
"...Dan itu menyimpulkan laporan saya mengenai operasi tempur Rhodes Island." ucap Chen.
"Dan penilaianmu?" tanya Wei Yenwu.
"Sedikit alasan untuk meragukan kemampuan mereka. Namun, Ketua Wei, mengingat identitas mereka, saya yakin dari sudut pandang strategis.. L.G.D lebih mampu untuk menangani pekerjaan ini."
"Dalam hal memerangi kejahatan dan mencegah penyusupan, L.G.D sudah lebih dari cukup. Tapi dalam hal ini, Rhodes Island mungkin dapat memberikan keuntungan. Namun.. dari banyaknya hal yang diminta oleh Rhodes Island, terdapat satu 'barang' yang tidak bisa kami tukarkan berdasarkan apa yang telah ditawarkan. Aliansi yang kalian tawarkan.. nilainya tidak setara, harga Anda terlalu tinggi. Nona Kal'tsit, Nona Amiya, kami harap kalian berdua dapat mengerti." jelas Wei Yenwu.
"Tuan Wei, aliansi ini tidak akan cukup. Banyak hal dari Reunion yang tidak Anda mengerti. Berdasarkan data yang kami kumpulkan saat bertempur melawannya, jika tidak ada langkah proaktif yang diambil, Reunion akan dapat menguasai Lungmen hanya dalam dua minggu."
"Omong kosong! Tidak ada bukti bahwa.." belum selesai Chen berkata, tiba-tiba Dokter Kal menyela ucapannya.
"Nyonya Chen, apakah Anda ingin tahu alasan sebenarnya mengapa Chernobog dapat jatuh hanya dalam satu malam?" tanya Dokter Kal.
"....." Chen terdiam.
"Tolong jelaskan." ucap Wei Yenwu.
"Amiya."
"Ah.. tentu. Rhodes Island tidak hanya terlibat dalam insiden Chernobog, kami juga terperangkap dalam bencana, dan berhasil bertahan hidup."
Siapa sangka, dari semua penjelasan yang dikatakan oleh Dokter Kal, Wei Yenwu justru lebih tertarik kepada cerita gila Amiya. Bagian saat di mana Amiya mengatakan bahwa dirinya dan prajurit Rhodes Island dapat selamat dari Chernobog adalah bagian yang paling disoroti Wei Yenwu.
"Mengesankan, mengesankan. Jarang aku bertemu orang gila sepertimu yang dapat keluar hidup-hidup dari bencana. Nona Amiya, silakan dilanjutkan. Saya akan mendengarkan."
"...Kami melawan pimpinan Reunion." sambung Amiya.
"....." Chen kembali terdiam.
"Hm..?? Siapa namanya? Aku tidak ingat jelas." tanya Wei Yenwu.
__ADS_1
Tanpa ada seorang pun yang memintanya, dokter lalu berkata, "Talulah."
"Ah, benar.. Talulah. Nyonya Chen, bagaimana pendapatmu?"
"Aku.. aku tahu."
"...Itulah yang terjadi pada Rhodes Island di Chernobog. Walaupun Reunion dapat merebut kendali Chernobog dari Ursus, tetapi untuk berkembang.. mereka harus berhadapan dengan kurangnya sumber daya alam. Lungmen akan menjadi batu loncatan mereka selanjutnya. Walaupun kalian dapat bertahan dari mereka, namun serangan mereka tidak akan berhenti sampai kalian mengatasi situasinya secara proaktif. Lebih jauh.. ada faktor yang tidak diketahui. Kita masih tidak tahu apa tindakan yang diambil oleh Ursus setelah kalah dari Chernobog."
"Hahaha.. baiklah, nona muda. Sehubungan dengan keseriusan ancaman ini dan kurangnya tenaga L.G.D., saya tidak keberatan untuk mempertimbangkan aliansi kita berdasarkan persyaratan yang telah dijelaskan sebelumnya. Tapi yang saya katakan sebelumnya masih berlaku."
"...Rhodes Island meminta harga yang terlalu tinggi?" ucap Dokter Kal.
"Benar." jawab Wei Yenwu.
"Untuk memastikan Lungmen diberi imbalan yang setimpal, aku mempunyai dua syarat sederhana. Pertama, Rhodes Island akan membantu L.G.D menghadapi ancaman Reunion, termasuk identifikasi ancaman dalam Lungmen serta yang terkait dengan kehancuran Chernobog, termasuk menilai tingkat penyusupan para terinfeksi di Lungmen. Saya harap Anda dapat membagikan semua informasi potensial kepada kami."
"Lalu, apa syarat kedua?" tanya Dokter Kal.
"Saya tidak mengerti. Bisakah Anda menjelaskannya kepadaku?"
"Bagaimana caraku mengatakannya..?? Jika Reunion membuat kerusakan di luar perkiraan Rhodes Island.. saya harap Anda dapat menolong L.G.D mengatasi situasi, yang mana termasuk penanganan pasca-bencana. Tentu saja ini tidak akan memberatkan kalian. Kurang lebih seperti itu intinya." jelas Wei Yenwu.
"....."
"Sepertinya hanya ini yang dapat saya katakan kepada Anda. Namun jangan lupa, Rhodes Island tidak punya pilihan lain. Jika Anda tidak menerima syarat kami, maka kondisi yang telah kita bicarakan, juga permintaan Anda, hanya akan.."
"Amiya?" ucap Dokter Kal.
"Dokter Kal'tsit.." seakan paham dengan maksud Dokter Kal, Amiya lalu membalasnya dengan anggukan kepalanya, "Tuan Wei, saya ingin menambahkan satu syarat di dalam perjanjian. Setiap interpretasi syarat-syarat harus disepakati oleh kedua belah pihak. Apakah ini dapat diterima?"
"Oh.. tentu saja. Saya dapat melihat Anda begitu menghormati Lungmen, Nona Amiya. Nyonya Chen, apakah Anda keberatan?"
__ADS_1
"...Aku menerima operasi ini." jawab Chen tanpa menoleh. Chen tampak sedang memikirkan sesuatu.
"Huh.. tampaknya sekarang Nyonya Chen juga mempunyai tujuannya sendiri."
"....."
"Bagaimanapun juga, selamat! Anda telah mendapatkan kepercayaan dari Lungmen. Nyonya Chen yang akan bertanggung jawab untuk rencananya. Namun, hati-hati bahwa para terinfeksi tidak boleh bergerak bebas di kota ini, karena itu hanya akan menimbulkan kepanikan. Selagi menjalankan tugas, saya harap Anda dapat patuh pada perintah L.G.D. Terutama.. perintah Nyonya Chen. Lungmen akan selalu terbuka kepada Rhodes Island, selama tindakan Anda sejalan dengan kami."
Sangat sulit untuk mendapatkan kepercayaan dari Lungmen, bahkan Dokter Kal pun tidak yakin jika dia mampu menghadapinya sendirian. Namun dengan bantuan Amiya dan.. informasi yang telah dikumpulkan oleh mendiang Ace, mereka mampu menghadapi situasi itu dengan baik.
Setelah selesai melakukan perundingan dan membuah hasil yang besar, mereka lalu pergi dari kantor pusat.
"Pyuh..! Orang itu sungguh.. dia sangat metodis saat berbicara. Dia seperti tidak bisa digoyangkan oleh apa pun." ucap Amiya.
"Amiya.. pada akhirnya kamu sadar bahwa harus belajar untuk menghadapai orang lain sendirian. Kali ini, kamu melakukannya dengan baik." puji Dokter Kal.
"Ehehe.."
"Ngomong-ngomong.. kamu.."
"Senang bertemu denganmu, Dokter Kal'tsit." ucap dokter.
"....." mendengar ini, Dokter Kal pun terdiam.
"Dokter Kal'tsit, tolong jangan menyulitkan Dokter Leon."
"Huh.. aku harap pengorbanan kita.. tidak sia-sia." ucapnya setelah menghembuskan nafas panjang.
Tidak ada seorang pun yang mengetahui identitas Dokter Kal'tsit yang sebenarnya, hanya.. beberapa nama di masa lalu. Namun, beberapa nama itu masih bertahan hingga saat ini. Salah satunya adalah dokter. Walau tidak saling mempercayai satu sama lain, namun bisa dikatakan bahwa dokter adalah orang yang paling dekat dengan Kal'tsit. Tapi sekarang.. semenjak dokter amnesia.. semua yang diketahuinya tentang Dokter Kal'tsit, hingga banyaknya informasi yang menumpuk di gudang.. hilang begitu saja seperti ditelan bumi.
"Halo, Dokter Leon. Selamat datang kembali.." ucap Dokter Kal'tsit. Memang tidak ramah, tapi setidaknya Dokter Kal sudah mencobanya.
__ADS_1
Bersambung.