Sahabatku Suami Pengganti

Sahabatku Suami Pengganti
Tak terduga


__ADS_3

"Hmmm, lelahnya." Cheryl membaringkan tubuhnya di atas kasur.


"Bagaimana gak lelah, sudah berapa konter nih yang sudah kita keluar masukin." Fany meletakan beberapa barang belanjaan mereka hari di meja kamar Cheryl.


Cheryl bangun dari posisi tidurnya lalu duduk diatas kasur.Cheryl merogoh tas nya dan menemukan catatan belanjaan yang ia tulis semalam.Lalu ia memeriksa masih berapa barang lagi yang belum terbeli hari ini.


"Nih!"Fany menyodorkan empat buah tas belanjaan kepada Cheryl.


Cheryl memandang bingung ke arah Fany.


"Apaan ini? Perasaan kita tadi gak beli ini deh"Cheryl memeriksa isi tas yang diberikan Fany padanya.


"Emang enggak!" Fany kemudian merebahkan tubuhnya di atas kasur.


"Ehmm, enaknya..., akhirnya bisa mengistirahatkan punggung." ucap Fany sambil memejamkan mata.


"Woii jawab dulu. Ini maksudnya apaan?" Cheryl meminta penjelasan Fany tentang asal usul empat tas belanjaan tadi.


"Kamu suka gak?" Fany mengintip reaksi Cheryl dengan salah satu matanya tertutup.


"Hmm..., suka sih. Bajunya lucu-lucu. Mainan nya juga keren.Tapi banyak amat." Cheryl meneliti lagi apa saja isi tas yang diberikan Fany tadi.


"Sebentar-sebentar, jangan bilang ini semua dari kamu. Aduh Fan gak perlu repot-repot.Kamu sudah temani aku saja aku sudah sangat berterima kasih.Gak perlu lah kamu beliin aku barang sebanyak ini." seru Cheryl sambil mengeluarkan satu persatu isi tas belanjaan itu.


Fany mengeryitkan keningnya sambil melihat Cheryl."Dasar bego!' Fany memukul Cheryl dengan bantalnya.


"Sadar woii!! Mana mungkin tuh mainan dari aku.Perhatiin yang teliti! satu mainan itu harganya berapa? Dan itu yang dibeli banyak jenisnya. Mana ada duit aku sebanyak itu." jelas Fany.


Cheryl hanya nyengir dan garuk-garuk kepalanya.

__ADS_1


"Lantas dari siapa?" tatap intens Cheryl ke arah Fany.


"Ehh masak dari kak Arka?"


"Wah...wah... makin eror dan ngelunjak nih anak!" timpal Fany.


Cheryl hanya menatap bingung Fany dengan tatapan polosnya.


"Salah ya?" ucapnya lirih.


"Ya jelas salah lah! Kamu lupa siapa yang bayar semua belanjaan kamu tadi hah?" tanya Fany.


Cheryl melihat semua tas belanjaan mereka tadi " Kak Arka" jawabnya


"Nah! Masak iya sudah semua kak Arka yang bayari belanjaan kamu. Terus masih beliin kamu lagi empat tas lagi?? Wow paman yang royal sekali!" Fany terkekeh melihat raut wajah Cheryl yang kebingungan.


"Trus... kalau bukan kamu, bukan Kak Arka..., siapa lagi?" Cheryl berusaha mencari tahu kemungkinan siapa lagi yang mampu membelikan mainan mahal dan lucu-lucu itu.


Tiba-tiba raut wajah Cheryl berubah tegang.Cheryl menatap Fany serius. Lalu pandangannya menyapu seluruh ruang kamarnya.


Cheryl dengan tergopoh-gopoh langsung berdiri dan membuka pintu kamarnya lalu keluar.


Fany hanya melihat dalam diam semua yang dilakukan Cheryl.


Tidak lama kemudian Cheryl kembali masuk ke kamar.Dan menutup pintu dengan wajah bingungnya.


"Kenapa Ryl?"


"Aku kira Darrel yang beliin itu tadi, sebagai kejutan dan menunggu di luar. Tapi di luar gak ada siapa-siapa. Tanya mama katanya Darrel gak kesini." Cheryl menatap Fany dengan tatapan kecewa dan bingung.

__ADS_1


"Kalau bukan Darrel siapa lagi? Menurut kamu siapa Fan? Kamu dapat darimana hadiah-hadiah itu?."tunjuk Cheryl ke berbagai mainan baby yang tercecer di kamarnya.


Pandangan Fany tertuju ke berbagai macam mainan dan baju anak lucu-lucu yang tergeletak di kasur Cheryl.


"Semua itu memang dari Darrel." ucap Fany lirih dan sedih.


Cheryl terkejut dan menatap Fany intens.


"Dari Darrel?? Serius Fan? Mana dia? Kapan ia berikan hadiah itu ke kamu? Kok gak langsung ke aku?'" Pertanyaan beruntun keluar dari mulut mungil Cheryl.


Fany menarik napas panjang.


"Ia meninggalkannya di depan toko perlengkapan bayi yang kita kunjungi tadi." jelas Fany.


"Maksud kamu?" Cheryl semakin tidak mengerti apa yang dimaksud oleh Fany.


Kemudian Fany menceritakan pada Cheryl bagaimana ia mengetahui, saat Darell meninggalkan tas belanjaan nya di depan toko. Lalu ia pergi begitu saja dengan sorot mata sedih.


"Sepertinya ia salah paham Ryl.Ia mengira kamu dan kak Arka-----"


"Mana kunci mobil? Temani aku ke rumah Darrel."


...............................


Tunggu kelanjutannya ya ....


Jangan lupa dukung terus SAHABATKU SUAMI PENGGANTI


Sambil menunggu kelanjutannya, baca juga karya Bestie aku.

__ADS_1



__ADS_2