Rusak

Rusak
Crack - Retakan


__ADS_3

Secara tiba-tiba.. Reunion menyuruh semua pasukannya untuk mundur. Beberapa prajurit Reunion yang belum sempat dihabisi oleh Texas dan Exusiai pergi dari area pertempuran selayaknya seorang pecundang. Mereka tidak tahu.. apa yang sudah terjadi sebenarnya, namun mereka memilih membiarkan mereka pergi. Amiya hanya menugaskan mereka untuk mengintai, tidak untuk mengejar dan memburu semua prajurit Reunion. Setelah informasi didapatkan, mereka menunggu, lalu menyerahkan semua informasi itu kepada Amiya.


"Jadi, apa pendapatmu tentang Penguin Logistics, Amiya? Kami cukup bagus, 'kan?" tanya Exusiai.


"Ya, kalian luar biasa!" jawab Amiya dengan senyum ramah.


"W - Woaaah! Sedikit memalukan mendapat pujian dari seorang gadis kecil!" Exusiai tampak salah tingkah.


"Jaga omonganmu! Dia adalah klien kita." tegur Texas.


"Ups, maaf!"


"Jangan khawatir. Kepada kalianlah kami berterima kasih."


"Jadi, kita sudah bertemu, Rhodes Island. Apa selanjutnya?" tanya Texas.


"Aku mungkin membutuhkan bantuan L.G.D. untuk memutuskan tindakan selanjutnya. Jadi, tunggulah sebentar lagi." jawab Amiya.


"Kalau begitu, aku akan meminta kepada mereka untuk segera datang ke sini." Texas kemudian mengambil walkie talkienya dan segera menghubungi Chen beserta pasukan L.G.D. untuk berkumpul di titik pertemuan.


Lama menunggu, akhirnya L.G.D. datang bersama Hoshiguma. Dalam perjalanan, atau mungkin.. setelah mereka berkumpul, mereka dilandai oleh sebuah badai pasir. Bandai pasir itu sungguh merepotkan karena mengganggu jarak padang. Selain itu, tempat mereka berkumpul.. sangat terbuka selayaknya area bebas menembak. Dengan berdiri di area terbuka seperti itu, ini hanya akan memudahkan Reunion dalam menyergap Rhodes Island dan L.G.D.


L.G.D. sebenarnya bertugas untuk mengejar musuh, namun setelah Texas memanggil mereka, mau tidak mau mereka menyampingkan misi itu dan memprioritaskan untuk berkumpul. Barang kali.. ada sesuatu yang penting yang ingin dibahas oleh kedua pihak itu.


"Daerah ini.. Reunion pasti telah memancing kita ke sini dengan sengaja." ujar Hoshiguma sambil menoleh sekitar.


"Hanya ada batu dan pasir di gurun ini. Tempat yang cocok untuk pembuatan film perang. Namun, aku merasa ada yang kurang. Satu hal yang tidak ada di sini hanyalah.. musuh." sambung Franka.


Sementara mereka sibuk mengawasi keadaan, mencari letak kejanggalan pada titik pertemuan, Chen.. hanya diam sambil menatap ke arah perginya pasukan Reunion. Sudah diputuskan, Chen akan melanjutkan pengejaran bersama beberapa Agen L.G.D. Jika mereka hanya diam, itu hanya akan memberi kesempatan kepada Reunion untuk kabur.


"Hoshiguma, tetap di sini dan bantu Rhodes Island." ucap Chen.


"Hm? Baiklah."


"Aku akan membawa L.G.D. dan merubah posisi. Jika kita tak bergerak, kita takkan bisa menghentikan Reunion.. ataupun mencegat jalan keluar mereka." jelas Chen.

__ADS_1


"Dimengerti. Berhati-hatilah." balas Hoshiguma.


...*****...


"Woaah.. angin tadi sangat kencang. Jarak pandangku semakin buruk, aku tidak bisa melihat apa-apa." ucap Exusiai.


"Jangan pergi terlalu jauh. Reunion mungkin menunggu kita masuk ke dalam jebakan mereka sebelum mereka menyerang lagi." ujar Franka.


"Kita tidak bisa membiarkan itu terjadi." sambung Liskarm.


"Bagaimana kalau begini, Amiya. Liskarm dan aku akan bertarung untuk mengontrol daerah tinggi di sekitar sini dan mengintai musuh. Sampai kami memberitahumu, tetap di posisi ini. Jangan pergi membantu kami bahkan jika kondisinya semakin buruk, Amiya."


"Aku tahu. Aku akan membuat keputusan sendiri."


"Dokter, tolong awasi dia!"


"Kita akan saling berhubungan."


...*****...


Sesuai kesepakatan, selagi Franka naik ke daratan tinggi untuk mengecek reruntuhan, Amiya bertugas mengawasi keadaan. Tidak ada seorang pun yang tahu dengan apa yang tengah menunggu mereka di dalam reruntuhan. Untuk mencegah kemungkinan terburuknya, Franka meminta Amiya untuk memecah pasukannya menjadi dua kelompok.


"Reruntuhan kosong. Daratan tinggi saat ini tidak dijaga. Ini aneh, apakah Reunion tidak mempunyai komandan?" ucap Franka setelah selesai mengecek reruntuhan itu.


"Franka, ada masalah?" tanya Amiya.


"Tempat ini seharusnya dapat digunakan untuk bertahan.. dan sulit untuk menyerang balik. Tidak mungkin jika Reunion tidak menyiapkan penyergapan." jelas Franka.


Tiba-tiba.. tanpa adanya peringatan.. saat Franka sedang menghubungi Amiya melalui walkie talkie, tampak seorang Reunion hendak menebasnya dari belakang.


"Mati kau pengkhianat!" seru prajurit Reunion itu sambil berlari ke arahnya.


"Tsk.. tidak ada rasa hormat!" reflek, Franka menghunuskan pedang miliknya dan menusukkannya kepada prajurit Reunion itu.


"Franka, di belakangmu! Aku melihat pasukan Reunion datang dari reruntuhan sekitar." sahut Amiya.

__ADS_1


"Ugh.. aku tidak dapat melihat pedangnya?! Bagaimana mungkin.."


"Haha..! Apa kau pikir kau dapat menyergap kami dari sana? Tidakkah kau pikir bahwa kau terlalu menyepelekanku?"


"Blacksteel..!" seru prajurit Reunion yang tertusuk itu.


Blacksteel telah disuarakan, itu adalah tanda bahwa mereka (prajurit Reunion) harus pergi dari sana. Mereka takkan mampu menghadapi Franka, terutama prajurit Rhodes Island.


"Mundur, cepat!" mereka lalu kabur dari reruntuhan itu, meninggalkan salah satu temannya tegeletak kehabisan darah.


Setelah memastikan bahwa daratan tinggi aman, mereka lalu berkumpul. Dari sekian banyaknya orang yang ada, Franka tampak kesal. Salah satu penyebabnya adalah.. ekspentasinya yang tak sesuai dengan realita.


"Aku pikir akan ada lebih banyak Reunion di atas sana, bahkan sampai harus berjalan berjinjit. Ternyata hanya sekelompok pengecut. Hm.. mengecewakan."


"Kau kecewa karena itu?! Yang paling penting, kita harus mengejar mereka! Jangan biarkan satu pun dari mereka berhasil kabur! Amiya, apa pendapatmu?" ucap Liskarm.


"Kupikir.. lebih baik untuk tidak mengambil risiko! Biarkan Penguin Logistics menstabilkan keadaan sebelum kita memutuskan langkah selanjutnya. Exusiai, bisakah kau memprioritaskan mengamankan daratan tinggi?"


"Tentu! Aku akan segera pergi ke sana!" jawab Exusiai.


"Bagus, teruskan menekan musuh. Jangan biarkan Reunion menyerang balik!"


Keingingan Franka untuk dapat melawan musuh yang kuat akhirnya terwujud. Dari bukit itu.. tempat di mana Reunion menghilang.. muncul sesosok pria bertubuh besar. Dia bukan dari Reunion, tak memakai jubah maupun topeng yang seram, bukan golok namun pedang besar senjatanya. Dia tak sendiri, namun datang secara bergerombol. Mereka adalah pasukan di bawah komando W. Berinsial "S", mereka terkenal kuat, tangguh, dan ahli dalam bertempur.


"...Reunion mundur agar mereka dapat berkumpul kembali. Aku rasa mereka.. punya sesuatu!" ujar Texas tanpa menoleh. Texas sibuk menatap pasukan itu dengan sorot mata tajam.


"Awas. Itu.. bukan benda biasa! Aku tidak menduga Reunion bekerja dengan.." Amiya tampak terkejut.


"Mungkinkah itu?" Franka kehabisan kata-kata.


"Bekerja dengan siapa? Kau benar, tentara Reunion ini terlihat berbeda." Franka sungguh kebingungan. Yang dia tahu hanyalah.. pasukan itu berbeda dari pasukan Reunion biasanya.


"Mungkinkah.." guman Amiya. Amiya lalu menoleh ke Liskarm dan berkata, "Liskarm, sekarang kita bekerja dengan L.G.D. Ini mungkin bukan saat yang tepat untuk membahas topik yang sensitif!" bisiknya pelan agar tak diketahui oleh L.G.D., terutama Hoshiguma yang tak ada hubungannya dengan semua ini.


"Aku mengerti."

__ADS_1


"Aku akan memberitahumu tentang teoriku nanti! Semuanya, bersiap! Ini.. mungkin akan menjadi pertempuran yang sulit!" sahut Amiya.


Bersambung.


__ADS_2