Sahabatku Suami Pengganti

Sahabatku Suami Pengganti
Kepanikan di pagi hari.


__ADS_3

Matahari mulai memperkokoh sinarnya.Cahayanya telah berhasil menguasai bumi sepenuhnya jam telah menunjukkan pukul sembilan pagi.


Setelah mengantar papa sampai depan pintu rumah, mama Cheryl memanggil bibi.


"Bi! Tolong panggilkan Cleo untuk turun makan. Sudah jam sembilan pagi kok belum turun-turun padahal hari ini ada jadwal periksa kandungan.Tolong Cheryl diingatkan untuk bersiap-siap." pesan mama sebelum bibi naik ke atas dan memanggil Cheryl.


Bibi pun segera naik ke lantai atas menuju kamar Cheryl.


Bibi mengetuk pelan pintu kamar Cheryl."Non Cheryl! Bangun non sudah ditunggu mama untuk sarapan di bawah. Katanya hari ini non Cheryl ada jadwal periksa kandungan." Bibi berusaha membangunkan Cheryl.


Sedetik dua detik bibi menunggu respon.Tetapi tetap hening tidak ada jawaban sedikitpun dari balik pintu.


"Non, ...non Cheryl? Non masih tidur? Bangun non ditunggu nyonya di bawah." sekali lagi bibi mencoba untuk membangunkan Cheryl. Tetapi tidak ada jawaban.


Kemudian bibi meninggalkan kamar Cheryl dan melaporkan keadaan di kamar Cheryl yang sepi tidak ada jawaban apapun dari dalam kamar.


Mama mengeryitkan keningnya, tanda penasaran dan merasa aneh. Tidak seperti biasa anaknya seperti ini."Ikut aku bi!" mama meletakan buku yang sedang ia baca, lalu beranjak melangkah menuju lantai atas membangunkan Cheryl.


Tok...tok...tok


"Ryl....Cheryl ini mana nak! Kamu sudah bangun sayang?" Mama menatap bibi sambil menunggu jawaban balasan dari Cheryl tapi nihil.


"Gak denger apa-apa nyonya.Sepi." kata bibi meyakinkan majikannya.

__ADS_1


"Hmm." Mama mencoba membuka pintu.


Klik.


Mama dan Bibi terkejut ternyata kamar Cheryl tidak terkunci.


Setelah saling pandang sebentar, mana memberi kode bibi untuk masuk ke kamar Cheryl. Bibi pun menurut dan masuk ke dalam kamar Cheryl.


"Non Cheryl gak ada di kamar nyonya.Pantas tidak ada jawaban." gumam bibi.


Mama kemudian mengecek kamar mandi dan balkon depan kamar. Tetap saja ia tidak menemukan tanda-tanda Cheryl berada di kedua tempat itu


"Nyonya! Ini sepertinya ada pesan dari nona Cheryl." panggil bibi menunjukan secarik kertas yang berisikan tulisan di meja kecil samping tempat tidur Cheryl.


Mama menutup mulutnya dengan salah satu tangannya.Matanya terbelalak terkejut ketika membaca isi pesan untuknya yang ditulis oleh Cheryl.


"Pa!!!Papaaa!" mama berteriak histeris dan berlari meninggalkan kamar Cheryl menuju ke ruang kerja suaminya.


Tetapi ruang kerja itupun kosong.Mama baru teringat kalau suaminya baru saja berangkat ke kantor.


Lalu dengan lincah jari tangan mama Cheryl menekan beberapa nomer di ponselnya."Hallo Mel! Cheryl Mel...., tolong sampaikan pada Darrel temukan Cheryl."


"Cheryl kenapa Ev, temukan bagaimana?" Melati pun ikut panik dengan penggalan- penggalan kalimat yang belum tuntas yang disampaikan sahabatnya itu padanya.

__ADS_1


"Ev, ambil napas, minum dulu kemudian setelah tenang baru kamu mulai cerita ke aku apa yang terjadi ?" saran Melati.


Setelah sedikit menenangkan perasaannya.Mama Cheryl pun mulai bercerita kalau anaknya kabur ke Aussie menyusul Darrel.


"Aku khawatir dengan kandungannya Mel .Kalau ada apa-apa bagaimana ia sendirian berangkat kesana." jelas mama.


"Cheryl menyusul Darrel? Pagi ini ia berangkat?" selidik Melati lebih jelas .


"Entah kapan ia berangkat. Kemarin sore sih Cheryl masih bersamaku.Merayu diriku untuk meminta nomer terbaru Darrel.Ia kekeh untuk mendapatkan nomer itu karena katanya ada beberapa hal yang ingin ia luruskan dengan Darrel." ucap mama.


"Hmm, baiklah akan aku beritahukan Darrel kalau Cheryl berangkat ke Aussie kemungkinan pagi tadi." sahut Melati


"Kamu tenang ya, biar Darrel yang cari Cheryl." Melati berusaha menenangkan sahabatnya itu.


"Hari ini seharusnya Cheryl cek kandungan karena sudah memasuki minggu-minggu persalinan." ucap khawatir mama .


"Baiklah aku akan hubungi Darrel dan memberitahukan Darrel kalau Cheryl saat ini memasuki minggu-minggu persalinan. Agar Darrel bisa memantau kondisi Cheryl selama disana " ucap Melati berusaha menenangkan kekhawatiran sahabatnya itu.


Akhirnya hubungan telepon itupun terputus.


.......................🌹❤️🌹.............


Mampir juga ke karya teman aku yuk

__ADS_1



__ADS_2