
Terus bersembunyi di dalam kegelapan, kini Reunion mulai memberanikan diri untuk muncul di depan publik. Tak peduli siapa pun orang itu, selama mereka tidak menghalangi tujuan Reunion, Reunion akan menjadi hantu yang ramah bagi mereka. Mereka mengancam, mengerikan, namun tidak melulai para penduduk. Sebaliknya, jika mereka berani menghalangi tujuan Reunion.. seperti yang dilakukan Rhodes Island, Reunion akan datang kepada mereka sebagai malaikat maut.
Tidak hanya satu, dua, atau tiga.. namun mereka membawa ratusan prajurit bersenjata lengkap. Ini membuktikan bahwa Reunion memiliki misi yang harus diselesaikan. Tentang maksud Reunion, dan misi seperti apa yang mereka kerjakan.. hanya Reunion seorang yang tahu.
Saat itu, rekan kerja Exusiai telah selesai melakukan tugasnya. Texas namanya, seorang teman sekaligus rekan kerja Exu. Dia bertugas untuk mengawasi keadaan. Setelah mengerjakan tugaskan, Texas berniat untuk memberi kabar ini kepada Amiya. Namun, dia bertemu dengan sekolompok prajurit bertopeng. Karena tidak ada tugas yang harus dikerjakan, dan kebetulan Texas merasa bosan.. dia berharap pasukan itu dapat menghiburnya.
"...Rhodes Island sungguh lama. Oh..??"
Keadaan memihak kepada Texas. Texas mengawasi mereka selayaknya serigala yang lapar, namun para prajurit itu tidak mengetahui jika seekor serigala sedang mengintai mereka.
"Kita hampir sampai di titik penangkapan!" sahut seorang prajurit Reunion.
"Tsk.. padahal aku baru saja selesai beres-beres. Sayang sekali." ucap Texas.
"Cepat! Yang di belakang jangan sampai tertinggal!"
Serigala adalah predator alam yang ahli dalam berburu. Dibandingkan dengan mengintai, mereka lebih suka memangsa, sama halnya dengan Texas. Terus mengawasi tanpa berbuat apa-apa hanya membuatnya semakin bosan. Daripada melaporkan mangsa (pasukan Reunion) itu kepada Alpa (Amiya), Texas lebih suka merobek daging mereka dengan taringnya.
"Hei, orang bertopeng di sana." panggil Texas.
"Siapa itu?! Apa maumu?" tanya seorang prajurit Reunion.
"Kalian semua, ke sini. Aku kehabisan waktu."
Dengan keahliannya, Texas mampu mengalahkan semua prajurit itu dengan sangat mudah. Malam ini.. serigala itu akan makan enak.
__ADS_1
...*****...
"Amiya, Texas dari Penguin Logistics telah kembali." ucap Liskarm.
"Ahh.. leganya!"
"Aku punya kabar baru. Aku baru saja membereskan orang-orang yang menyebut diri mereka Reunion. Mereka hanya pasukan kecil, tapi sepertinya mereka akan terus berdatangan. Reunion telah keluar dari persembunyian dan bergerak secara berkelompok." jelas Texas.
"...Itu yang kutakutkan. Reunion telah menyusup ke Lungmen melalui daerah kumuh. Dan target mereka.. sama seperti kita. Jika tidak, tidak ada alasan bagi mereka untuk mengejar Rhodes Island." ujar Amiya.
"Nona Misha menyimpan rahasia yang hanya Lungmen dan Reunion yang tahu. Kita berada di situasi yang tidak menguntungkan." ucap Liskarm.
"Sepertinya keadaan tidak berpihak kepada kita." sambung Franka. Dia lalu menoleh ke Misha dan berkata, "Aku bisa saja mencolek sedikit wajah manisnya untuk mengetahui apa yang terjadi."
"...Ada tambahan lain?" tanya Texas, "Jika tidak, aku akan memimpin jalan kalian. Aku tahu ke mana kita harus pergi. Exusiai telah mengkonfimasi rute pelarian kita. Aku akan membawa kalian pergi."
"...Kita harus berlindung dulu. Reunion sudah di sini." ucap Franka setelah mengintip ke luar jendela.
"Di sini! Jangan biarkan mereka lari!" sahut seorang prajurit Reunion.
"Tidak ada yang lebih menjengkelkan daripada masalah yang selalu membuntutimu." Franka tampak kesal.
Saat Amiya mengintip dari jendela, dia melihat.. sesuatu yang sangat mengerikan. Sesuatu yang akan membahayakan prajuritnya. Mereka.. Reunion.. datang bersama seorang pemimpin.
"...Ada yang salah. Tidak..!! Mereka.. punya pemimpin!" ucap Amiya.
__ADS_1
"....." Franka terdiam.
"Awas!" seru Amiya.
...*****...
"Skullshatterer mereka di sini! Ya, itu dia! Caster, ayo! Hancurkan mereka!"
Mereka mulai menyerang bangunan itu. Bukan serangan yang serius, hanya ancaman untuk menakuti Rhodes Island. Jika saja target mereka, Misha.. tidak bersama dengan Rhodes Island, mereka mungkin sudah menghancurkan bangunan itu.
"Mereka tidak main-main..!! Awas! Musuh mengerahkan banyak caster! Siapkan penanganan yang tepat!" sahut Liskarm.
"Apa yang mereka kejar adalah.. Misha!" ujar Amiya.
Brul.. seseorang mendobrak pintu ruangan itu dengan sangat keras. Untuk sesaat, wujud orang itu terhalang oleh debu yang berterbangan.
"Aah.. siapa.. siapa kau?"
"Akhirnya.. aku.." ucap sesosok misterius itu.
"....." Misha terdiam
"Akhirnya aku.. menemukanmu." sinar mentari membuatnya tak dapat dilihat dengan jelas. Walau begitu, yang mereka tahu hanyalah.. orang-orang Reunion memanggilnya dengan Skullshatterer. Dia.. adalah pemimpin Reunion berikutnya.
"Siapa kau..?!"
__ADS_1
Bersambung.