
"Pagi kak Arka" sapa Cheryl sambil menggendong si kecil.
"Haii, kalian sudah kembali. Bagaimana, Satria sudah boleh kan rnenempuh perjalanan jauh?"Arka tidak sabar ingin mempertemukan baby Satria dengan kedua orangtuanya.
"Boleh kak. Satria tadi sudah di cek oleh dokter nya dan semua dalam keadaan sehat. Satria sudah boleh melakukan perjalanan jauh." jawab Darrel.
"Jadi rencana besok lusa kita semua sudah bisa balik Indo." tambah Cheryl.
"Yess akhirnya...., boleh aku gendong?" tanya Arka polos.
"Eittss siapa nih yang mau digendong?" Darrel pasang badan di depan Cheryl.
"Upps.Ya Satria dong Rel, masak iya Cheryl.Tapi kalau Cheryl nya mau boleh deh." sahut Arka sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Dibalas pelototan mata dan kepalan tangan yang siap menonjok oleh Darrel. Cheryl hanya tersenyum dan menggeleng gelengkan kepalanya mendengar candaan kak Arka.
"Gak boleh ya....??" goda Arka dengan pandangan sok polosnya.
"Gakkkk!" jawab tegas Darrel.
"Ih galak amat padahal cuman gendong." gerutu Arka. Yang langsung disambut tatapan melotot Darrel sekali lagi
"Sudah-sudah ah kalian ini bercanda terus.Nih kak kalau mau gendong Satria." Cheryl memberikan Satria untuk digendong oleh Arka pamannya.
"Yeahh.Thanks Ryl." sambil mengejek Darrel.Arka menggendong baby Satria dengan hati-hati."Haii ponakan kecil aku, ini om Arka.Tumbuh sehat, pintar dan ganteng ya seperti om.Karena papa kamu saudara kembar om Arka, jadi kamu gantengnya pasti seperti om." oceh Arka.
Darrel mengeryitkan keningnya."Hmm ada ya om model gini narsis amat." gerutu Darrel.
Cheryl dan Fany tersenyum. Melihat Darrel dan Arka tiap kali bertemu selalu seperti film Tom dan Jerry. Bertengkar tanpa henti tetapi mereka tidak benar-benar bertengkar.
"Sini anak aku. Ntar kelamaan kamu gendong bisa-bisa ketularan narsis." Darrel berusaha mengambil baby Satria dari gendongan Arka.
"Pelit amat. Baru jadi calon ayah Satria saja, sudah sok protektif. Aku nih asli paman Satria, tidak ada yang bisa menyangkalnya. Ya kan Ryl?' Arka sengaja mencari teman untuk mendukungnya.
Kali ini Cheryl hanya bisa menelan salivanya dan tersenyum asam.Bagaimana mungkin ia membenarkan Arka walau memang yang dikatakan itu benar.Bisa-bisa Darrel bakal ngambek.
Fany memperhatikan tiap gestur tubuh ketiga orang di hadapannya ini.Akhirnya demi meredam situasi Fany pun tampil sebagai penengah.
"Sini! Satria ikut Tante saja. Papa dan om mu bikin pusing kepala." Fany kemudian mengambil Satria dari gendongan Arka.
.............................................
(Keesokan harinya.)
Tibalah waktunya Cheryl dan rombongan meninggalkan Australia dan kembali pulang ke negeri tercinta.
Setelah berpamitan dan mengucapkan terima kasih kepada paman Darrel. Merekapun akhirnya berangkat ke Bandara dan terbang ke Indonesia dengan penerbangan pertama.
Awal perjalanan, Cheryl khawatir anaknya akan rewel di tengah perjalanan. Segala perlengkapan bayi yang dibutuhkan selama dalam perjalanan sesuai anjuran Dokter sudah Cheryl persiapkan.Sebagai persiapan segala kemungkinan yang akan terjadi pada bayinya.
Tetapi Satria memang bayi yang hebat apa yang dikhawatirkan oleh Cheryl tidak terjadi.Perjalanan hari ini berjalan dengan mulus tanpa gangguan yang berarti.
.........................................................
(Beberapa jam kemudian)
"Yeaahhh i am back!!" seruu Cheryl bahagia.
"Baksooo, Siomay I am coming" tambah Fany gak mau kalah.
Darrel dan Arka hanya geleng-geleng kepala melihat dua sahabat yang sudah kangen kampung halaman.
Satria pun menggeliat dan tersenyum seakan mengerti apa yang dirasakan oleh mamanya, dalam gendongan sang nenek.
"Tuh papa datang!" tunjuk Cheryl dengan gembira.
"Paaa!!" Cheryl melambaikan tangan memberi tahu posisinya pada papanya.
Papa yang melihat lambaian dan seruan dari anak semata wayangnya itu bergegas menghampirinya.
__ADS_1
"Papaaa....!!" Cheryl berpelukan dengan papa tersayang. Papa pun mencium bertubi-tubi kedua pipi Cheryl melepas kerinduannya.
"Kamu baik-baik saja kan?"
Cheryl berputar di depan papanya."Cheryl baik pa seperti yang papa lihat." ucap Cheryl dengan bahagia.
"Papa belum kenalan nih dengan cucu kita." sambung mama.
Papa menoleh ke arah mama lalu mencium kening dan pipi istrinya itu.Wajah papa kemudian terlihat bahagia. Sorot matanya berbinar-binar melihat sang cucu sudah hadir nyata di tengah-tengah mereka.
"Ini cucu kita ma?" mama pun mengangguk yakin.
"Anak Cheryl? Duh lucunya cakep lagi " ucap papa bahagia.
"Siapa dulu papa kandungnya.Pasti ganteng dong!" jelas Arka sambil melirik Darrel.
Papa melihat ke arah Arka dan mengetahui tujuan ucapan Arka tersebut ditujukan kepada siapa.
"Bagas pasti bahagia disana. Anaknya lahir dengan sehat dan tidak kurang suatu apapun. Dan dia juga pasti sangat berterima kasih pada Darrel yang dengan tulus menggantikan posisinya untuk mencintai dan mendampingi Cheryl dan anaknya." ucap papa menghampiri Darrel dan menepuk pundaknya.
"Rel, Om sudah diberitahu Tante. Tentang niat tulus kamu itu.Om sangat bahagia mendengarnya. Tolong cintai, jaga, dampingi dan bahagiakan anak serta cucu Om selalu. Jangan kecewakan om.." lalu papa Cheryl pun memeluk Darrel.
"Pasti om. Darrel janji tidak akan mengecewakan Om dan Tante." janji Darrel di hadapan kedua orangtua Cheryl.
"Darrel!" teriak papa Darell dari kejauhan.
Darrel menoleh ke arah sumber suara lalu ia melambaikan tangannya pada papanya yang terlihat berlari menunju ke arah mereka.
................................................
Hari ini Satria berada di keluarga pak Handojo kakek dalamnya
Keluarga Handojo sangat bahagia dan gembira dengan kehadiran cucu sekaligus ponakan dalam keluarga mereka, Satria.
Arka sangat menyanyangi Satria, apalagi Satria selalu tersenyum bila digoda dan diajak bicara olehnya."Kamu memang mahluk mungil yang sangat menggemaskan dan ngangenin." ucap lirih Arka sambil mencium kedua pipi sang ponakan.
"Cepat gede ya sayang ntar om ajarin cara mensyukuri keindahan ciptaan Tuhan melalui sebuah lukisan." bisik Arka.
Hari ini sengaja Satria ada di keluarga Handojo untuk memperkenalkan Satria pada keluarga besar Handojo sebagai Cucu pertama mereka.
Karena Satria ada di keluarga Handojo, kesempatan ini digunakan Cheryl dan Darrel untuk berziarah ke kuburan Bagas.
Disana selain mereka mendoakan Bagas mereka juga meminta ijin melangsungkan pernikahan untuk memberikan Satria sebuah keluarga utuh agar Satria kelak tumbuh dan berkembang dengan mental yang sehat. Hingga saat yang tepat Satria akan mereka kenalkan siapa ayah kandung Satria. Darrel tidak khawatir Satria akan lebih mencintai Bagas daripada dirinya.karena ia yakin kebersamaan mereka nantinya akan membentuk kesan tersendiri di benak sang anak. Dan itu tidak akan tergantikan oleh siapa pun.
.............................................
(Beberapa Minggu kemudian )
Hari ini Darrel telah berdiri di depan Altar dengan mengunakan jas berwarna silver tua dan dasi silver. Penampilan Darrel saat ini sangat memukau. Setiap gadis yang melihatnya hatinya pasti meleleh. Terlebih lagi bila Darrel melempar senyuman khas dirinya,.dijamin tidak ada seorang gadis pun tidak meleyot dibuatnya.
Di ujung pintu kini telah berdiri Cheryl dengan balutan gaun putih nan anggun berdiri berdampingan dengan sang ayah. Mereka berjalan menuju ke Altar bersama. Cheryl menggandeng lengan sang ayah dengan hati penuh gemuruh tak beraturan antara bahagia dan terharu.
Setelah di depan Altar, Ayah Cheryl menyerahkan sang anak ke pelukan Darrel sebagai simbol penyerahan tanggung jawab sang ayah kepada anak gadisnya yang kini telah beralih tangan pada Darrel sebagai suami dan kepala rumah tangga.
Kemudian mereka pun mengucapkan janji suci mereka di hadapan Tuhan untuk tetap saling mencinta dalam suka dan duka hingga maut memisahkan mereka.
Kini mereka telah resmi menjadi pasangan suami istri.
"Selamat ya Cheryl akhirnya kebahagiaan yang sempat tertunda waktu itu, kini menjadi milikmu seutuhnya." bisik Fany sambil memeluk Fany .
"Terima kasih banyak Fan selama ini kamu selalu ada buat aku. Terutama disaat aku terpuruk kemarin." bisik Cheryl.
"Itulah gunanya sahabat." jawab Fany lirih sambil tersenyum.
"Haii Ryl...,Rell.Selamat ya aku doakan kalian berdua selalu bahagia." ucap Arka.
"Oh ya, aku sekalian pamit."
"Pamit? Kok cepat sih kak. Makan dulu lah kak Jangan pulang dulu." cegah Cheryl.
__ADS_1
"Maksud kakak, besok kakak pamit mau terbang kembali ke London untuk mengurus galeri kakak disana."
"Kakak balik ke London?" tanya Cheryl terkejut.
Arka mengangguk meyakinkan."Kalau kalian mau berlibur disana hubungi kakak ya.' ucap Arka memberikan kartu namanya pada Cheryl.
"Siap kak!" jawab Darrel tegas.
"Maafkan Darrel ya kak kalau ada ucapan atau sikap Darrel yang menyakiti kakak." ucap Darrel tulus.
"Sama Rell kakak juga minta maaf." lalu Darrel dan Arka berpelukan.
"Titip Cheryl dan ponakan aku ya Rell.Jaga mereka baik-baik.Aku percaya kamu bisa diandalkan.." bisik Arka.
"Siap kak Terima kasih buat kepercayaannya aku tidak akan mengecewakan kakak." sahut Darrel.
..............................................
Malam ini langit tampak begitu rame dan terang. Bintang-bintang bertaburan di langit menambah keindahan suasana malam bersama sinar bulan yang cemerlang.
"Bagas...., hari ini aku bahagia. Darrel kini telah resmi menjadi suami sekaligus ayah anak kita satria. Bahagia lah kamu disana jangan mengkhawatirkan kami lagi.Aku dan Satria kini telah memiliki penjaga dan pendamping hidup yang sangat bisa kami andalkan Tersenyum lah kamu disana, kelak di waktu yang tepat kami akan mengenalkan mu pada Satria. Sebagai papa kandungnya. Itu janji kami berdua. Jangan khawatir aku dan Satria tidak akan pernah melupakan mu. Aku akan selalu menyimpan mu dalam hati. I love you Bagas Dirgantara." gumam Cheryl.
Darrel melingkarkan tangannya ke pinggang Cheryl. "Terima kasih Cheryl.Terina kasih atas kepercayaan mu padaku untuk menerimaku sebagai Suami sekaligus ayah bagi Satria.Aku tahu Bagas masih ada di hatimu. Bagaimanapun juga ia adalah ayah kandung Satria Aku juga tidak menyuruh mu untuk melupakannya karena aku mencintaimu tulus apa adanya dirimu berserta masa lalu mu." ucap Darrel sambil mencium kedua pipi istrinya.
Cheryl membalikkan tubuhnya hingga berhadapan dengan Darrel.Ia menyentuh wajah Darrel. "Katakan padaku Darrel aku tidak sedang bermimpi bukan?"
Darrel menciuuuuum lembut bibiirr Cheryl " Tidak sayang, kamu tidak bermimpi.Semua ini nyata adanya kini kau adalah milikku dan aku milikmu. I love you Cheryl Ananda Putri."
Cheryl tersenyum bahagia.Sepertinya ia sudah lama tidak merasakan sebahagia ini sejak terakhir sebelum Bagas meninggalkannya untuk selamanya.
"I love you too Darrel Satria.Hidup ini terkadang lucu ya? Dulu kamu adalah sahabat kecilku.Patner berantem aku. Kini sahabatku menjadi suami pengganti Bagas. Ayah kandung Satria. Terima kasih Rell buat cinta, perhatian dan kasih sayang mu pada kami berdua." Lalu mereka saling berpelukan dan melepaskan segala rasa cinta dan kasih mereka melalui ciummmman lembut yang membuat candu tersendiri.
Dan seperti sudah tak sabar lagi Darrel pun menggendong Cheryl menuju peraduan mereka dengan bibiiiir yang masih saling berpagutan tanpa henti.
"Darrel geliii!! Aahhhh" teriak Cheryl yang berlanjut terbang ke langit ke tujuh.
..............................................
(Beberapa tahun kemudian)
"Papa!!" teriak Satria berlari ke arah Darrel.
"Haii jagoan papa. Ganteng amat .Mau kemana kok sudah rapi?" Darell menggendong Satria sambil mencium pipinya.
"Kata mama kita akan kunjungi makam papa Bagas. Kita mau berdoa disana buat papa Bagas." ujar Satria.
"Oh iya maaf ya papa hampir lupa. Yuk sayang kita berangkat. Semua sudah siap kan ?" Darrel menghampiri istrinya dan mencium keningnya lalu tangan satunya merangkulnya.
Cheryl mengangguk bahagia. Melihat keakraban Darrel dengan Satria. Tidak ada alasan untuknya untuk tidak bahagia. Ia kini memiliki suami yang sangat mencintainya, setia dan bertanggung jawab pada keluarga kecilnya
Sesampainya di makam Bagas.Mereka berdoa dengan khusyuk untuk Bagas.
"Selamat sore papa Bagas, ini Satria datang lagi sama mama dan papa Darrel.Papa Bagas bahagia terus ya disana. Seperti Satria juga bahagia bersama mama dan papa Darrel." kemudian Satria merangkul dan mencium Darrel dan Cheryl.
Tak terasa sesuatu yang hangat membasahi pipi Cheryl.Seketika pandangannya menjadi kabur karena air matanya yang menggenangi pelupuk matanya.
"Papa ..Satria pamit pulang dulu ya, bersama mama dan papa Darrel. Nanti Satria akan kesini lagi jenguk papa Bagas i love you pa " pamit Satria di pusara Bagas.
Kemudian mereka bertiga bergandengan tangan meninggalkan makam Bagas dengan hati penuh sukacita.
Di alam yang berbeda, Bagas tersenyum bahagia melihat kebahagiaan Cheryl dan anaknya bersama Darrel.
"I love you too Satria ...., anakku."
..................T A M A T ............
Terima kasih buat semua reader setia SAHABATKU SUAMI PENGGANTI kalian lah support aku selama ini dalam menulis kisah Cheryl. Maaf bila sering terlambat update. Author berusaha semampu author untuk tidak mengecewakan kalian semua.
I love you all sampai bertemu di cerita berikutnya.
__ADS_1
❤️🤍❤️