
Sesampainya di Rumah Sakit Darrel dengan sigap kembali menggendong Cheryl. Paman Darrel segera melaporkan ke tim medis kondisi pasien.
Dengan cepat tim medis segera menangani pasien. Ketika Cheryl sudah berada di atas kursi roda dan didorong oleh suster menuju ruang bersalin. Darrel masih terus menggenggam tangan Cheryl seakan tidak ingin melepaskan Cheryl. Ada perasaan sedikit khawatir dengan apa yang dipikirkan Cheryl mengingat kengawuran dirinya tadi. Justru disaat yang tidak tepat malah melamarnya.
Darrel mendampingi Cheryl dengan pikiran yang masih ke seputar lamarannya tadi. Darrel takut dengan apa yang ada dipikiran Cheryl saat ini. Terlebih lagi ia merasa belum siap menerima penolakan dari Cheryl. "Bodoh! kenapa aku tadi melamarnya disaat yang tidak tepat. Tidak mungkin ia menerimaku. Selama ini Cheryl hanya menganggap diriku sahabat kecil dan patner bertengkar nya tidak lebih. Pasti dia lebih memilih Arka sebagai pengganti Bagas. Secara hampir semua yang ada di Bagas ada pada Arka." gejolak batin Darrel.
Melihat wajah penuh khawatir dan tegang yang tersirat dari aura wajah Darrel. Cheryl justru tersenyum bahagia ia yakin saat ini Darrel sedang mengkhawatirkan dirinya.
Ketika suster hendak membawa Cheryl masuk kamar bersalin, Ia menarik tangan Darrel lalu berbisik di telinga Darrel "Jangan khawatir, kami akan baik-baik saja. Aku dan anak aku percaya untuk menerima mu sebagai pelindung dan penjaga kami untuk selamanya." bisik Cheryl sambil tersenyum.
Darrel terdiam tak bisa berkata-kata mendengar jawaban Cheryl atas lamarannya tadi.Ada sesuatu yang terasa mengalir halus di tubuhnya yang kemudian berganti rasa bahagia. "Serius Ryl?" tanyanya kembali untuk meyakinkan pendengarannya.
Cheryl mengangguk yakin dan tersenyum " I love you Darrel tunggu kami ya." kemudian Cheryl hilang dibalik pintu bersalin.
Darrel tersenyum lebar "Yes! I love you too!!" teriak bahagia Darrel.
"Yeahhh I love you so much Cheryl!!" Darrel bersorak kegirangan sambil melompat bahagia.
__ADS_1
Paman Darrel yang melihat ponakannya yang sedang merasakan kebahagiaannya itu, ikut tersenyum bahagia. Kemudian menghampiri Darrel lalu menyodorkan tangannya " Selamat ya Darrel Paman turut berbahagia denganmu. Kapan nih diresmikannya? Paman pasti datang untuk menyaksikan pesta pernikahan mu nanti." lalu memeluk ponakan kesayangannya itu.
" Terima kasih paman. Terima kasih. Darrel pasti akan kabari secepatnya." Darrel menangis bahagia di pelukan pamannya.
........................................
"Apa? Kapan? Sekarang ada dimana? Baiklah Kakak akan kabari orang tua Cheryl." hubungan telepon antara mama Darrel dan adiknya terputus.
Mama Darrel kemudian mencari nomer hape Eva sahabatnya sekaligus mama Cheryl. Ia mengabarkan bahwa saat ini Cheryl telah berada di Rumah Sakit bersalin . Dan akan segera melahirkan. Melati juga menyampaikan bahwa keadaan Cheryl baik-baik saja walau ketuban telah pecah terlebih dahulu tapi semua sudah di bawah pengawasan dokter.
Mendengar kabar bahwa anaknya akan segera melahirkan di negeri orang ada sedikit penyesalan dalam hati mama karena tidak bisa mendampingi anaknya secara langsung saat ini.
Dengan rasa bahagia mama Cheryl pun tidak lupa membagi kebahagiaannya itu dengan orang tua Bagas. Karena mereka juga berhak tahu atas kelahiran cucu pertama mereka.
Keluarga Handojo menyambut bahagia kabar baik itu. Mereka memutuskan untuk segera mengadakan pesta penyambutan kelahiran cucu pertama mereka tersebut.
Hari ini semua orang berbahagia akan kehadiran baby yang akan segera berada ditengah-tengah mereka nantinya.
__ADS_1
"Permisi Tante, maaf Fany langsung masuk. Tadi Fany sudah beri salam dan beberapa kali memanggil Tante tapi tantenya hanya diam dan tersenyum memandang halaman samping " Fany memberi penjelasan atas kelancangannya masuk begitu saja ke dalam rumah Cheryl.
"Oh hai Fan!" seru bahagia Tante Eva langsung memeluk sahabat anaknya itu dengan erat.
Fany merasa bingung apa yang sebenarnya terjadi. Kenapa mama Cheryl terlihat begitu bahagia hingga tidak mendengar panggilan dan salamnya tadi, sewaktu ia hendak masuk. Dan kini tiba-tiba memeluknya.
"Fan kamu sudah dengar belum kabar bahagia hari ini?" tanya Tante Eva.
Fanny memandang penasaran Tante Eva. Sambil mengerutkan keningnya dan menggelengkan kepalanya. Tanda ia tidak mengerti dan belum mendengar kabar apapun.
Tante Eva tersenyum lebar " Cheryl hari ini melahirkan." ucap Tante Eva bahagia.
"Cheryl..., melahirkan? " Fanny terlihat sedikit terkejut sekaligus bahagia.
Tante Eva pun mengangguk yakin.
Fanny bersorak girang "Yeahh ponakan aku lahir!!" kemudian mereka saling berpelukan bahagia.
__ADS_1
............ ....... ,🌺🌺🌺, ....... .........