Rusak

Rusak
Call - Panggilan


__ADS_3

Ledakan sihir Amiya telah mengakibatkan munculnya kabut tebal, bersama dengan kematian Skullshatterer yang mengharukan. Dia sangat yakin bahwa dia dapat membunuh dokter, walau kenyataannya dialah yang terbunuh. Kematiannya tentu menjadi kabar buruk untuk pasukannya. Bukan tentang kepemimpinan, namun tentang seberapa besar ikatan mereka dengan Skullshatterer. Skullshatterer berjuang sendirian, dan meminta mereka untuk tetap di dalam tambang seperti.. dia tahu bahwa ini semua akan terjadi.


"Dokter Leon, aku.. tidak bermaksud untuk.. aku.." Amiya tampak sedih.


Setelah pertempuran selesai, Hoshiguma mendapat kabar bahwa Chen berhasil menemukan sekolompok musuh. Dari identitas musuh, tidak salah lagi bahwa orang itu adalah W. Namun entah mengapa, Chen kehilangan jejaknya. Setelah mendapat kabar bahwa Skullshatterer telah tewas, W bergegas pergi menuju lokasi itu. Kenapa, mengapa, dan apa tujuan W pergi ke sana.. hanya W seorang yang tahu.


"Kabut telah menyebar. Kita mendapatkan komunikasi dari L.G.D. Mereka menemukan lebih banyak pergerakan Reunion. Saat ini mereka sedang melacak seorang musuh, dideskripsikan sebagai wanita berambut putih." ucap Hoshiguma.


"....." tak menjawab, Amiya hanya diam.


"Amiya, Chen mengatakan kepadaku kalau dia mau kau.."


Masih tak menjawab, Amiya hanya diam sambil menundukkan wajahnya. Bukan hanya kekuatan aneh yang Amiya dapatkan, namun ketakutannya akan kehilangan dokter telah menyelimuti seluruh tubuhnya. Ketakutan itu kembali dia rasakan saat Skullshatterer mencoba meledakan granatnya, yang jika terus berlanjut akan berujung pada kematian dokter.


"....." Amiya terdiam.


"...Kau tampak tidak sehat." ucap Hoshiguma.


"Biar aku yang tangani." balas dokter.


"Yah.. aku serahkan kepadamu, Dokter Leon. Kita harus pergi dalam waktu 5 menit." setelah menjelaskan detailnya, Hoshiguma lalu pergi untuk melanjutkan tugasnya. Dengan begitu, Hoshiguma berharap bahwa dokter mampu menenangkan Amiya.


"Dokter Leon.."

__ADS_1


"Kau takut?" tanya dokter.


"Hah..? Aku.. dokter, bukannya aku takut. Baiklah, aku takut.. kehilanganmu lagi. Itulah kenapa.. aku hanya.. tidak bermaksud.."


"Amiya, setidaknya kau sudah melindungiku."


"...Ini tugasku. Aku mengerti. Aku tidak pernah percaya bahwa semua hal telah ditentukan oleh takdir. Tapi, apa pun yang terjadi.. tidak peduli aku menjadi apa.. aku akan selalu melindungimu, Dokter. Aku berjanji."


...*****...


Sementara itu, di dalam tambang.


"Tidak! Jangan pedulikan aku, kalian harus pergi! Aku harus.. aku harus membawa Skullshatterer kembali!" ucap prajurit Reunion A.


"Kau sudah gila?" Itu bunuh diri. Jika kau pergi, kita harus pergi bersama-sama!" balas prajurit Reunion B.


...*****...


Kematian Skullshatterer memang menyedihkan, namun dapat digunakan oleh pasukannya untuk kabur dari sana. Sayangnya kesempatan ini tidak digunakan dengan sebaik mungkin. Rasa solidaritas yang tinggi telah membuat mereka (prajurit Reunion) kembali ke medan Perang. Kematian, rasa takut, egosi.. semua itu mereka abaikan hanya untuk membawa Skullshatterer yang sudah tak berdaya.


"Kenapa.. kenapa Reunion.. kembali? Apa yang mereka lakukan..?!" Hoshiguma tampak terkejut.


"Nyonya Hoshiguma! Mundur!" ucap Amiya.

__ADS_1


"L.G.D., jangan panik! Bersiap serangan musuh!" sahut Hoshiguma kepada seluruh pasukannya.


"Lindungi! Lindungi aku!" seru prajurit Reunion A. Dengan tekat yang kuat, dia berlari menuju Hoshiguma dan segera menebasnya. Ting.. serangannya mampu ditangkis oleh Hoshiguma dengan tamengnya, "Wanita itu.. tidak mungkin, kita tidak dapat menembus tamengnya! Cepat! Selesaikan sebelum mereka sempat beraksi! Kita harus mendapatkan Skullshatterer.. dan membawanya.. dan membawanya pulang!!"


"Rhodes Island! Mereka mengganti target, awas!" seru Hoshiguma.


"Nyonya Hoshiguma! Awas kananmu!"


"Hah..??"


Duar.. sebuah granat meledak di dekat Hoshiguma, tapi dia berhasil menjaga dirinya dengan "Hannya".


"Hehe.. kau dapat menahannya? Menarik.." ucap seorang wanita misterius yang tak lain dan tak bukan adalah W.


"Ledakan? Apa ini penyergapan lainnya?!" ucap Hoshiguma sambil melindungi diri dengan perisainya.


"Tidak hanya itu, tentu saja.. jaga kelakuanmu dan tetap di sana. Jangan berpikir untuk kabur, ya?" duar, duar.. W terus menembaki Hoshiguma dengan peluru peledaknya.


Serangan W membuat Hoshiguma tak dapat menahan Reunion yang berdatangan. Selagi Hoshiguma sibuk menahan serangan W, pasukan Reunion berlarian menuju Rhodes Island dan segera membawa Skullshatterer pergi dari sana.


"Tsk.. darimana dia datang?! Ledakan lagi..? Amiya, aku dibombardir oleh musuh! Pasukan mereka sekarang mengarah kepadamu!"


"Hm.. tamengmu cukup kokoh. Sepertinya aku dalam masalah besar. Masa bodoh, aku hanya memberi Reunion sedikit bantuan saja. Tunjukan aku sesuatu yang menghibur. Pastikan kau tidak mengecewakanku."

__ADS_1


"Dia W yang kita lihat di Chernobog! Apakah dia.. bisa melarikan diri dari Nyonya Chen?! Hati-hati terhadap serangan musuh! Kita harus segera menolong Nyonya Hoshiguma! Akan ada lebih banyak musuh yang bersembunyi di sana! Kita tidak bisa unggul sampai kita menemukan mereka! Dokter, tolong pimpin pasukan kita dan tahan serangan musuh!" sahut Amiya.


Bersambung.


__ADS_2