
Fany berlari keluar kamar. Ia memberitahu kedua orang tua Cheryl tentang keadaan Cheryl yang terbangun. Kemudian menangis sesenggukan sambil berteriak memanggil-manggil Bagas.
"Hmm sepertinya ia sedang bermimpi tentang Bagas." gumam Darrel.
"Bagaimana ini pa? Apa perlu kita panggilkan psikiater untuk memulihkan mental Cheryl?" Panik dan bingung mama Cheryl melihat mental anaknya yang begitu terpuruk.Hingga terkadang tidak menyadari batas antara mimpi dan kenyataan.
Darrel berusaha menenangkan semuanya."Biar saya saja yang mencoba bicara pada Cheryl." lalu Darrel pun bergegas masuk ke kamar Cheryl.
"Bagasss!... Bagass!! Jangan tinggalkan aku!" teriak Cheryl di Balkon sambil berputar putar kesana kemari berlari mencari Bagas.
Melihat Cheryl yang begitu terpuruk mentalnya, membuat Darrel mengambil napas sesaat. Lalu menghampiri Cheryl.
"Cheryl..."
"Bagas?" Cheryl langsung membalikkan tubuhnya ke arah datangnya suara.Tetapi kenyataan yang ada dihadapannya berdiri sosok Darrel bukan Bagas.
Darrel terus melangkah mendekati Cheryl.
Hening... sepi.
__ADS_1
"Ryl.... kamu lihat itu.!" Darrel menunjuk ke arah langit.
Cheryl pun mendongak ke atas melihat ke arah yang ditunjuk Darrel.
Langit gelap dihiasi bintang yang bertaburan serta sinar rembulan yang menyinari bumi "Bila malam tiba, tugas matahari telah usai. Kini tugas untuk menyinari bumi dipegang oleh Sang bulan. Bukan berarti dengan hilangnya matahari di ufuk barat. Langit dibiarkan gelap begitu saja. Pasti akan ada yang bertugas untuk mengantikan sang matahari. Begitu juga dengan kehidupan . Akan selalu berputar yang hilang akan selalu ada penggantinya. " Darrel mencoba memberi pencerahan pada Cheryl.
Sambil memandang ke langit Cheryl berusaha mengerti maksud yang disampaikan Darrel. "Sepertinya aku pernah mendengar kiasan seperti yang disampaikan Darrel. Tapi dimana ya?" Cheryl berusaha mengingatnya.
"Cheryl... kamu lihat bintang yang jauh disana." Darrel menunjuk kearah bintang yang paling jauh dari bumi.
Cheryl mengangguk pelan.
Cheryl menarik napas panjang. Lalu ia menceritakan kehadiran Bagas dalam mimpinya pada Darrel. Sekarang Cheryl baru ingat apa yang diucapkan Darrel mirip dengan yang dikatakan Bagas kepadanya.
"Tuh kan... berarti benar Bagas ingin kamu bahagia Ryl. Ia ingin kamu meneruskan hidup ini. Biarlah semua kenangan kalian tetap menjadi kenangan indah yang tersimpan rapi dalam memori dan hati. Tetapi bukan sebagai penghalang untuk menjalani hidup selanjutnya." lanjut Darrel.
"Kamu benar Rel! Terima kasih ya..., kamu selalu ada buat aku disaat aku butuh penguat." Cheryl menghapus airmatanya dan mencoba untuk tersenyum.
"Nahh begitu kan cantik. Aku yakin Bagas disana bahagia melihatnya.Akhirnya sebentuk senyuman manis terukir kembali di bibirmu." Darrel mengacak-acak rambut Cheryl sambil mencubit kedua pipi Cheryl.
__ADS_1
"Auchh! Sakit Rel!" sahut Cheryl pura-pura ngambek dan menepis tangan Darrel dari pipinya
"Hahaha maaf..maaf habis gemes sih nangis mulu.Kalau udah bisa marah dan ngambek itu baru Cheryl aku!" sahut Darrel menggoda Cheryl.
"Hmm jahat deh!" gerutu Cheryl sambil menggosok-gosok pipinya yang memerah akibat cubitan Darrel.
"Okay..., sekarang kamu kembali tidur ya. Masih gelap tuh.Aku panggil Fany untuk menemanimu. Andai boleh aku juga mau menemani kamu tidur." goda Darrel sambil mengedipkan matanya.
"Ihh apaan sih kamu! Dasar otak mesum!" Lalu mereka tertawa bersama .Cheryl dan Darrel sudah saling mengenal sejak mereka lahir. Mereka bersahabat dan selalu bersekolah di tempat yang sama .Teman Cheryl adalah teman Darrel juga.. Bahkan mereka sudah sangat paham kekurangan dan kelebihan masing-masing.
Awal Bagas berpacaran dengan Cheryl pun. Darrel lah dosen dan dokter terbaik Bagas dalam mengenal pribadi Cheryl. Darrel lah yang membimbing Bagas bagaimana cara menghadapi seorang Cheryl yang mood nya sering berubah-ubah tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. Dan dari Darrel juga Bagas belajar apa saja sakit yang sering diderita kekasihnya itu dan obat apa saja yang biasa dikonsumsi oleh Cheryl.
Darrel lah sosok yang sangat berjasa dalam hubungan Bagas dan Cheryl.
Walaupun sebenarnya Bagas pun menyimpan asa untuk Cheryl tetapi ia sadar kebahagiaan Cheryl ada pada Bagas maka ia rela membiarkan Cheryl berbahagia bersamanya. Dan memilih mundur menjauh mengalihkan perasaannya untuk berkarir di negeri orang
Kini disaat sahabat kecil sekaligus cinta pertamanya mengalami keterpurukan. Darrel kembali siap menjadi sahabat yang selalu ada untuk memberikan bahunya menjadi sandaran dan penguat bagi sahabatnya itu
...................................
__ADS_1