Rusak

Rusak
Catastrophe - Bencana


__ADS_3

Di tempat lain, tempat yang begitu strategis untuk menyaksikan pawai, Mephisto.. tampak sedang mengobrol dengan seorang wanita misterius. Penjelasan mengenai nasib Rhodes Island adalah topik yang sedang dibicarakannya dengan wanita itu. Setiap kata yang diucapkannya, Mephisto tampak sangat menikmatinya.


Wanita itu begitu misterius. Tatapannya dingin.. serta aura kehadirannya mampu membuat bulu kuduk berdiri. Tidak ada seorang pun yang ingin menemuinya, atau menatap wajahnya.. kecuali Reunion.


"Memang.. mereka tidak menyadari bahwa Faust telah mengikuti mereka sejak tadi. Kabar baiknya, aku menerima informasi dari salah satu prajurit pengintai bahwa saat ini.. Rhodes Island terjebak di pusat Chernobog. Dasar para serangga, aku tak mengira mereka masih dapat mengambil keuntungan dari kebingungan yang disebabkan oleh bencana untuk melarikan diri. Mengingat pemahaman mereka tentang situasi di Chernobog, mereka berpotensi mengancam rencana kita. Paling tidak.. demi menjaga informasi tetap aman, mereka harus dilenyapkan." jelas Mephisto.


"....." tak menjawab, wanita itu hanya diam sambil menatap Kota Chernobog dengan sorot mata tajam.


...*****...


"Chernobog bajingan! Ini karena kalian.. ini semua salah kalian! Hingga kami para penginfeksi menjadi seperti ini!" bentak seorang prajurit Reunion sambil menodongkan golok ke arah prajurit Rhodes Island.


Prajurit itu melesat dan menebaskan goloknya ke arah Doberman. Doberman mampu menangkis serangan itu dengan mudah. Semua prajurit Reunion bukanlah tandingannya. Bagi Doberman, mereka tidak lebih dari penjahat jalanan yang mengganggu tujuannya. Orang seperti mereka memang pantas untuk dihabisi.


"Enyahlah kau!" seru Doberman. Setelah memenangkan duel pedang itu, dengan sigap Doberman langsung menendang orang itu hingga terhempas jauh.


"Orang-orang ini.. mereka seperti ingin bunuh diri!" ucap Doberman.


"Ada apa ini? Kenapa Reunion menjadi mengamuk?" tanya Nearl.


"Tsk.. mereka terus berdatangan. Kenapa mereka mengirim banyak pasukan ke sini? Tidak masuk akal! Tidak ada alasan bagi mereka untuk mempertahankan tempat ini dengan kukuh!"


"Operator Rhodes Island, bertahan! Tahan Reunion dan buka jalan keluar!" sahut Nearl.


...*****...


Crowslayer, menemani wanita misterius itu menyaksikan hiburan kecil ini. Terlalu lama mereka bekerja, sibuk memikirkan rencana dan berbagai macam aspek untuk mengambil alih Chernobog. Ini adalah waktu yang tepat bagi mereka untuk melepas penat. Target mereka adalah Ursus, namun Rhodes Island justru terlibat di dalamnya. Ini seperti mendapat jackspot.


"...Jadi itu, Rhodes Island yang kudengar? Betapa heroiknya." ucap wanita misterius itu.


"....." crowslayer terdiam.


...*****...


Saat Rhodes Island tengah sibuk bertempur dengan Reunion, tiba-tiba mereka dihujani oleh batu meteor yang jatuh dari atas langit. Tidak ada yang tahu dari mana datangnya batu itu, mereka hanya dapat menghindar.

__ADS_1


"Batu itu jatuh.. di saat seperti ini?" penjaga itu tampak terkejut.


"Jangan diam saja! Pertahankan barisan pertahanan!" sahut Doberman.


"Ada sesuatu yang tidak beres. Batu-batu ini datang dari atas bangunan.."


"Apa yang kau bicarakan?" tanya Doberman.


"Dia datang! Dia datang! Hahaha.. keselamatan telah datang kepada kami! Hari pembalasan telah tiba!" sahut seorang prajurit Reunion.


"Aaaargh..!!"


Anehnya, beberapa dari mereka justru tertimpa batu meteor itu. Kesan saat mengatakan bahwa keselamatan telah tiba kepada mereka kini menjadi sesuatu yang ambigu. Rhodes Island benar-benar kebingungan dengan apa yang terjadi di sini. Mereka hanya dapat melihat pasukan Reunion tewas di dalam harapan mereka.


"Mereka.. kenapa bisa hancur begitu? Apakah ini adalah ulah kalian? Kalian menyerang pasukan itu saat mereka lengah? Atau mereka.." belum selesai Doberman berkata, tiba-tiba Amiya menyela ucapannya.


"Doberman! Lihat, langitnya..!!" seru Amiya sambil menunjuk ke atas langit.


"...Langit berwarna merah darah. Awan gelap mendidih, berjatuhan dalam nyala api." guman Nearl sambil menatap langit dengan sorot mata tajam.


"Jangan panik!" sahut Ace.


"Jangan kesadaran kalian!" tambah Nearl.


"Kita bisa keluar hidup-hidup dari kekacauan ini jika kita bertindak kondusif! sambung Doberman.


...*****...


"...Saat teror menghapus suara mereka, negeri itu menjadi sunyi." ucap wanita misterius itu.


Duar.. bencana akhirnya datang. Chernobog dilanda oleh malapetaka yang tak pernah terbayangkan oleh semua orang. Rhodes Island terlambat. Kini mereka harus bertahan di tengah-tengah bencana.


Disaat yang bersamaan, saat originium raksasa menghantam bumi, wanita misterius itu berkata, "....Originium raksasa menjatuhkan kepalanya. Jatuh di atas bayang-bayang kematian yang hangus."


"Talulah.." panggil Crowslayer.

__ADS_1


"....."


"Apa yang akan kita lakukan?"


"...Mungkin mereka dapat selamat dari bencana ini. Habisi orang-orang yang tersisa." jawab Talulah.


"Baik."


Talulah, adalah pemimpin sekaligus juru bicara Reunion. Sejauh ini, dia telah dipastikan mendalangi berbagai kerusuhan serta penghancuran Chernobog.


Saat Talulah muncul.. menyaksikan hiburan ini dengan wajah datar, terdapat keanehan yang tak pernah terjadi kepada pemimpin Reuinon lain sebelumnya. Ya, dia datang bersama dengan Crowslayer, Mephisto, Faust, dan tiga orang lagi yang belum diketahui identitasnya. Bersama-sama menyaksikan Rhodes Island kebingungan menghadapi bencana.


...*****...


"Walaupun aku tahu bahwa Reunion akan menggunakan bencana untuk membalas dendam, aku tak menduga mereka menggunakannya untuk menghancurkan seluruh Chernobog. Daripada balas dendam, ini lebih seperti penyataan sikap. Sesuatu tentang era dari para penginfeksi.. atau sesuatu semacam itu." ujar Doberman.


"Aaaa... langitnya, langitnya runtuh!" medic itu tampak cemas.


"Awas!" seru penjaga itu.


"Ada apa?" tanya medic.


Duar.. beberapa pecahan batu meteor (originium) kembali menghantam bumi.


"Hati-hati!" sahut Amiya, "Lindungi medic! Cepat, bawa dia pergi ke tempat aman!"


"Baik!" jawab penjaga itu.


Dengan bencana yang tengah melanda kota, Rhodes Island harus segera mencari tempat perlindungan agar bisa selamat dari teror malam itu. Sebuah lokasih telah dipilih. Ace menyuruh semua prajurit Rhodes Island untuk berlindung di dalam reruntuhan gedung (gedung yang dipilih oleh Ace memiliki pondasi yang kuat).


"Semua operator, berlindung!" sahut Ace.


"Kepada seluruh tim, bersiap.. untuk menghadapi bencana!" sambung Amiya.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2