
"Om... Tante...!!" teriak Fanny menuruni tangga.
"Pagi Fan ada apa?" Mama Cheryl membuka pintu kamarnya saat mendengar teriakan panik Fany
Fany mengambil napas, lalu ia menata napasnya terlebih dahulu.Setelah berlarian menuruni tangga.
"Kenapa Fan?" tanya papa Cheryl yang tiba-tiba muncul di belakang istrinya.
"Itu.... anu..., Om dan Tante lihat Cheryl tidak? Dikamar tidak ada." tunjuk Fany ke arah kamar Cheryl.
Kedua orang tua Cheryl saling pandang dan mengerutkan kedua alisnya.
"Cheryl tidak ada di kamarnya?"
Fanny menggeleng yakin.
Fany akhirnya menceritakan bahwa tadi saat ia akan menemui Cheryl. Ternyata kamarnya kosong. Ia pun sudah memeriksanya di kamar mandi dan di balkon tetapi Fany tetap tidak menemukan keberadaan sahabatnya itu.
"Biii!!!" teriak papa Cheryl.
Terlihat Bi Yanti tergopoh-gopoh memenuhi panggilan majikannya "Iya tuan .."
"Bi ...bibi lihat Cheryl keluar kamar tidak?"
__ADS_1
"Non Cheryl tadi pagi sepertinya lari pagi keliling komplek nyonya." jawab Bi Yanti.
"Cheryl lari pagi?" Semua saling berpandangan bergantian.
Bagaimana tidak takjub, sejak kematian Bagas. Cheryl selalu mengurung diri di kamarnya.Hanya Fany atau Darrel yang bergantian untuk menemaninya dan menguatkannya.Dan pagi ini Cheryl tidak ada di kamarnya dan menurut Bi Yanti Cheryl sedang lari pagi keliling komplek. Benarkah? Atau jangan-jangan Cheryl merencanakan sesuatu?.
Pikiran-pikiran jelek mulai terbesit di otak kedua orang tua Cheryl dan Fany.
Paham dengan pikiran negatip tersebut.Papa Cheryl lalu mengambil motornya dan berinisiatif untuk mencari keberadaan putrinya tersebut.
"Om.... mau kemana?" Melihat papa Cheryl mengendarai motor hendak keluar halaman rumah dengan hanya memakai baju tidur dan wajah yang terlihat panik. Darrel menghentikan dan mencari tahu apa yang sedang terjadi.
Setelah dijelaskan bahwa Cheryl hilang.Lantas Darrel pun menawarkan diri untuk ikut menemani mencari Cheryl.
..............................
Setelah lelah lari pagi keliling komplek. Cheryl memutuskan beristirahat sebentar di taman kompleks.
Ia menarik napas panjang."Hmm segarnya.... Darrel benar hidup ini terus berjalan. Hari kemarin telah berlalu hari ini kita harus bisa lakukan yang terbaik untuk masa depan yang kita belum tahu apa yang akan terjadi.Aku tidak boleh membuat orang-orang di sekelilingku merasa sedih dan khawatir.Seperti kata Bagas kita harus berani bangkit dari keterpurukan karena dibalik kesedihan atau kegagalan ada pelangi indah yang akan menanti." gumam Cheryl membulatkan tekad dalam hati.
Setelah merasa cukup beristirahat Cheryl memutuskan untuk pulang ke rumah.
"Itu Cheryl! Cheryl!!" teriak Darrel yang terlihat berlari ke arah Cheryl diikuti oleh papa.
__ADS_1
Cheryl menoleh ke arah suara panggilan.Lalu ia menyatukan kedua alisnya saat melihat Darrel berlari menuju ke arahnya dengan diikuti papanya.
"Darrel?? papa?? Ada apa?" tanya Cheryl tanpa berdosa.
"Uff" Darrel menepuk pundak Cheryl.
"Kamu lari pagi keliling kompleks?" tanya Darrel.
Cheryl mengangguk bingung.
"Nakk..., lain kali kalau mau pergi bisa gak titip pesan ke siapa gitu. Kami semua bingung dan panik saat mengetahui kamu tidak ada di kamar." jelas papa Cheryl.
Cheryl mulai paham itu sebab Darrel dan papa bersamaan menemuinya.
"Maaf pa. Tadi papa mama masih tidur. Cheryl pikir cuman lari keliling kompleks dan gak lama." sanggah Cheryl.
"Baiklah yang penting kamu tidak kenapa-kenapa" papa memeluk anak gadisnya itu dan mencium keningnya.
Tiba-tiba Cheryl memegang kepalanya.Dan sedikit kehilangan keseimbangan.
"Cheryl.. kamu baik-baik saja?" tanya Darrel sambil menahan tubuh Cheryl yang terlihat sedikit sempoyongan.
................................
__ADS_1