Sahabatku Suami Pengganti

Sahabatku Suami Pengganti
Perasaan sesungguhnya


__ADS_3

Matahari telah memancarkan sinarnya tanpa malu-malu. Dan dengan begitu kuatnya menerobos masuk ke dalam kisi-kisi jendela kamar Cheryl.


Cheryl menggeliat lalu berusaha menutup wajahnya dengan bantal yang berada disampingnya. Cheryl berusaha menghalau sinar terang yang telah menerobos paksa ke dalam kamarnya.


Tok ... tok... tok...


"Selamat pagi Ryl, kamu masih tidur ya? Ini aku Fany katanya pengen jalan-jalan ke Mall sekalian hunting perlengkapan baby."Fany mengingatkan rencana mereka untuk hari ini.


Mendengar suara Fany, Cheryl kemudian teringat rencana yang telah mereka sepakati kemarin.Dengan otomatis ia membuka bantal yang tadi ia gunakan untuk menutupi wajahnya. Lalu kepalanya menoleh ke arah jam yang melekat di dinding kamar yang menunjukkan jam sembilan pagi.


Cheryl bangun dan berjalan menuju pintu kamarnya dan membuka pintu untuk Fany."Masuk Fan! Hoaaamm" Cheryl kembali menguap tanda matanya belum rela untuk benar-benar terbuka.


"Idihhh kok belum mandi sih!" Fany pura-pura menutup hidungnya saat masuk kamar dan melewati Cheryl.


"Yeee kami tuh bau!"balas Cheryl sambil menutup pintu kamarnya.


Yang dijawab tawa kecil Fany.


"Ryl tadi aku telepon Darrel aku ajak dia juga kalau dia gak sibuk. " celetuk Fany.

__ADS_1


Cheryl pun mengangguk setuju.


"Calon ayah tuh baby kan harus ikut juga untuk memilih perlengkapannya saat ia lahir nanti." kembali Fany menyindir Cheryl.


Cheryl hanya diam saja.Ia mengambil handuk lalu masuk ke dalam kamar mandi.Kini hanya suara shower air dibuka yang mendominasi suara di kamar Cheryl.


Gemas dengan sikap Cheryl yang begitu santai dan tidak peka dengan perasaan Darrel.membuat nya semakin keki dibuatnya


"Sepertinya nih anak tidak bisa disindir halus." batin Fany..


"Ryl, kamu ngerasa gak sih kalau Darrel tuh sangat mencintaimu." ucap Fany langsung pada intinya.


Fany menarik napas panjang."Ahh dasar kepala batu " kesal Fany dengan sikap Cheryl


Fany merasa kasihan dengan Darrel yang kembali harus menunggu Cheryl membuka hati untuk dirinya.


"Ehmm, terbuat dari apakah sebenarnya hati Cheryl ini.Bagas saja sadar dan bisa merasakan perasaan yang dipendam oleh Darrel untuk Cheryl " pikir Fany.


.....................

__ADS_1


Tanpa sepengetahuan Fany, Cheryl menangis di bawah guyuran air .Ia tidak ingin orang lain mengetahui perasaannya sesungguhnya.


Sebenarnya ia pun sadar dengan semua kebaikan yang Darrel berikan padanya. Bahwa ada harapan cinta berbalas disana.


Cheryl pun juga sadar bila Darrel sangat menyanyangi bayi yang dikandungnya terkadang Cheryl merasa bersyukur Darrel bisa menggantikan posisi Bagas disaat ia membutuhkan semangat dalam menjalani masa-masa sulit diawal-awal kehamilannya dulu.


Cheryl sadar semua itu. Ia tidak buta dan hatinya tidak sekeras yang Fany kira.Hanya saja Cheryl masih butuh waktu untuk belajar mencintai Darrel seperti Darrel mencintainya.


Tidak segampang itu membolak balikkan sebuah hati dan perasaan dan mencari sosok yang bisa menggantikan Bagas dalam hatinya.


Cheryl bisa merasakan semua kebaikan Darrel selama ini.Tetapi ia masih terbiasa menganggap Darrel sebagai sahabat sekaligus kakak dalam hidupnya.Sehingga untuk merubah sebuah pola yang selama ini sudah terlanjur tertanam di pikirannya memerlukan waktu.


Bukan berarti Cheryl tidak menyanyangi dan membutuhkan Darrel dalam hidupnya.Tetapi justru ia terlalu sayang dan sudah terbiasa selalu ada Darrel dalam setiap fase hidupnya.Dalam suka dan duka Darrel selalu ada untuknya. Ia takut dengan mengganti perasaan sayang sebagai sahabat itu menjadi rasa sayang yang lebih intim justru akan membuat mereka tersakiti dan canggung.


Cheryl merasa kasihan bila Darrel harus menjadi ayah dari anak Bagas .Walau saat ini Darrel terlihat sangat peduli dan menyanyangi nya tetapi Ia takut akan menyakiti perasaan Darrel suatu saat .


Bagaimana pun juga, anak ini pasti akan selalu mengingatkan keberadaan Bagas dalam hidup mereka nantinya. Di samping itu Darrel sendiri belum mengatakan secara langsung tentang perasaannya itu pada Cheryl.


"Ryl,...kamu baik-baik saja kan? " tegur Fany sambil mengetuk pintu kamar mandi.Saat sadar Cheryl sudah terlalu lama dibawah guyuran air yang terdengar dari luar kamar mandi

__ADS_1


..................................


__ADS_2