Rusak

Rusak
Hold on Tight - Pegang Erat-Erat


__ADS_3

"Kita sampai." ucap Texas.


"Kita harus naik ke atap? Tapi pintu ini terkunci." balas Amiya setelah mencoba membuka pintu itu.


Tangga yang harus mereka naiki tertutup oleh pintu yang terkunci. Selain tangga itu, tak ada lagi jalan untuk kembali. Jika mereka kembali, mereka hanya akan bertemu dengan pasukan Reunion. Menghadapi mereka memang sangat mudah, namun sekarang.. mereka memiliki pemimpin yang siap bertarung di garis depan, memimpin seluruh pasukan Reunion seperti yang terjadi di Chernobog, di mana setelah diberi komando, mereka yang tadinya hanyalah sekumpulan penjahat jalanan.. berubah menjadi tentara mematikan.


"Mundur. Aku akan meledakkannya." ucap Liskarm.


"Tidak perlu. Tendang saja." sambung Texas. Dia bersiap, lalu mendobrak pintu itu dengan kakinya.


"Liskarm, sepertinya masih ada banyak hal yang harus kau pelajari darinya." ledek Franka.


"Aku punya caraku sendiri? Ada masalah?!"


Perlahan tapi pasti.. Amiya mulai mengerti mengapa Exusiai menyuruhnya untuk pergi ke atap. Dengan naik ke atap, mereka dapat kabur tanpa sepengetahuan Reunion, yang di mana pasukan itu hanya fokus mencari mereka di jalanan, bangunan, bahkan selokan.


"Ada atap lain di depan kita. Aku rasa aku mulai mengerti."


Parkur, adalah metode yang digunakan untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lain, seperti yang dilakukan oleh Rhodes. Mereka melakukannya dengan cepat, namun sangat hati-hati agar Reunion tidak mengetahui pergerakan mereka.


"Amiya, ke sana! Kau bisa menyebrang ke sana!" ucap Exusiai melalui walkie talkie.


"Di mana..?? Apakah kau menyuruh kami untuk.. melompat?" tak ada lagi bangunan yang dapat digunakan untuk berpijak. Jarak antara bangunan satu dengan bangunan lain sekitar 10 meter jauhnya. Tidak peduli itu Amiya, Texas, ataupun prajurit Rhodes Island, yang jelas tidak ada seorang pun yang sanggup meloncat dengan jarak sejauh itu.


"Betul! Reunion tidak akan pernah menduganya. Lihat, ini sangat mudah! Kau tahu, lungmen adalah tempat yang bagus untuk menyimpan banyak rahasia."


Mungkin mereka dapat kabur dari pasukan Reunion yang menyebar di jalanan, tapi siapa sangka.. Reunion juga mengerahkan unit udara untuk memperluas pencarian. Dengan berlarian di atas atap, ini sama halnya dengan mengumpankan diri kepada mangsa.

__ADS_1


"Kalian tidak bisa lari!" seru seorang prajurit Reunion.


Mendengar suara prajurit Reunion di walkie talkienya, Exusiai lalu berkata, "...Hah? Apa yang terjadi?!"


"Exusiai, musuh tiba-tiba muncul. Mereka menemukan kami." jawab Amiya.


"Aku telah mengunci pintu masuk, tapi bagaimana.." ucap Franka.


"Apakah mereka datang dari bangunan terdekat? Mereka sepertinya menggunakan jetpack yang belum disempurnakan, tapi dapat digunakan untuk mengejar kita. Kita tidak diuntungkan jika mereka dapat menyelinap melalui tempat yang tak bisa kita pertahanankan." ujar Amiya.


"Tsk.. tunggu, aku akan datang untuk menolongmu!" ucap Exusiai.


"Jangan membuat kami menunggu, malaikat penjaga kecilku." balas Franka.


"Defender, atur formasi! Segera!" sahut Liskarm.


"Semuanya, lindungi vanguard!" sahut Amiya.


Berlarian sepanjang hari, kini mereka harus bertarung dengan Reunion. Ini.. sangat melelahkan. Mengingat mereka adalah pasukan bertenaga, seharusnya dalam perang ini.. Reunion pemenangnya. Sayangnya.. itu hanyalah sebatas argumen. Jika ditanya tentang fakta, semua orang tahu siapa yang akan mampu bertahan hidup.


Saat Exusiai datang, mereka telah selesai membereskan pasukan itu. Ini membuat Exusiai merasa kesal, terutama kepada Texas.


"...Kupikir kita sudah sepakat bahwa ini akan menjadi panggungku." ucap Exusiai.


"Kau terlalu lama." balas Texas.


"Yang terpenting adalah kita semua selamat. Kita harus bergerak. Dari bangunan ini, mari pergi menuju timur. Reunion tidak akan tahu tentang pergerakan kita." sahut Amiya.

__ADS_1


"Apakah kita.. akan selamat?" tanya Misha.


"Ya.. untuk sekarang. Misha, kulitnmu sangat pucat. Apakah kau baik-baik saja?" ucap Amiya.


"Aku.. hanya sedikit pusing. Tidak.. apa-apa."


"Nona Misha, sudah berapa lama kau di Lungmen?"


"Sekitar.. seminggu."


"Baru seminggu?"


"Hm.. saat itu, banyak orang aneh bermunculan dari arah kota, dan kemudian.. aku tidak tahu apa yang terjadi. Semua orang berlarian.. jadi aku juga.."


"Itu Reunion. Reunion telah menyerang Chernobog."


".. Aku tidak tahu."


"Apakah kau.. terinfeksi sebelumnya?"


"Aku.. aku tidak tahu. Tapi, benda ini.. mulai tumbuh di kakiku. Aku.."


Tampak sangat jelas bahwa sebuah oripathy mulai tubuh di kakinya. Ini menandakan bahwa Misha adalah seorang terinfeksi, sekaligus sumber masalah yang terjadi pada Misha. Misha terlihat sangat pucat. Lambat laun, Misha mulai kehilangan keseimbangannya. Disusul dengan penglihatan yang kabur, kepala berputar-putar, dan akhirnya jatuh pingsan.


"...Misha? Misha..?! Medic! Di mana pasukan medic?!" sahut Amiya sambil merangkul Misha di bahunya.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2