Sahabatku Suami Pengganti

Sahabatku Suami Pengganti
Patah hati


__ADS_3

"Ryl., coba tebak siapa yang datang?" mama muncul di balik pintu bersama rombongan.


Cheryl yang sedang disuapi oleh Darrel berhenti makan mendengar suara stereo mama.


Setelah mama masuk diikuti Tante Melati, Fany dan ......


"Kak Arka??" Kedatangan Arka benar-benar memberi kejutan tersendiri bagi Cheryl dan Darrel.


Melihat reaksi Cheryl yang terkesan kaget tetapi menyiratkan banyak hal.Mama hanya memberi catatan dalam hati untuk ia tanyakan pada Cheryl di waktu yang tepat.


"Silakan duduk kak!" Darrel memberikan kursinya untuk Arka.


Dulu Darrel merasakan adanya ancaman dengan kehadiran Arka. Tetapi itu dulu. Sekarang statusnya sudah sangat jelas .Cheryl miliknya dan sebentar lagi setelah kembali ke Indo mereka akan segera meresmikan hubungan mereka.


Ternyata bukan hanya Cheryl yang terkejut dengan kedatangan Arka. Arka sendiri juga terkejut ketika masuk ruang inap Cheryl, disana sudah ada Darrel sedang bercengkrama dan menyuapi Cheryl makan.


Ini bukan pertama kalinya bagi Arka bertemu dengan Darrel. Dulu sewaktu Cheryl pingsan saat melihat dirinya untuk pertama kalinya karena mengira bertemu sosok Bagas. Darrel pun datang dengan wajah panik. Dan setelah Cheryl sadar, merekapun melanjutkan acara makan malam di rumah Cheryl yang sempat tertunda sesaat. Disitulah Arka berkenalan dengan Darrel sahabat sejak kecil Cheryl.


Dada Arka terasa bergemuruh. Ada perasaan yang susah untuk diungkapkan. Bahkan untuk bicara saja sepertinya kata-katanya tersekat di tenggorokan.


Untuk menenangkan diri dan perasaannya.Arka melemparkan pertanyaan umum yang klasik."Apa kabar kamu Ryl? Baik-baik saja kan?"


Cheryl tersenyum ramah."Baik kak. Cheryl sehat.Kakak sudah lihat anak aku?"


"Sudah. Ganteng seperti papanya. Matanya mirip banget dengan Bagas." Arka berusaha memecahkan kekakuan diantara mereka.

__ADS_1


Arka sempat bingung dan tidak tahu harus berkata dan berbuat apa lagi. Pemandangan Darrel bercengkrama dan menyuapi Cheryl dengan mesraa masih terbayang jelas di pikirannya saat ini.


Berbeda drastis dengan Darrel. Kini ia penuh dengan rasa percaya diri saat berhadapan dengan Arka.Tanpa ada kecemasan yang berarti. Karena kini semua orang sudah tahu Cheryl miliknya.


Fany memperhatikan tiap detail mimik wajah Darrel maupun Arka.Darrel jauh lebih percaya diri dan mampu melemparkan senyuman manisnya.Tidak lagi seperti saat ia memergoki Darrel memperhatikan Arka dan Cheryl di depan toko perlengkapan bayi waktu itu dengan sorot mata cemburu dan sedih.Darrel saat ini jauh lebih tenang dan penuh percaya diri. Menambah aura positif Darrel semakin terlihat.


Dan semua itu berbanding terbalik dengan keadaan Arka.Yang ketika ia temui di Bandara dan saat menjenguk baby Satria. Sorot mata bahagia dan penuh harapan terlihat dengan jelas tadi.Tapi kini sorot mata itu berubah redup dan sekilas terlihat ada perasaan yang berusaha Arka sembunyikan . Dan .dari gestur tubuhnya pun terlihat jelas perasaan cemburu dan kesedihan tersirat disana. Bahkan senyum yang selalu tersungging tadi tiba-tiba lenyap. Kini wajah Arka terlihat lebih tegang .


"Sudah selesai makan Ryl?" suara mama Darrel memecah kekakuan dan ketegangan yang terasa.


Cheryl pun mengangguk pelan . "Sudah Tante."


Suasana kembali sunyi. Melihat keadaan tegang dan hening. Fany pun berusaha mencairkan suasana.


"Kak nih minum." Fany menyodorkan sebotol air mineral pada Arka. Fany tahu kalau Arka belum minum sejak datang di Bandara tadi.


Arka pun membuka tutup botol air mineral dan meminumnya.


" Oh ya Arka, kamu sudah tahu belum? Kalau Darrel dan Cheryl berencana sepulangnya dari sini, hendak meresmikan hubungan mereka ke jenjang pernikahan." jelas mama Cheryl.


Arka tersedak dan menumpahkan air yang diminumnya.


"Kak! Are you okay?" tanya Cheryl hendak turun dari ranjang nya.Dan dicegah oleh Darrel.


"Kakak gak apa-apa?" Darrel menghampiri Arka .

__ADS_1


Arka memberi kode dengan mengangkat tangannya bahwa dirinya baik-baik saja sambil satu tangan memegang dadanya . "Its okay . I am fine." kemudian Arka kembali melanjutkan minumnya.


"Maaf." ujar Arka dengan wajah sedikit memerah.


"Kamu tidak apa-apa Arka? Bagaimana sudah lebih baik kan?'" tanya mama Cheryl cemas.


Arka melemparkan senyuman terbaiknya untuk menutupi kegundahan hatinya.


"Saya baik-baik saja tante. Fan .. bisa tolong tunjukkan kakak letak toilet dimana?" Arka menoleh ke arah Fany yang sedikit terkejut dengan reaksi Arka saat mendengar kabar terbaru dari mama Cheryl.


"Fan tolong tunjukan Arka, dimana letak toilet." ulang mama .


"Biar Darrel saja Tante. Yuk kak saya tunjukkan letak toiletnya." ucap Darrel. Lalu melangkah keluar ruangan.


Keduanya terlihat kaku.Darrel berjalan mendahului Arka. "Itu kak toiletnya." tunjuk Darrel beberapa saat setelah sampai di depan toilet


"Okay thanks " sahut Arka


Di dalam toilet Arka mencuci mukanya. Ia merasa malu dan tolol dengan dirinya tersedak tadi.


Arka benar-benar tidak menyangka akan menerima kabar yang sangat mengejutkan itu. Di kepalanya masih berputar pertanyaan sejak kapan Cheryl dan Darrel merubah status persahabatan mereka menjadi sepasang kekasih. Setahu Arka sebelum Cheryl berangkat ke Australia status hubungan diantara mereka masih persahabatan.


Arka menarik napas panjang. "Bagas ..., apa memang ini yang kamu inginkan? Maafkan aku telah lancang mencintainya. Kini aku paham kamu tidak ingin aku mengantikan posisimu dan lebih merestui Darrel untuk menggantikan mu." batin Arka.


Arka ingat ayahnya pernah bercerita padanya sekilas tentang isi surat dari Bagas untuk Darrel yang belum sempat terkirimkan

__ADS_1


.............................................


__ADS_2