Sahabatku Suami Pengganti

Sahabatku Suami Pengganti
Kebahagiaan keluarga.


__ADS_3

"Sus pasien sudah bisa dijenguk?" Darrel sudah tidak sabar untuk menemui Cheryl.


"Silakan pak pasien yang dari ruang bersalin kan? Sudah bisa pak. Sudah kami pindahkan ke ruangan A312."jawab suster perawat.


"Terima kasih sus infonya." Tanpa menunggu lama lagi Darrel menuju ruangan yang diinfokan tadi.


"Ryl!" panggil Darrel.


"Sstt!" Cheryl memberi kode pada Darrel untuk mengecilkan volume suara.


"Yang lain pada tidur Rel!" ucap lirih Cheryl.


"Upps maaf." Darrel melongok ke pasien sebelah lalu ia mengambil kursi lalu duduk di samping tempat tidur Cheryl.


"Bagaimana keadaanmu? Anak kamu ganteng. Senyumnya seperti kamu." puji Darrel sambil menggenggam kedua tangan Cheryl.


"Baik Rel aku sudah merasa jauh lebih baik. Tadi aku hanya sebentar menggendong si kecil. Rasanya tuh ..aku bahagia Rell! Aku sekarang seorang ibu." ucap haru Cheryl dengan mata berkaca-kaca.


"Iya sayang kamu sekarang sudah menjadi ibu." Cheryl menangis bahagia dalam pelukan Darrel.


"Ryl.. setelah nanti kita kembali ke Indo aku mau kita ziarah ke makam Bagas. Kemudian aku mau kita segera menikah agar si kecil bisa merasakan punya keluarga utuh.Suatu saat nanti bila ia sudah cukup dewasa kita akan memberitahukan tentang siapa Bagas.Aku ingin ia tetap mengenal Bagas sebagai ayah kandungnya." ucap Bagas.


Mata Cheryl semakin terharu hingga tidak mampu berkata-kata.Matanya semakin basah oleh airmata bahagia.


"Iya Rel, aku yakin ia akan menjadi anak yang paling bahagia di dunia. Karena ia mempunyai dua ayah yang sangat menyanyanginya.Aku yakin Bagas dapat melihat kelahiran anaknya dari sana dan saat ini Bagas sedang tersenyum bahagia." kembali air mata Cheryl menetes memberi rasa hangat di pipinya.


Darrel menghapus air mata Cheryl.Lalu mencium keningnya. "Oh ya kamu sudah terpikirkan nama untuk si kecil?"


"Aku ingin memberinya nama Satria Bagas Putra." sahut Cheryl.


"Satria Bagas Putra." ulang Darrel sambil menatap Cheryl.


"Yup seperti yang aku bilang tadi ia mempunyai dua ayah sekaligus. Bagas sebagai ayah kandungnya dan kamu Darrell Satria sosok ayah yang akan menemani, mendidik dan menjaganya di sepanjang hidupnya nanti.Jadi dia juga harus memiliki dua nama dari kedua ayahnya." jelas Cheryl.

__ADS_1


Darell tersenyum lebar mendengar penjelasan Cheryl. Ia merasa dihargai sebagai ayah sambung Baby Satria.


"Yuk kita jenguk baby Satria." ajak Darrel.


"Yuk!" Cheryl hendak bangun dan turun dari tempat tidurnya dibantu oleh Darrel. Tidak sengaja mata Cheryl tertuju pada lengan Darrel yang terlihat terluka.


"Sebentar Rel!" Cheryl meraba luka Darrel.


Darrel lalu meraih tangan Cheryl."Yukk!"


"Tapi Rell! Itu..."


"Bukan luka yang patut dikhawatirkan." sahut Darrel mencoba mengalihkan pikiran Cheryl.


"Itu karena cakaran aku ya sewaktu menahan rasa sakit waktu kontraksi." tebak Cheryl. Ia yakin luka itu akibat kukunya yang menggores kuat lengan Darrel.


"Maaf Rell' ucap lirih Cheryl.


Ia memeluk dan mencium kedua pipi Cheryl. "Kamu tahu gak, kebahagiaan bersama kamu dan Satria jauh lebih besar dibanding luka kecil ini."


Cheryl pun tersenyum mendengar ucapan Darrel."Terima kasih Rell!"


.......................................


"Itu Cheryl dan Darrel!" tunjuk mama Cheryl.


Mama Cheryl langsung menyongsong anaknya."Anak kamu benar-benar luar biasa Ryl. Ia tadi sempat tersenyum. Dan senyumnya mirip dengan senyummu." lapor mama dengan nada yang bahagia dan bangga.


"Selamat ya Cheryl.Anak kamu ganteng dan lucu." Mama Darrel pun tidak ketinggalan mengulurkan tangannya untuk memberinya ucapan selamat.


"Terima kasih Tante." balas Cheryl.


Darrel kemudian merangkul Cheryl."Eitss mulai sekarang panggil mama aku dengan sebutan mama."

__ADS_1


Kemudian Darrel merangkul mamanya juga" Mama... bayi lucu dan ganteng itu mulai sekarang cucu mama dan Cheryl anak perempuan mama." jelas Darrel.


Fanny terharu mendengar penjelasan Darrel. Sedangkan mama Cheryl dan Darrel saling bertukar pandang.


"Maksud kamu apa Rel?" tanya mama Darrel bingung.


"Duh masak sih kakak ku yang cantik ini tidak paham-paham padahal tadi sewaktu di Bandara William kan sudah bilang sebentar lagi Darrel akan jadi anak Tante Eva juga.Dan tentu saja Cheryl jadi anak kakak." sahut paman Darrel.


Kedua sahabat itu masih berusaha memahami kata-kata Darrel dan William.


Lalu Darrel menghampiri mama Cheryl. Darrel menggenggam tangan mama Cheryl sambil berlutut.


"Rell...ada apa ini nak.Berdiri sayang." Mama Cheryl merasa tidak nyaman dengan sikap Darrel ia berusaha membuat Darrel bangkit berdiri.


"Tante... maaf bila tidak pada tempatnya.Darrel minta ijin dan restu Tante untuk menjadi pendamping hidup Cheryl dan menjadi ayah Satria. Darrel berjanji akan selalu membahagiakan mereka berdua selama hidup Darel."ucap Darrel yang membuat semua yang melihat dan mendengar terharu bahagia.


Mama Cheryl dan Darrel pun tidak menyangka Darrel akhirnya berani mengungkapkan perasaan sesungguhnya.


Mata mama Cheryl berkaca-kaca."Tentu Darrel, Tante pasti merestui niat baik kamu pada anak dan cucu Tante.Terima kasih Darrel." Mama Cheryl memeluk Darrel dan menangis Bahagia.


Semua terdiam terharu dan menangis bahagia.


"Tunggu.... Satria?" tanya paman William


"Apakah itu nama si kecil?" lanjut paman William.


"Iya paman. Satria Bagas Putra.Itu nama buat bayi ganteng dan lucu ini. Artinya bayi ganteng ini anak Darrel Satria dan Bagas. Mamanya sendiri yang memilihkan nama itu." ucap bangga Darrel sambil memeluk dan mencium kening Cheryl.


"Woww... nama yang bagus! Selamat ya Rel ... Ryl!" Paman mengulurkan tangannya.Dan disambut bahagia oleh keduanya.


"Terima kasih paman." jawab Cheryl dan Darrel bersamaan.


.........................................

__ADS_1


__ADS_2