Rusak

Rusak
No Promises - Tidak Berjanji


__ADS_3

"Franka, Liskarm, awasi sekeliling kalian. Aku akan membawa Misha ke Nyonya Chen." ucap Amiya.


Amiya lalu menemui Chen dan segera menyerahkan Misha kepadanya. Tempat yang digunakan untuk menyerahkan Misha begitu strategis dan pastinya jauh dari sepengetahuan Reunion. Untuk lebih meningkatkan keamanan, kedua belah pihak saling menjaga wilayah satu sama lain untuk mematau bahwa tidak ada satu pun Reunion yang mendekat kepada mereka.


"Kau terlambat. Lungmen tidak ingin adanya risiko keamanan lagi." tegur Chen.


"Nyonya Chen, berulang kali Reunion mencoba menyerang kami, namun kami berhasil menahannya. Mereka masih berada di sini, mengawasi setiap gerak-gerik kita, bahkan saat kita sedang saling berbicara. Di sini tidak aman. Tolong bawa Misha dan pergi secepatnya." jelas Amiya.


"Dan kau.. apakah Misha?" tanya Chen.


"Benar.." jawab Misha gugup.


"Mulai sekarang, kau akan ikut bersama kami. Aku harap kau dapat mematuhi perintah L.G.D. PC94172, kau bertanggung jawab atas gadis ini."


"Ikuti aku." ucap Agen L.G.D. itu.


"Amiya.."


"Tidak apa-apa." Amiya berusaha menyakinkan Misha bahwa dirinya akan baik-baik saja, "Nyonya Chen, saya tidak tahu apa yang Lungmen inginkan darinya, tapi saya harap Anda dapat menjamin keselamatannya."


"Kami selalu memperlakukan para terinfeksi dengan sangat baik."


"...Saya mengerti. Tapi, Misha tidak dalam kondisi yang baik. Setelah ini selesai, kami harap Lungmen dapat mengizinkannya untuk tinggal di Rhodes Island."


"...Aku akan mengirim permohonanmu kepada Ketua Wei. Jika dia dapat lulus pemeriksaan kami tanpa masalah, Lungmen akan langsung memindakannya ke Rhodes Island. Seperti itulah, jika tidak ada masalah. Seharusnya ini tidak akan lama."


"Dimengerti." balas Amiya, "Untuk sekarang, kita akan berpisah, Misha. Rhodes Island akan selalu menyambutmu."


"...Amiya, saat aku pergi, tolong lindungi anak-anak yang tinggal di daerah kumuh."


"Hah? Oh, tentu. Tidak masalah, aku berjanji. Ngomong-ngomong, Misha.."


"Hm..??"


"Lain kali, bisakah kau mengajariku.. membuat boneka?" ucap Amiya.

__ADS_1


"...Hehehe. Mm, tentu." balas Misha sambil tersenyum kecil.


...*****...


"Apakah misi kita telah selesai?" tanya Franka.


"Rhodes Island tidak akan bisa apa-apa jika terseret terlalu jauh ke dalam masalah ini." ujar Texas.


"Tapi, Lungmen masih menyimpan banyak rahasia dari kita." sambung Franka.


"Lungmen tampaknya tidak peduli kepada kita, berbeda dengan Reunion. Amiya, musuh akan menyerang distrik yang kita tinggali. Meskipun aku telah mendengarnya, arsitektur Lungmen benar-benar rumit. Seluruh jalan ini dibangun di atas atap, dan itu memberikan musuh keuntungan besar terhadap operasi mereka!" jelas Liskarm.


"Reunion menyerang lagi..! Mereka bahkan mengejar kita sampai ke sini?! Kenapa mereka.. sangat menginginkan Misha?" ucap Amiya.


Setelah menyerahkan Misha kepada L.G.D., Rhodes Island masih harus mengawal mereka sampai ke pintu keluar. Sejauh ini tidak ada masalah dari Reunion, namun bukan artinya mereka boleh lengah. Reunion hanya belum menemukan mereka. Dan disaat mereka bertemu, bertarung adalah solusi untuk mengakhiri konflik.


"Fyuh.. tim pengawal L.G.D. sudah pergi dengan selamat. Tapi.. sepertinya musuh tidak akan membiarkan kita pergi." ucap Franka.


"Selama mereka tidak tahu bahwa Misha telah pergi dengan L.G.D., mereka akan terus mengejar kepada kita. Dengan begini, Misha pasti akan selamat." sambung Amiya.


"Aku tidak yakin. Terlalu banyak kemungkinan. Tebakanku adalah dia, atau sesuatu yang dia ketahui, cukup signifikan untuk menentukan keselamatan Lungmen." balas Amiya.


"Sesuatu?" tanya Franka.


"Ya, mungkin intel atau informasi. Jadi itulah kenapa Lungmen dan Reunion mengejarnya."


"Perlombaan yang berbahaya." ujar Franka.


"Dan tidak ada dari kita yang bisa menghindarinya, tidak kita, Misha, atau L.G.D."


"Semoga kita tidak berakhir di tengah-tengah baku tembak. Kita tidak tahu apa-apa, tapi kita harus membereskan semuanya." sambung Franka.


"Aku, aku tidak yakin. Tapi untuk Nyonya Chen, aku punya firasat.. ini tidak akan berjalan dengan mulus."


"Amiya, apakah ada lagi yang perlu kami kerjakan? Perlukan kami menemanimu kembali ke Rhodes Island?" tanya Exusiai.

__ADS_1


"Tidak, terima kasih. Tidak ada lagi pertempuran, jadi kami akan baik-baik saja."


"Kalau begitu, kami akan kembali dan menunggu perintah selanjutnya." sambung Texas.


"Tidak masalah. Sekarang, aku harap kalian akan melanjutkan mengawasi pergerakan Reunion di dalam Lungmen. Walaupun kita menyerahkan Misha kepada L.G.D., fakta bahwa Reunion ada di sini.. membuatku tidak tenang."


"Gampang. Kami akan pergi sekarang." balas Exusiai.


"Mm.. aku serahkan semuanya kepadamu. Semuanya, kita tidak tahu berapa banyak lagi prajurit Reunion yang bersembunyi. Pastikan untuk tetap siap dan siaga. Sejujurnya, kita akan terus memindahkan operasi kita di gedung-gedung tinggi ini. Jika perlu, kita gunakan atap. Dengan begini, kita akan punya keuntungan dibandingkan harus bertarung dengan Reunion di jalanan. Jika perlu, kita pancing mereka ke area yang kita kuasai!" jelas Amiya kepada seluruh pasukan.


"Siap!" jawab semua pasukan itu.


...*****...


Di tempat lain, bukan daerah kumuh dan jauh dari Lungmen, wanita misterius itu tampak menatap Lungmen dengan wajah datar. Bersama dengan Crowslayer, mereka memantau.. dan menunggu waktu yang tepat untuk mengibarkan bendera perang kepada Lungmen.


"Talulah, persiapan selesai." ucap Crowslayer.


"...Saatnya bergerak."


"....." Crowslayer terdiam.


"Bicaralah."


"Sebenarnya ada tujuan strategis bagi kita untuk menyerang Lungmen. Jika kita dapat menguasai Lungmen, Reunion akan mendapat keuntungan besar. Tentu, ini berisiko tinggi. Kenapa Anda sibuk dengan ide ini?"


"...Kau lihat bangunan di sana?" ucap Talulah sambil menatap ke gedung tinggi Lungmen.


"Aku melihatnya."


"Itu adalah simbol dari Lungmen. Aku tidak kembali ke sini hanya untuk mengembalikan semua yang telah diambil dari para terinfeksi. Aku juga akan.. membuat mereka membayarnya. Di antara semua itu.. tidakkah kau berpikir.. semua ini semakin menarik? Tidakkah kau setuju.. Talulah?"


Note: alasan mengapa Talulah menyebut namanya sendiri.. masih dirahasiakan.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2