Sahabatku Suami Pengganti

Sahabatku Suami Pengganti
Pamit


__ADS_3

Cheryl terus memanggil-manggil nama Bagas. Ia berlarian kesana kemari dari ujung ruangan satu ke ujung ruangan lain.


Fany yang melihat sahabatnya masih berusaha menolak kenyataan hanya bisa terdiam dan menangis pilu. Sakit dan hancur rasanya melihat kondisi Cheryl saat ini. Cheryl yang selalu ceria, Cheryl yang selalu tersenyum kini hatinya hancur mendengar kekasih sekaligus calon suaminya meninggal di detik-detik mereka akan mengucap ikrar janji suci.


Fany akhirnya berusaha menyadarkan Cheryl.Ia memeluknya dan berusaha menenangkannya.


"Sudah Cher...sudah...cukupp! Bagas sudah pergi ikhlas kan dia." ucap Fany dalam tangisnya.


"Kamu ini ngomong apa sih! Bagas aku baik-baik saja.Tadi ia menemui ku disini. Dia baik-baik saja Fan utuh tak terluka sedikitpun.Aku gak bohong! Dia baik-baik saja. Kenapa sih kalian ini? Orang masih hidup dan sehat kalian bilang meninggal .Itu bukan Bagas aku! Kalian salah orang.Pasti ada kekeliruan!" Cheryl kembali berusaha menepis dan menyangkal kenyataan.


"Baiklah. Begini saja mari kita buktikan. Korban kecelakaan yang baru saja meninggal.Apakah dia saudara Bagas yang anda kenal, atau bukan." ajak pak Polisi.


Cheryl terdiam ia terlihat mengambil napas terlebih dahulu."Ayo Ryl kita lihat dan kita buktikan apa itu benar Bagas loe atau bukan." Fany menuntun tubuh Cheryl untuk melihat dan membuktikan sendiri apakah benar korban kecelakaan itu Bagas atau bukan.

__ADS_1


Pak polisi dan Dokter Rio melangkah menuju ruang mayat .Diikuti oleh Fany dan Cheryl.


Sesampainya mereka di depan ruang mayat.Cheryl menggenggam tangan Fany erat.Fany menoleh ke arah sahabatnya itu dan berbisik."Yang kuat ya...sabar dan ikhlas."


Cheryl menggeleng gelengkan kepalanya pelan."Tidak Fan .Aku yakin itu bukan Bagas.Bagas aku masih hidup dia sehat.Aku melihatnya sendiri tadi." bisik Cheryl tetap pada pendiriannya.


"Yuk kita buktikan." Fany berusaha menyadarkan Cheryl akan kenyataan yang ada.


Kini terlihat di depan mereka membujur kaku tubuh seseorang yang baru saja dinyatakan meninggal oleh Dokter."Baiklah kita buktikan sekarang.Silakan sus!" Pak Dokter memerintahkan seorang suster untuk membuka kain yang menutupi jasad di depan mereka.


Betapa terkejutnya Cheryl saat melihat sendiri bahwa benar itu tubuh Bagas yang ia kenal. Bagas kekasih tercinta sekaligus calon suaminya. Tubuh Cheryl langsung gemetar dan otot-otot tubuhnya terasa lemas. Fany menyadari Cheryl akan syok melihatnya langsung.Maka Fany pun memeluknya erat agar tidak terjatuh. Tubuh Cheryl berguncang hebat hingga Fany pun bisa merasakannya.


"Kamu percaya kan sekarang? Kalau itu memang Bagas kamu. Bagas yang kita kenal. Kamu harus sabar ... ikhlaskan dia Ryl agar Bagas pun bisa pergi dengan tenang." Fany berusaha menguatkan sahabatnya itu.

__ADS_1


"Tapi Fan...aku lihat sendiri tadi Bagas menemuiku. Dia mengecup keningku bahkan kami pun sempat berpelukan." jelas Cheryl dalam tangisnya.


"Mungkin itu pun memang benar Bagas. Ia menemui mu untuk berpamitan denganmu.Jujur Ryl..., waktu aku menemukanmu di tempat tadi. Aku hanya melihat kamu berdiri sendirian disana. Tidak ada orang lain. Tidak ada Bagas. Tidak ada siapapun disitu." jelas Fany.


Cheryl cepat-cepat menghapus air matanya. Ia berusaha untuk kuat. Ia merogoh tasnya mencari-cari sesuatu lalu ia mengeluarkan ponselnya dan menelepon seseorang.


Detik berikutnya bunyi ponsel berdering di ruangan itu.Semua terdiam. Lalu pak Polisi menunjukan ponsel yang berdering itu , kunci mobil serta dompet Bagas yang ada di tangannya."Kamu menelepon ke ponsel ini?" tanya Pak Polisi pada Cheryl.


'Ini semua milik saudara Bagas yang kami temukan dan amankan dari Tempat Kejadian." lanjut Pak Polisi lalu menyerahkan ketiga benda penting itu pada Cheryl.


Tangan Cheryl pun gemetar menerima ketiga barang pribadi Bagas calon suaminya. Detik kemudian pandangannya pun mendadak gelap . Cheryl pun ambruk.


............................

__ADS_1


__ADS_2