Rusak

Rusak
Omen - Pertanda


__ADS_3

Rhodes Island hanya menghadapi sebagian dari mereka. Setelah berhasil membuka jalan, mereka langsung kabur tanpa memperdulikan prajurit Reunion. Mereka menggunakan peledak untuk mengalihkan perhatian hingga musuh tak dapat mengejar lagi.


"Huh.. kita berhasil kabur." ucap Doberman.


"Ini menjadi mudah karena Reunion tidak menyerang seperti sebelumnya. Tak ada halangan yang menghalangi kita menuju jalur selatan. Tak lama lagi kita akan keluar dari Chernobog." sambung Ace.


Tujuan mereka kini berganti menjadi misi penyelamat diri. Semua tim sudah berkumpul, sekarang adalah waktu yang tepat untuk merencanakan pelarian dari Chernobog. Bukan karena Rhodes Island takut kepada Reunion, tapi untuk menghindari bencana yang tak lama lagi akan melanda seluruh Chernobog.


Akses untuk keluar dari Chernobog berada di selatan. Tidak ada hambatan yang mereka jumpai dalam perjalanan. Mereka hanya melihat kekacauan yang setiap saat semakin parah. Amukan para Reunion sudah tak dapat dikendalikan lagi. Bahkan Mephisto pun akan kesulitan untuk menertibkan pasukannya.


"Situasi di sini mulai menjadi kacau. Mungkin karena penduduk Chernobog yang mencoba kabur ditangkap oleh Reunion." ucap Doberman.


"Sepertinya beberapa distrik sudah dikosongkan. Ini adalah salah satu usaha yang dilakukan oleh mereka untuk kabur dari Chernobog. Namun mereka melupakan Reunion, ancaman besar yang tak dapat mereka hindari." ujar Ace.


"....." mendengar ini, Nearl pun terdiam.


"Tempat ini dulu indah.. dan plazanya yang luas. Tapi sekarang.. semua itu sudah menjadi reruntuhan. Kota ini hanya menyisahkan para penginfeksi. Dan untuk tujuan mereka yang hampir puitis.." belum selesai Ace berkata, tiba-tiba Doberman menyela ucapannya.


'Hampir..?? Kau tampaknya terlalu sentimental."


"Mungkin.. pada suatu titik.."

__ADS_1


Selagi mereka mengobrol, Amiya tampak memandangi langit gelap dengan raut wajah cemas. Tidak ada yang tahu apa yang sedang dipikirkannya saat itu, yang jelas sesuatu yang buruk akan segera terjadi.


"Langit semakin gelap. Bahkan bau udara ini.. seperti bau sesuatu yang terbakar."


Di tengah perjalanan mereka, mereka mendengar suara seseorang meminta petolongan. Namun saat didekati, suara itu menghilang. Apa yang sudah terjadi? Setidaknya Rhodes Island dapat berasumsi bahwa tindakan itu adalah ulah Reunion.


"Apa yang kau lakukan?!" saking kerasnya suara itu, Ace dan Doberman dapat mendengarnya dari kejauhan.


"....." prajurit Reunion itu terdiam.


"Aaaargh..!!"


"...Penduduk?!" guman Ace.


"Suara itu menghilang. Aku tidak bisa mendengarnya lagi. Kita tidak akan bisa tahu siapa mereka dari jarak sejauh ini." ucao Doberman.


Entah apa yang mereka pikirkan saat itu, mereka justru pergi menuju sumber suara itu. Setibanya di sana, mereka melihat bahwa sumber jeritan itu berasal dari penduduk Chernobog yang sedang disiksa oleh pasukan Reunion.


Mereka menyiksa tanpa ampun, seperti membunuh serangga yang mengganggu. Pasukan itu tak berbelas kasih kepada mereka, para penduduk Chernobog. Mereka lebih suka menjadikan kegiatan ini sebagai sarana hiburan. Mereka meluapkan/melampiaskan kemarahan yang telah terbendung selama ini kepada Chernobog yang telah berperilaku tidak adil kepada semua penginfeksi.


"Renion menyerang mereka..!" sahut Amiya.

__ADS_1


Saat Amiya ingin menyelamatkan mereka, Ace justru menghentikannya. Setelah menepuk pundaknya, Ace lalu berkata, "Kita tidak bisa menggunakan medan ini untuk mencari keuntungan. Ini hanya akan membahayakan seluruh tim. Tidak ada kesempatan yang bisa kita gunakan untuk menyelamatkan semua orang. Hidup itu sangat berharga, Amiya."


"....." Amiya terdiam.


"...Bagaimanapun juga, kita sudah terlambat. Lagi pula, kita juga mempunyai masalah besar." sambung Doberman.


Kedua orang itu menjelaskan bahwa tidak selamanya kita dapat melakukan apa yang kita kehendaki, walaupun itu untuk melakukan kebaikan. Terkadang kita hanya dapat memilih satu dari sekian banyaknya pilihan yang berada di depan mata. Kita tidak dapat memilih semuanya. Hanya pilihan terbaik dari yang terbaik yang akan diambil. Itulah yang disebut dengan pilihan hidup.


Sama seperti yang sedang dialami oleh Amiya. Amiya tidak dapat mengambil dua pilihan sekaligus. Amiya ingin menyelamatkan mereka dari kekejaman Reunion, namun disisi lain ada pasukan besar yang harus dia lindungi. Sebagai calon pemimpin Rhodes Island, walau berat.. Amiya terpaksa memilih menjaga keselamatan prajurtinya.


...*****...


Usaha Rhodes Island untuk pergi menuju jalan keluar membuahkan hasil. Jalan keluar itu sudah dapat terlihat dari kejauhan. Mengingat mereka masih berada di wilayah musuh, mereka lalu memutuskan untuk beristirahat sembari memulihkan tenaga, sekaligus sebagai persiapan jika suatu saat nanti mereka harus bertempur dengan Reunion.


"...Kita tidak bisa berdiam saja di sini. Sejumlah pasukan besar Reunion datang dari pintu keluar!" seru Nearl dari atas bangunan yang tinggi.


Nearl sengaja naik ke atas bangunan untuk mengawasi keadaan sekitar, terutama untuk memastikan jalur yang akan mereka lewati aman dari gangguan Reunion.


Mendengar ini, Doberman lalu berkata, "Siapkan senjata kalian! Kita akan bertempur dengan Reunion! Misi kita hanya satu, sapu bersih semua Reunion dari jalan keluar kita!"


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2