Sahabatku Suami Pengganti

Sahabatku Suami Pengganti
Cute baby


__ADS_3

Brakk


Arka menuruni anak tangga menuju ke dapur. Disana ia melihat bibi sedang memotong-motong sayuran."Bi ...lihat pak Rudi tidak?"


Bibi terkejut tiba-tiba mendengar suara Arka di belakangnya."Pak Rudi di depan sedang nyuci mobil tuan."


"Nyuci mobil? Waduhh! Oke oke bi. Terima kasih." Tidak lama langkah Arka terhenti sesaat.


"Bi, kalau mama dan papa tanya bilang saja saya pergi ke Australia mau nengok keponakan." pesan Arka sebelum pergi.


"Lho jadi benar ya anak tuan muda Bagas sudah lahir?" tanya bibi antusias.


Arka mengangguk sambil tersenyum samar."Sekarang Arka sudah jadi paman bi." senyum lebar Arka terlihat jelas menampakkan kebahagiaan.


"Selamat ya tuan." bibi menyodorkan tangannya ke Arka.


Arka pun menyambut gembira uluran tangan bibi tersebut."Terima kasih.Arka pergi dulu bi"


Kemudian Arka menarik koper traveling nya dan menuju halaman depan.


Tidak lama kemudian suara mobil keluar halaman rumah terdengar jelas.


.............................

__ADS_1


Pak Handojo terbangun mendengar deru suara mobil di halaman rumahnya."Seperti suara mobil?" pikirnya sambil melihat ke arah jam di dinding.


"Masih jam lima pagi.Siapa yang pakai mobil pagi-pagi buta begini?" batin pak Handojo.


Ia merubah dari posisi tidurnya tadi ke posisi duduk bersandar sambil berpikir. Melihat istrinya masih tertidur pulas. Ia yakin pasti Arka yang memakai mobilnya itu.


"Kemana anak itu pergi pagi-pagi buta begini?"Pak Handojo meraih kacamata di meja samping lalu berjalan keluar kamar.


Ia menuruni tangga lalu memanggil supir nya. "Pak Rudi!" sambil setengah bergegas menuju halaman depan.


Mendengar suara majikannya, bi Yuli berjalan tergopoh-gopoh keluar dapur.


"Tuan... maaf tuan. Pak Rudi sedang mengantar tuan muda." jelas Bi Yuli kepada majikannya.


"Apa? Mengantar Arka?"


"Pagi-pagi buta begini? Kemana dia? Ada-ada saja anak itu.Dari dulu selalu saja pergi gak pernah pamit." gerutu pak Handojo.


"Ada apa sih pa, kok pagi-pagi sudah ribut.?" karena suara ribut-ribut di bawah. Mama jadi terbangun dan menyusul suaminya ke bawah memastikan apa yang sebenarnya terjadi.


"Ini nih pagi-pagi si Arka sudah bikin heboh. Ia pergi bersama pak Rudy entah kemana.Papa tadi kebangun gara-gara suara mobil keluar halaman." jelas pak Handojo.


Mama merapikan tali sabuk di pinggang baju tidurnya. "Arka tadi bilang tidak bi, kemana ia pergi?" tanya mama penasaran.

__ADS_1


"Kata tuan muda tadi ia mau nengok keponakannya." jawab bibi datar.


"Menengok keponakannya?" mama dan papa saling berpandangan.


"Maksudnya Arka ke Australia?" tanya mama lebih detail.


"Iya." jawab bibi.


Pak Handojo langsung menekan nomer ponsel Arka. Tetapi ponsel Arka sudah dalam keadaan mati.


Ia menggeleng gelengkan kepalanya. "Arka tidak pernah berubah. Selalu saja pergi tanpa pamit dan mengambil keputusan sendiri." gusar pak Handojo dengan sikap anak semata wayangnya itu.


Sejak ditinggal pergi Bagas. Harapan keluarga ini berpindah di bahu Arka.Tetapi Arka belum bisa benar-benar mengubah cara hidupnya yang dulu. Ia masih saja suka melakukan sesuatu sesukanya.Tanpa meminta pendapat siapapun.


.................................


Di Rumah Sakit.


"Itu cucu aku? Lucunya matanya mirip Bagas." Mama Cheryl melihat cucu pertamanya dari balik kaca.


"Iya rambutnya seperti Cheryl Ev, tebal." celetuk Melati.


Tanpa disangka airmata bahagia, menetes di pipi Eva. Ia sendiri merasa tidak percaya saat ini bayi mungil dihadapannya ini adalah cucunya."Andai papa kamu disini bisa menyaksikan mu, ia pasti sangat bahagia.Jadilah anak yang hebat dan menjadi kebanggaan orang tuamu ya sayang."ucap haru Eva. Mama Cheryl sekaligus nenek si baby.

__ADS_1



🌹🌹🌹


__ADS_2