Rusak

Rusak
Crack - Retakan ll


__ADS_3

Gaya bertarung mereka jauh berbeda dari sebelumnya. Prajurit-prajurit itu bagaikan veteran yang turun ke medan perang, membantu Reunion dan membantai seluruh pasukan gabungan Rhodes dan L.G.D. Tak mudah untuk mengalahkan mereka, mreka sangat kuat dan memiliki ketahanan fisik yang tinggi. Dengan usaha keras dan kerjasama antar kedua belah pihak, mereka mampu mengalahkan pasukan petarung W.


Semua orang begitu terheran, terutama Liskarm yang berada di garis depan. Pasukan seperti itu.. hanya dikerahkan untuk membantu pasukan Reunion kabur? Ini seperti membuang-buang benteng demi menyelamatkan pion di atas papan catur. Namun mereka tak tahu, pion itu akan terus melangkah maju dan berubah menjadi ratu. Selain itu, masih ada banyak kejanggalan yang sulit dijelaskan. Tak akan pernah tahu, mereka (Rhodes dan L.G.D.) jatuh ke dalam kebingungan melihat semua ini berlalu dengan cepat.


"Apa-apaan.. itu semua hanya untuk sebuah pasukan Reunion..?" ucap Liskarm terheran.


"...Dan satu orang yang bertubuh sangat besar. Dialah masalah utamanya. Aku benar-benar lelah hanya bertarung dengannya!" sambung Franka sambil memasukkan pedangnya ke sarung pedang.


"Tidak mungkin. Bagaimana bisa mereka (Reunion) menghilang dengan cepat? Apakah raksasa itu hanya pengalihan?" tanya Hoshiguma.


"...Apakah Reunion dapat pergi dari area ini dalam waktu yang singkat? Tidak, Nyonya Chen seharusnya sudah menghalangi jalan keluar mereka." Amiya begitu terheran. Dia tak bisa melepas pandangannya dari arah perginya pasukan Reunion.


"Tidak ada satu pun titik jalan yang ditemukan. Sesuatu.. tidak beres. Gulma, reruntuhan, bukit pasir.. itu semua adalah titik potensial yang dapat digunakan untuk menyergap. Tapi, aku tidak melihat apa pun. Tidak ada jejak kaki, tidak ada suara baju bersentuhan dengan tanaman, tidak ada suara ledakan. Aku tidak tahu apa yang terjadi! Penguin Logistics, bangun dan lakukan tugasmu! Ini tidak beres!" ujar Franka.


Di tengah kebingungan ini.. secerah petunjuk akhirnya datang dan menjawab semua kejanggalan yang terjadi kepada mereka. Saat mereka saling terdiam, menjawab dan menebak teka-teki ini.. mereka mendengar.. suara langkah kaki dari bawah tanah. Diawali oleh Hoshiguma, yang kemudian menyebar ke seluruh pasukan gabungan. Mereka saling berjaga satu sama lain, menatap tanah demi mencegah terjadi hal yang buruk.

__ADS_1


"Hush! Suapa apa itu..?" ucap Hoshiguma pelan.


"Hah? Ini dari.. bawah tanah?! Amiya, suaranya berasal dari bawah tanah." untuk memastikan, Exusiai mencoba mendengar suara itu dengan menempelkan telinganya ke tanah selayaknya petualang handal. Dugaan mereka benar, suara itu berasal dari bawah tanah.


Tiba-tiba.. duar, duar.. seseorang menembaki mereka dari dalam tanah. Dia adalah Skullshatterer, memanfaatkan tambang tak terpakai untuk menyergap pasukan gabungan itu.


"Dokter!! Merunduk, sekarang!! Orang-orang ini.. tidak akan berhenti!" seru Hoshiguma sambil menangkis beberapa peledak yang ditembakan oleh Skullshatterer.


Skullshatterer muncul dari dalam tambang dan segera menebas dokter dengan pedangnya. Reflek, serangan itu mampu ditahan Hoshiguma dengan perisainya.


"Bagaimana.. kau bisa menahannya?" tanya Skullshatterer.


"Kita lihat.. nanti."


Skullshatterer melepaskan tembakan dari peluncur granatnya, menyebabkan ledakan yang membingungkan para operator RI (Rhodes Island) dan L.G.D.

__ADS_1


"Suhu.. meningkat tajam! Apakah dia mencoba meledakkan tongkatnya?! Dokter, lari! Dalam jarak sedekat itu, kau akan.." seru Franka.


"Kau akan.."


"Sudah berakhir!" ucap Skullshatterer.


"Tidak.. tidak..!! Aku tidak bisa.. takkan kubiarkan kau menyakiti dokter...!!"


Kejadian sama.. kembali terulang. Dulu Amiya mampu menciptakan lapisan pelindung untuk melindungi teman-temannya, kali ini dia menciptakan sebuah pedang hitam. Pedang itu mengarah tepat ke Skullshatterer, dan meledak saat Amiya menembakkan pedang itu. Pedang itu.. meledak, mementalkan, dan menusuk Skullshatterer hingga membuatnya tak berdaya.


"Uhuk, uhuk.. kau sungguh.. kuat. Tapi.. lihat dirimu.. kau sungguh kuat. Uhuk, ini.. sakit. Walaupun kau punya kekuatan semacam itu.. kau masih.. berdarah dingin.. lihat kawan terinfeksimu. Aku tidak bisa.. memaafkan. Aku tidak bisa memaafkan orang sepertimu. Ugh.."


Pedang itu sulit untuk dicabut, membuat Skullshatterer semakin menderita. Setiap kata yang diucapkannya, bersatu dengan rintihan kesakitan yang menyiksa. Mereka tak mendekat, karena mereka tahu Skullshatterer akan mati. Skullshatterer hanya terdiam, menundukkan wajah sambil menunggu ajal menjemputnya.


Ikatan batin yang kuat antara kakak dan adik mampu membuat Misha merasakan apa yang terjadi kepada kakaknya, Al.. Alex. Alex terbujur kaku.. dengan luka fatal di tubuhnya.

__ADS_1


"Tidak.. jangan..!!"


Bersambung.


__ADS_2