Rusak

Rusak
Dilema


__ADS_3

"Ada apa dengan wanita itu?" guman Mephisto.


Mephisto tampaknya begitu penasaran dengan wanita itu (Nearl). Dia muncul secara tiba-tiba. Tindakannya itu mirip seperti pahlawan yang selalu telat datang ke dalam pertempuran. Yang paling mengherankan adalah bagaimana bisa Nearl muncul tanpa sepengetahuan dari Mephisto? Pasalnya Mephisto telah menguasai hampir sebagian kota. Ini akan menjadi pertanyaan yang tak bisa dijawab olehnya.


"...Kau yang di sana! Aku ingat, kala itu pasukan Reunion bekerja seperti mesin yang diminyaki dengan baik ketika mereka mengambil alih benteng militer Chernobog. Tapi, anak buahmu bertingkah seperti orang gila. Pembantaian tanpa alasan, membakar kota, memburu orang tak berdosa.. itu semua hanya untuk kesenangan dirimu sendiri, 'kan?" ujar Nearl.


"Seseorang merencanakan kejahataan pada saat itu untuk menguasai area pusat, tapi tidak mungkin merencanakan untuk menjatuhkan seluruh kota."


"Komandomu mungkin memerintahkanmu untuk membuat kekacauan, tapi kau tidak tahan dengan penyimpangan dan tidak berperasaanmu." sambung Nearl.


Nearl, wanita itu tentu memiliki banyak pengalaman semasa menjabat sebagai seorang operator. Dalam bertugas, Nearl telah menyaksikan banyak kekejaman yang dilakukan oleh para penjahat termasuk Reunion. Bagi Nearl, manusia seperti itu memang pantas untuk dihancurkan. Mereka tak lebih dari sampah yang mengancam kedamaian. Namun, tak semua penjahat selalu bersikap jahat. Beberapa dari mereka hanyalah para pesuruh yang terpaksa melakukan kejahatan demi bisa bertahan hidup.


Setelah menyaksikan semua kekejaman ini, wajar jika Nearl tak mampu membendung emosinya. Yang paling menjengkelkan adalah respons dari Mephisto yang terkesan biasa-biasa saja. Nearl tak melihat adanya tanda penyesalan di wajahnya, seolah-olah pembunuhan seperti ini adalah hal biasa baginya.


"....." Mephisto terdiam, "Faust.." ucap Mephisto pelan.


".....??"


"Aku ingin kau tembak mulut wanita itu." ucap Mephisto.


Tiba-tiba.. duar..!! Sebuah panah yang ditembakan dari busur tampak melesat dengan cepat ke arah Nearl. Untungnya, Nearl mampu menahan serangan itu dengan perisainya.


".....!!" siapa sangka, tembakan panah itu ternyata begitu kuat. Akibat menahan serangan itu, Nearl mengalami luka yang cukup parah pada bagian pergelangan tangannya.


"Nona Near..!!"


"Sniper mereka.. tidak masuk akal! Jika Nearl sampai tertembak lagi, dia tidak akan bisa bertahan lagi!" ujar Doberman.

__ADS_1


"Nona Near, Anda harus mundur!" sahut Amiya.


"Tidak bisa.. dia terlalu kuat! Aku tidak bisa membiarkannya menembakki pasukan kita! Aku harus menghadangnya!"


"Dia berhasil menahan serangan Faust.. hanya dengan perisai? Luar biasanya..!! Tidak, ini mustahil!"


Satu buah panah kembali ditembakkan. Dengan mengingat serangan tadi, Nearl menjadi tahu harus berbuat apa. Panah itu pasti akan mengincarnya. Dengan begitu, Nearl hanya perlu menjauh dari pasukannya dan menghindar saat panah itu telah ditembakkan.


Sayangnya, kenyataan berkata lain. Justru orang itu menembakkan panah ke arah Nearl dari sisi yang berbeda.


"Apa.. dari kananku?!" Nearl tampak sangat terkejut.


"Oh, tidak! Cepat menghindar..!!" seru Doberman.


"Tidak akan kubiarkan!" sebelum orang itu membuat kekacauan yang semakin besar, Ace menyuruh pasukannya untuk menyerang orang itu, "Sniper, bidik! Arahkan balkon ke selatan! Tembak..!!"


"Apa..?! Kurang aja! Beraninya.. beraninya kalian..!!" senyum menyeringai Mephisto kini berubah menjadi amarah yang meledak-ledak.


...*****...


Selagi pemanah itu terjebak, prajurit Rhodes Island menggunakan kesempatan ini untuk berkumpul menjadi satu. Mereka menggunakan sisa-sisa puing bangunan sebagai tempat perlindungan.


"Tembakanmu.. apakah kena?" tanya Amiya.


"Aku tidak yakin. Tapi, setidaknya ini bisa menghentikan serangannya. Sayangnya, kita tidak punya banyak waktu untuk membedah taktik musuh." jawab Ace.


"Dia sangat lincah dan mempunyai kekuatan besar. Jika ini tak segera dihentikan, kecil kemungkinan kita dapat bertahan dari serangannya!" ujar Doberman.

__ADS_1


"Kita tidak bisa memberikannya waktu! Amiya, bergeraklah selagi Ace dan prajurit lain membuatnya sibuk!" sahut Nearl.


"Baiklah! Kalian berdua, ikut denganku dan tekan pasukan Reunion! Nona Near, Ace, gunakan kekuatan kalian untuk menerobos pertahanan mereka!"


...*****...


"Dasar kutu menjijikan. Kenapa kalian tidak patuh dan mati saja? Kenapa.. aku tidak bisa menghabisi kalian semua di sini? Aku hanya ingin membunuh.. setiap orang.. dari kalian." ucap Mephisto.


...*****...


Untuk menerobos pertahanan musuh, Nearl mengawalinya dengan melemparkan sebuah bom asap ke arah pasukan Reunion. Bom itu aktif, dan mulai mengeluarkan banyak asap. Asap yang tersebar di jalanan telah membuat terganggunya jarak padang pasukan Reunion.


"Nearl, sekarang kesempatan kita! Cepat!" ucap Ace.


"Bersiaplah! Kita akan menerobos formasi pertahanan mereka! Kita akan membersihkan jalur kita dalam sekali sapuan!"


"Tembak! Tembak! Jangan biarkan mereka mendekat!" seru salah seorang prajurit Reunion, "Hah..?! Ini tidak mungkin! Tadi dia berjarak 20 meter dari sini! Arrgghh..!!"


Dengan kemampuannya dan bantuan dari Ace beserta prajurit Rhodes Island, mereka mampu menerobos pertahanan musuh.


"Jika kau berharap bisa bertahan dari Kazimierz Knight, kembalilah kepadaku setelah kalian berlatih selama satu dekade lagi." ucap Nearl sambil menatap pasukan Reunion yang tersungkur di jalanan.


"Ace, ikuti aku!" sahut Nearl.


"Baik!"


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2