Sahabatku Suami Pengganti

Sahabatku Suami Pengganti
Kejutan tak terduga


__ADS_3

"Ada apa ini pa?" melihat Cheryl dibopong oleh Darrel mama panik dan cemas.


"Bawa langsung ke kamar saja Rel?" perintah papa yang langsung memeluk mama untuk menenangkan.


"Cheryl baik-baik saja kok ma, gak perlu khawatir." Papa, mama dan Fany mengikuti Cheryl yang sedang dibopong Darrel .


"Kamu kenapa nak?" sambil mengusap kening anak gadis nya sesaat setelah Cheryl berbaring di tempat tidurnya.


"Cheryl baik-baik saja ma. Sedikit pusing saja." Cheryl berusaha tersenyum agar mamanya percaya bahwa ia baik-baik saja.


"Ya sudah kalau gitu. Papa keluar dulu ya ada beberapa pekerjaan menunggu. Oh ya nak Darrel bisa ikut om sebentar ada beberapa hal yang om ingin tanyakan tentang perusahaan."


"Siap om." sahut Darrel mengikuti langkah papa Cheryl.


........................


Tidak lama setelah papa dan Darrel keluar kamar. Cheryl kembali merasa pusing. Keringat dingin membasahi tubuhnya perasaan mual pun mulai menguasainya.


Tidak menunggu lama Cheryl bolak balik ke wastafel dan merasa kram diperutnya.


"Kamu kenapa sayang....." mama khawatir dengan keadaan anaknya.


"Minum dulu Ryl....biar gak lemas" Fany menyodorkan segelas air putih.


"Titip Cheryl sebentar ya Fan."


Fany mengangguk. Lalu mama pun pergi meninggalkan Fany dan Cheryl.


..........................


"Apa? Kita bawa dokter saja ma. Mungkin kaget karena beberapa minggu ini dia mengurung diri terus di kamar. Jadinya sekali keluar rumah tubuhnya kaget. Tidak terbiasa udara luar " Papa mengambil kunci mobil yang tergeletak di meja. Lalu menuju ke kamar Cheryl. Diikuti Darrel dan mama.


"Om..., Darrel siapkan mobilnya ya, biar kita langsung berangkat ."

__ADS_1


Papa Cheryl pun mengangguk tanda setuju.


.....................................


"Urutan berapa pa?" tanya mama


" Tiga lagi ma" sambil menunjukkan nomer urut untuk Cheryl.


"Ryl..., nih dimakan dulu rotiny. Isi dulu sedikit perut kamu yang kosong." Darrel memberikan sebungkus roti pada Cheryl.


"Mana mungkin aku makan Rel perut aku terasa di aduk-aduk." keluh Cheryl sambil memegang perutnya yang terkadang terasa kram dan mual


"Aku Carikan teh hangat ya."Darrel terlihat khawatir dengan kondisi Cheryl.


"Makan sedikit dulu rotinya Ryl Biar Darrel cari teh hangat buat mu. Tuh lihat kamu mulai lemas.' Fany mencuil sedikit roti dan memberikannya pada Cheryl.


"Iya sayang dimakan dulu roti dari Darrel ." nasehat mama.


Setelah menerima telepon, papa terlihat bingung dan bimbang antara tetap menunggui anak istrinya atau kembali ke kantor menyelesaikan urusan kantornya.


"Pergilah om.biat Darrel yang jagain Cheryl. Nanti Darrel kabari om secepatnya setelah Cheryl diperiksa oleh dokter "


"Iya pa. Gak apa-apa kok ada Darrel dan Fany disini yang bantu mama jagain anak kita." Mama berusaha meyakinkan suaminya untuk segera menyelesaikan masalah kantornya terlebih dahulu .


"Baiklah ..., papa bereskan secepatnya urusan kantor. Begitu semua selesai papa langsung kembali lagi kesini okay. Darrel om titip Cheryl ya." sambil menepuk pundak Farrel.


"Siap om" sahut Darrel.


.................


"Nona Cheryl!"


"Tante ...., Cheryl dipanggil tuh!" Darrel dengan cekatan bersama Fany membantu menuntun Cheryl memasuki ruang periksa .Disusul mama Cheryl.

__ADS_1


"Bagaimana dok? Kenapa anak saya tiba-tiba lemas dan terus menerus mengeluh pusing dan mual-mual?" tanya mama khawatir.


"Permisi dok ada toilet?" tanya Cheryl sambil memegang perutnya yang terasa diaduk-aduk hebat.


" Oh ada ..., silakan di sebelah kanan ya. Suster! Tolong pasien diantar ke toilet."


Kemudian Dokter melanjutkan menulis beberapa resep obat untuk Cheryl.


Tidak lama kemudian, Cheryl dituntun Fany kembali duduk di depan dokter.


"Ini obatnya silakan ditebus di apotek." Dokter menyerahkan secarik kertas yang bertuliskan resep beberapa obat untuk Cheryl.


"Maaf dok kalau boleh tahu, sakit apa ya dok? Dan ini obat apa saja ya?" tanya Darrel.


"Oh bukan apa-apa. Ini semua hanya vitamin saja kok.Asam folat, vitamin C dan penguat kandungan." jelas Dokter sambil tersenyum.


Fany, mama, Darrel dan Cheryl terdiam bingung dan terkejut. Mereka berusaha mencerna lagi apa yang dikatakan oleh Dokter.


"Maksud Dokter dengan penguat kandungan?" tanya mama Cheryl bingung.


Dokter pun tersenyum penuh arti


"Iya ...Selamat ya Cheryl! Kamu hamil . Jangan khawatir apa yang kamu keluhkan saat ini akan berangsur-angsur hilang dengan sendirinya. Setelah kandungan kamu berumur tiga bulan.Semua normal dan sehat." Dokter pun mengulurkan tangannya untuk memberi selamat padanya


"Apa?? Hamil?? Bagaimana mungkin? Dokter tidak salah diagnosa?" tanya mama bingung dan sedikit syok.


"Benar Bu.... Cheryl hamil dan saat ini usia kehamilan sudah memasuki empat minggu.' kembali Dokter meyakinkan.


Semua hanya terdiam dan mengambil napas dalam-dalam. Begitu juga Cheryl.Pikiranya kacau.Tubuhnya pun semakin lemas.saat mendengar penjelasan dokter bahwa dirinya hamil satu bulan.


..........................................


.

__ADS_1


__ADS_2