
Setelah sampai dirumah, Wina langsung menuju kamarnya untuk beristirahat.
"Alwina Mayangsariiiiiiii." Panggil Rasya sang sepupu
"Ih apa sih ribut banget, dikamar nih gua." Saut Wina
Tak berapa lama, pintu kamar Wina pun terbuka dan tentu saja yg membuka adalah sepupu nya.
"Apa sih sya? Mau istirahat nih gua." Keluh Wina
"Ehehehe... Ya maaf, gua lagi kesulitan nih sama tugas kuliah gua. Bantuin dong, kan lu pinter Win." Jelas Rasya
"Yaelah sya, gua aja belum kuliah gini, gimana bisa gua kerjain tu tugas elu. Udah ah gua mau tidur, abis tidur gua mau baca buku. Jangan ganggu ah." Ucap Wina lalu berbaring ke tempat tidurnya
"Ih pelit amat sih, sedih nih gua Win. Winaaaa, ih si Wina kebo amat dah." Rengek Rasaya pada sepupunya itu.
Wina memang sedang lelah dan tak mau berurusan dengan Rasya yg menurutnya bawel, maka nya dia cepat terlelap.
"Yaudahlah, gua juga tidur dah." Gumam Rasya sambil membaringkan tubuhnya disebelah Wina
***
*Sore Hari*
Wina pun terbangun dari lelapnya dan terkejut saat mengetahui bahwa Rasya tengah tidur disebelahnya
"Lah buset ini bocah, tidur sembarang aja ya." Ucap Wina kesal
"Rasya, oy syaa bangun. Rasyaaaa." Ucap Wina membangunkan Rasya sambil menggoncangkan bahu dari lelaki tersebut.
Rasya merasa malas dan hanya menjawab panggilan Wina dengan berdeham, dan tentu saja hal itu membuat Wina kesal.
"Bodo amat ah, mau mandi dulu. Winaa bersihkan badanmu dan mulai membaca buku." Gumamnya dalam hati.
Setelah selesai mandi, dilihatnya Rasya masih terlelap.
"Buset ni bocah kebo amat, ah bodo amat yg penting sekarang aku ingin baca buku." Gumamnya
Ia pun mengambil buku yg sempat dipinjamnya tadi dan duduk dipinggir tempat tidur, tak menunggu waktu lama Wina pun sudah fokus untuk membaca buku.
"Ah elah Win, kenapa gua ga dibangunin. Kan gua belum ngerjain tugas, deadline nya bentar lagi Winaaa." Rengek Rasya yg entah sejak kapan dia terbangun.
"Astaga sya, gua udah bangunin elu 2 kali dan lu ga bangun bangun. Sekarang malah gua yg disalahin gegara lu kebo, suruh siapa sih elu kebo." Kesal Wina yg memarahi balik sepupunya itu
"Ah gua ngerjain tugas diluarlah, bareng sama temen gua." Gerutu Rasya yg dibalas dengan tatapan malas dari Wina
"Oh ya, mama sama papa lagi kerja. Paling pulangnya agak sore, lu gapapa kan tinggal sendiri di rumah?" Jelas Rasya
"Iya gapapa." Jawab Wina singkat, lalu Rasya pun keluar dari kamar Wina dan pergi entah kemana.
Sekitar satu jam kemudian terdengar suara motor memasuki halaman rumah, Wina pun menengok dari balik jendela untuk mencari tau siapakah yg baru saja datang, ternyata orang itu adalah Om Ardan.
Suara pintu diketuk pun terdengar, Wina pun turun dari ranjangnya dan berlari untuk membuka pintu.
Ceklek...
"Eh Wina." Sapa Om Ardan
" Iya om, om gabawa kunci rumah kah?" Tanya Wina sambil membantu Ardan membawa tas kerjanya
__ADS_1
"Iya, Saya lupa." Balas Ardan
Tatapan Ardan kepada Wina sangatlah berbeda, entah tatapan apa itu yg jelas membuat Wina risih.
"Wina, ko kamu bisa secantik itu sih?" Tanya Ardan sambil menatap kagum kepada Wina
"Ah om bisa saja, Saya kan wanita makanya saya cantik." Jawab Wina
Ketika Wina berbalik, Ardan yg entah sengaja atau tidak, dia memegang bahkan *** bokong Wina. Dan sontak membuat Wina terkejut.
Wina pun meletakkan tas Ardan diatas sofa dan meninggalkan Ardan disana. Tak lama ia pun keluar dan pergi meninggalkan rumah tanpa pamit kepada Ardan.
***
Ternyata Wina pergi ke salah satu taman yg ada di kota Bandung, ia menumpahkan air matanya.
Ya, dia menangis. Menangis atas perbuatan Ardan yg menurutnya keterlaluan dan tentu saja tidak sopan. Bagaimana mungkin om Ardan bisa melakukan hal sekeji itu kepadanya, ia ingin mengadu kepada Om Justin dan tante Octa tetapi dia mengurungkan niatnya karna tidak ingin membuat hancur hubungan keluarga yg dibangun dengan baik.
ia pun mengambil ponselnya dan menghubungi Rasya
*Sya, lu dimana? -Wina
Di sundays cafe Win, why? Miss me? -Rasya*
Wina pun pergi ke tempat dimana Rasya berada. Setelah sampai, ia menggerakan kepala nya ke kiri dan ke kanan untuk mencari sosok yg dituju
*Sya, gua udah di sundays cafe. Lu dimana nya? -Wina
Eh beneran kangen gua nih, bentaran gua ke sana. -Rasya*
Rasya pun muncul dihadapan Wina, betapa terkejutnya ia ketika melihat Wina berantakan ditambah matanya yg membengkak akibat menangis tadi.
"Eum itu Sya..." Ucap Wina terputus dan dia pun menangis ketika mengingat hal yg dilakukan oleh Om Ardan
"Yeh Win jangan nangis, coba ceritain pelan pelan. Ga mungkin lu nangis kalo gaada masalah, coba cerita sini sini." Ucap Rasya panik lalu memeluk tubuh Wina
"..."
"Yaudah, yaudah sekarang duduk dulu. Nanti lu ceritain pelan pelan." Sambung Rasya yg semakin bingung karna Wina tidak mau berbicara
Mereka pun duduk, masih berusaha untuk menenangkan Wina yg menangis.
"Ada apa?" Tanya Rasya sambil mendongakkan kepala Wina yg membuat mereka saling bertatapan
Wina hanya menggelengkan kepalanya dan menghapus air matanya.
"Wina, cerita aja ke gua." Ucap Rasya
Merasa sia sia, akhirnya Rasya pun tidak memaksa Wina untuk berbicara dan menjelaskan alasan mengapa dia menangis.
"Sya, balik yu." Pinta Wina pada Rasya
(Menarik nafas) "Yaudah, ayo pulang. Kebetulan tugas gua juga udah beres." Ucap Rasya menyetujui permintaan Wina.
***
Dua minggu setelah kejadian itu, Wina kembali menjalankan aktivitas yg biasa ia lakukan.
*Wina, Sabtu nanti pulang ke rumah. Eyang mau datang -Ayah
__ADS_1
Baik Ayah. -Wina*
Setelah mendapat pesan dari Ayahnya yg menyuruhnya untuk pulang, Wina pun memberitau nya kepada Om Justin
"Om Justin." Panggil Wina pada Justin yg sedang membaca majalah.
"Iya Wina? Ada apa?" Jawabnya sambil terus memperhatikan majalah yg sedang ia baca tersebut.
"Om, Wina disuruh Ayah pulang hari Sabtu nanti. Eyang mau datang ke rumah soalnya." Jelas Wina
"Ya sudah, nanti Om antarkan ke Jakarta." Jawab Justin sambil mengacak rambut Wina.
"Gausah om, Wina berangkat sendiri aja naik travel." Ucapnya kembali.
"Wina, om bilang om yg antar." Tegas Justin
"Baiklah om, maaf kalau Wina hanya bisa merepotkan om terus." Ucapnya
"Siapa bilang kamu merepotkan? Sudah, sebaiknya kau belajar." Ucap Justin
Wina hanya membalasnya dengan menganggukan kepalanya saja dan pergi menuju kamarnya untuk belajar
***
*Sabtu pagi*
"Selamat pagi om, tante, Rasya." Sapa Wina
"Pagi juga Wina." Ucap mereka bergantian
Tak sengaja Wina melihat ke arah Ardan, ternyata Ardan pun sedang melihatnya dengan tatapan yg begitu aneh. Menyadari hal tersebut Wina pun membuang muka dan tentu saja ada rasa takut dalam diri nya terhadap sosok Ardan.
Wina pun duduk disebelah Ardan dan Rasya, tangan Ardan pun memegang paha mulus Wina dan mengelus elusnya hingga membuat Wina risih. Tapi dia tidak berani bilang ke om dan tante nya.
***
Hallo readerskuu♡ Aku sangat berterima kasih kepada kalian yg masih setia untuk membaca ceritaku ini..
Maaf aku jarang update ya, tapi aku usahakan kalo sekali nya update aku akan memberikan 2 episode sekaligus..
Aku sangat berterimakasih kepada secret readersku yg tetap setia membaca dan menunggu cerita ini update♡♡
Tetap berharap like dan commentnya, karna itu sangat berarti buatkuuu.
-JINTALAKS
Ada rasa yg tak dapat aku jelaskan
Ada rasa yg mengganjal dalam hati
Tapi rasa itu tak dapat ku ungkapkan
karna ada perasaan takut yg bergejolak.
Aku, Wanita yg berdosa...
Masihkah ada orang yg mempercayai aku?
-Rusak2019, 17 November 12:46pm.
__ADS_1