ini, Amiya pun tertawa kecil.


"Aduh.. maknanya tidak tertangkap. Aku hanya sedang bercanda. Tolong jangan dianggap serius." ucap medic itu.


"Oh, kau tidak serius? Tunggu, kau sedang bercanda? Maaf, aku tidak pintar dalam hal seperti ini."


"Tidak apa-apa. Hanya saja.. berusaha menahan tawa itu sulit. Aku hanya ingin menghangatkan suasana. Sudah menjadi tugasku untuk menjaga seluruh tim dalam kondisi baik-baik saja. Maaf, karena sudah bercanda di situasi seperti ini."


"Tidak apa-apa. Serius itu boleh tapi jangan terlalu berlebihan. Setidaknya itulah yang diajarkan oleh Rhodes Island kepada kita. Kita selalu ingin menebar kegembiraan kepada semua orang." balas Amiya.


"Amiya.." guman medic itu.

__ADS_1


"Apa kalian sudah selesai mengobrolnya? Bagaimana jika membantuku melakukan pengintaian? Aku akan menghabisi musuh secara diam-diam di arah jam empat. Aku harap organ mereka tidak meledak saat kurobek dari dalam." sahut Doberman.


Tak sedikit sindikat hitam yang menerapkan sistem peledak kepada semua bawahannya. Hal ini dilakukan untuk mencegar bocornya informasi. Setiap kali bawahan mereka tertangkap oleh musuh, maka orang tersebut akan meledak atau bahkan mati sehingga musuh tak bisa melakukan introgasi untuk mendapatkan informasi mengenai jaringan sindikat tertentu. Inilah yang dimaksud oleh Doberman. Jika Reunion menerapkan sistem ini kepada semua prajuritnya, ini hanya akan merepotkan pekerjaannya.


"Kami akan membereskan dan mengatasi pasukan musuh yang berada di sisi lain benteng. Dengan adanya kekacauan di sekitar kita, tidak akan ada orang yang menyadari bahwa kita akan menyerang mereka." ucap Ace.


"Baiklah! Ayo bergerak!"


Waktu: Tidak diketahui. Cuaca: Tidak diketahui. Jarang Pandang: Buruk. Chernobog: Lokasi Pasukan E0. Operasi Penyelamat Dokter Tahap 3.


...*****...


Mereka lalu pergi menuju titik masing-masing. Pekerjaan yang mudah karena Reunion tak menyadari bahwa Rhodes Island akan melakukan serangan secara diam-diam. Satu per satu dari mereka menghilang, dan ditemukan sudah terbujur kaku tak berdaya. Rhodes Island tak memberi kesempatan pada Reunion untuk memanggil bala bantuan. Setelah tugas selesai, mereka berkumpul di titik yang telah disepakati.


"Klinik ini.. Amiya, bukankah kita pernah ke sini sebelumnya?" tanya medic itu.


"Kau benar. Tapi kenapa sekarang.. menjadi seperti ini?" Amiya tampak kebingungan.


"Bangunan ini sudah ditinggalkan. Sepertinya.. telah diserang oleh Reunion." ujar medic itu.


"....." Amiya terdiam.


"Bukankah ini.. Azazel? Klinik bagi para penginfeksi?" ucap penjaga itu.

__ADS_1


"Iya." jawab Amiya.


"Meskipun mereka mempunyasi akses ke jaringan intelijen bawah tanah Chernobog, mereka tetap menolak untuk bekerja sama dengan kita. Saat itu, tidak jelas kesepakatan apa yang telah mereka bentuk dengan Reunion. Jika mereka memberi kita informasi, atau mungkin sebuah petunjuk kecil.. kita seharusnya sudah keluar dari sini. Tapi, mereka para orang egois hanya mementingkan diri sendiri!" jelas penjaga itu.


Saat Rhodes Island ingin mengajak mereka untuk membuat kesepakatan, mereka justru menolak tawaran itu dengan sangat hina. Mereka menganggap bahwa keuntungan yang ditawarkan oleh Rhodes Island tidak sebanding dengan risiko yang mengancam. Mereka lalu pergi dan tak pernah kembali.


"Itu benar. Tapi masih ada kebenaran yang tidak kau ketahui." balas Amiya.


"Amiya, kau ada di sana saat kalian bernegosiasi, 'kan? Sikap dingin dan sombong mereka benar-benar membuatku kesal!" tangan yang mengepal dengan sorot mata tajam menunjukkan bahwa penjaga itu tidak sedang bercanda.


"Kita tidak bisa menyalahkan mereka." sahut Ace.


"....."


"Sulit bagi para penginfeksi untuk dapat mempercayai seseorang. Setelah menanggung begitu banyak kesulitan, siapa yang bisa menyalahkan mereka ketika mereka merasa letih dan menjadi sangat keras kepala? Aku mengerti kenapa mereka melakukan hal itu.. dan aku dapat memaafkan mereka. Mereka yang tidak dapat melindungi diri sendiri akan rentan disakiti oleh orang lain. Terlebih lagi, para penginfeksi sering tidak dapat mempercayai satu sama lain. Tidak semua orang mampu menanggung risiko yang kita ambil." jelas Ace.


"Klinik untuk para penginfeksi?" tanya dokter.


"Azazel.. mereka adalah klinik gelap yang hanya melayani para penginfeksi. Mengingat status mereka sebagai penginfeksi, mereka tidak dapat membuka diri di depan umum. Beberapa penginfeksi yang tidak mau dikarantina memilih bersembunyi di kota untuk terus bertahan hidup. Azazel bertujuan untuk menyediakan jasa kepada orang-orang itu." jawab Amiya.


Azazel.. klinik gelap itu kini tidak lebih dari puing-puing bangunan yang terbengkalai. Beberapa alat kesehatan dan obat-obatan yang dimiliki oleh klinik itu telah dijarah oleh orang tak bertanggung jawab. Mengingat bahwa Chernobog sedang dalam masa kegelapan, menjarah adalah salah satu pilihan terbaik untuk bisa terus bertahan hidup.


Pada masa ini, orang-orang akan sibuk pada diri mereka sendiri. Inilah yang menjadi alasan mengapa warga Chernobog terutama para penginfeksi terpaksa melakukan penjarahan. Bahkan jika perlu, kekerasan boleh dilakukan jika negosiasi hanya dianggap sebagai usapan jempol.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2