Sahabatku Suami Pengganti

Sahabatku Suami Pengganti
Nasehat mama


__ADS_3

"Rell, kamu baik-baik saja kan nak?" Mama meneliti semua tubuh Darrel dan wajah anak semata wayangnya itu.


"Darrel baik ma.Emang Darrel kenapa? Mama gak perlu khawatir seperti ini." sahut Darrel


Mama memperhatikan Darrel dari atas sampai bawah.Mata mama menatap Darrel intens.Seolah ingin mencari tahu di kedalaman sorot mata anaknya itu sesuatu yang sedang disembunyikan.


Karena mama yakin mulut bisa berkata aku baik-baik saja tetapi tidak dengan mata.Satu hal di tubuh kita yang tidak pernah bisa berbohong adalah MATA.


"Ma..., sudahlah. Percaya Darrel baik-baik saja ma " ungkap Darrel berusaha meyakinkan mamanya.


Darrel pun berjalan keluar ke balkon kamarnya.Menatap langit yang saat ini telah berubah berwarna jingga.Tanda sang Surya mulai berganti tugas dengan sang bulan.


Beberapa kali ia menarik napas.Mengeluarkan segala kesesakan yang mengendap di dadanya.


Darrel memandang lurus ke depan dengan pandangan kosong.


Sebuah tangan yang lembut menyentuh pundaknya.


"Kamu bertengkar dengan Cheryl?" mama mencoba memancing pembicaraan


Kembali Darrel menarik napas.


"Bertengkar? Dengan Cheryl? Mana pernah ma." senyum sinis Darrel sempat terukir sekilas.

__ADS_1


Darrel tiba-tiba membalikkan tubuhnya menghadap sang mama.


Lalu Darrel menyentuh kedua pundak mamanya.


"Ma ..., Darrel besok mau Australia."


Mama membelalakan mata tanda terkejut lalu mengerutkan keningnya dan menempelkan tangannya ke kening Darrel."Kamu demam,Rel?"


Darrel menepis tangan mama."Ma,Darrel baik."


"Maksudnya kamu mau ke Aussie itu ada apa? Setahu mama, papa belum buka kantor cabang disana." masih merasa janggal dengan niat anaknya itu.


"Darrel ingin jalan-jalan saja ma.Sudah lama Darrel tidak berlibur. Dan sepertinya saat ini semua urusan kantor sudah berjalan baik dan lancar belum ada kesibukan yang begitu padat. Jadi Darrel pengen berlibur." jelas Darrel.


"Dengan siapa kesana? Cheryl? "


"Sendiri aja."


"Kenapa gak ajak Cheryl? Dan Fany?Kan lebih seru liburan rame-rame daripada sendiri saja." ucap mama terus memancing Darrel agar menceritakan niat ia berlibur sesungguhnya.


Darrel melangkah menjauh."Cheryl kan lagi hamil ma.Darrel takut kalau ada apa-apa nantinya disana."kembali Darrel mencoba mencari alasan.


"Berati itu bukan liburan melainkan pelarian." mama terus menatap mata anaknya.

__ADS_1


Darrel akhirnya menghindar dari tatapan tajam mamanya.


"Rel, sampai kapan kamu terus berlari seperti ini. Sudah terlalu lama kamu berlari dan menyembunyikan perasaan kamu sesungguhnya pada Cheryl.Sampai kapan?" desak mama Darrel.


"Bagaimana Cheryl tahu perasaan yang kamu pendam selama ini? Bila kamu tidak pernah mengungkapkan padanya?" lanjut mama.


"Kalau memang bagi kamu Cheryl itu berharga dan sangat berarti, Perjuangkan!.Katakan padanya niat tulus kamu itu.Jangan hanya diam saja. Kemudian tiba-tiba merasa cemburu dengan orang lain yang datang mendekat. Ntar diambil orang baru, gigit jari lagi kamu." nasehat mama.


Darrel hanya diam.


"Perjuangkan cinta kamu Rell, bila kamu serius ingin bersamanya.Jangan terus berlari memendam rasa.Sudah saatnya kamu perjuangkan bahagiamu." Mama menepuk pundak Darrel.


"Pikirkan itu!" lalu mama meninggalkan Darrel sendiri.


"Oh ya Rel, tadi Cheryl menelepon mu.Katanya dia mau kesini. Apa gak lebih baik kamu telepon dia. Katakan kamu yang akan kesana dan sampaikan perasaan kamu sesungguhnya padanya.Mungkin sudah saatnya bagimu untuk mengakuinya di hadapannya langsung." Mama pun melangkah meninggalkan kamar Darrel.


Sepeninggal Mama, Darrel hanya diam dan merenungkan semua perkataan mama.


Darrel merogoh saku celananya, meraih ponselnya lalu mencari nomer Cheryl.


............ ..........................


Akankah Darrel mengungkapkan perasaannya pada Cheryl malam ini?

__ADS_1


Sambil menunggu up mampir juga ke karya teman aku yuk



__ADS_2