Sahabatku Suami Pengganti

Sahabatku Suami Pengganti
Terkuak.


__ADS_3

"Ryl, sebenarnya ada apa sih kenapa Darrel mendadak ke Aussie?"Fany menyeruput capuccino pesanannya.


Cheryl masih bimbang apakah ia harus menceritakan pada Fany tentang buket bunga itu. Atau ia simpan saja sendiri.


"Ryl!! Kok malah bengong sih."melihat Cheryl yang hanya diam menatap ke live music sambil tangannya memainkan sendok.


"Oh maaf Fan. Ngomong-ngomong pernah tidak Darrel curhat ke kamu tentang perasaannya." pancing Cheryl.


"Maksud kamu? Perasaan yang bagaimana?" Fany menatap serius Cheryl.


"Ehmm, ya ... perasaannya." Cheryl bingung mengungkapkan apa yang sebenarnya ia maksud.


"Tentang perasaan apa?" kembali Fany mencoba mengorek maksud pertanyaan Cheryl.


"Hmm bagaimana ini? Apakah aku harus menceritakan pada Fany tentang buket bunga itu?" pikir Cheryl.


"Ryl, kamu mikirin apaan sih?"selidik Fany.


Cheryl ingat waktu itu Fany pernah cerita kalau Darrel meninggalkan tas belanjaan yang ditujukan kepadanya di depan toko. Lalu ia pergi begitu saja tanpa kabar.


"Hmm..," Cheryl berusaha mencocokkan kejadian demi kejadian yang kemungkinan membuat Darrel kabur.


"Sial! Aku belum sempat bilang terima kasih buat kadonya, yang ia tinggalkan di depan toko." batin Cheryl.

__ADS_1


"Hey Ryl! Bagi-bagi dong kalau ada yang dipikirkan biar enteng tuh isi kepala kamu!" celetuk Fany mulai penasaran dengan sikap Cheryl.


"Benarkah Darrel yang meninggalkan kado untukku di depan toko waktu itu?" selidik Cheryl.


Fany mengangguk yakin."Sepertinya ia ----" Fany menatap ragu Cheryl.


"Sepertinya ia ... apa?'"desak Cheryl.


"Sepertinya ia cemburu kamu bersama Arka."


Cheryl menatap lekat sahabatnya itu."Kenapa kamu punya pikiran seperti itu?"


"Pikiran apa?"


"Karena ia terus menatap ke arah kalian berdua dengan sorot mata sedih." jelas Fany.


"Ehmm." kembali Cheryl berusaha mengingat penjelasan mama saat Darrel datang malam itu dan pulang dengan wajah terlihat sedih dan kecewa. Saat Darrel mengetahui bahwa Cheryl pergi bersama Arka. Malam itu pun Darrel masih sempat menelepon dirinya untuk menanyakan keadaan kandungannya.Cheryl juga sempat mengajaknya gabung saat itu, tetapi ditolaknya.Dan Darrel juga yang tiba-tiba memutuskan hubungan teleponnya. Lalu keesokan harinya ia berangkat ke Aussie tanpa pamit.


"Ryl...," Fany menggoyangkan tubuh sahabatnya itu agar sadar dari lamunannya.


"Darrel mengirim buket bunga mawar putih padaku sebelum ia berangkat ke Aussie." ucap lirih Cheryl


"Apa?? Buket bunga mawar putih dari Darrel?" tanya Fany setengah tidak percaya dengan pendengarannya.

__ADS_1


Cheryl mengangguk perlahan.


"Mama yang terima.Buket bunga itu datang, setelah Darrel pulang dari rumah. Kata mama, malam itu Darrel datang ke rumah dengan pakaian rapi. Tapi sayangnya ia datang disaat kita pergi makan malam dengan kak Arka. Dan besoknya Darrel berangkat ke Aussie tanpa pamit." ungkap sedih Cheryl.


"Hmm, jadi sebelumnya ia cemburu melihat kamu bersama kak Arka di toko perlengkapan baby.Kemudian ia cemburu lagi saat kamu pergi makan malam bersama kak Arka malam itu.Ia pasti berpikir diantara kamu dan Arka-------" Fany tidak melanjutkan perkataamnya.Hanya menatap serius ke arah Cheryl.


"Kenapa dia bisa berpikir seperti itu sih? Antara aku dan Kak Arka tidak ada apa-apa." gerutu Cheryl.


"Ehmm, mungkin Darrel berpikir kak Arka kan sebelas dua belas dengan Bagas jadi------" jelas Fany.


"Gila! Pikiran sempit apaan itu. Apakah yang serupa itu pasti sama.Enggak lah.kamu dengar sendiri kan kak Arka pernah bilang bahwa dirinya berbeda jauh dengan Bagas. Fisik boleh mirip tapi cara berpikir, prinsip, perasaan dan yang lain-lain tidak mungkin sama sekalipun kembar identik." keki juga Cheryl dengan pemikiran sempit Darrel kalau benar begitu.


"Semua karena ia sangat mencintaimu Ryl.Terkadang disaat kita jatuh cinta, sesuatu yang tidak masuk akal pun bisa terjadi. Darrel mungkin merasa sedih dan capek tiap kali kamu lebih mencintai orang baru dalam hidupmu daripada menyadari dan mengenali yang setia menemanimu sejak kecil." Fany menggenggam kedua tangan Cheryl.


Cheryl menatap Fany serius." Jadi selama ini kamu tahu?"


Fany mengangguk."Kepergian Darrel ke Singapura dulu, itu karena ia memilih mundur demi kebahagiaanmu, saat hati kamu lebih memilih Bagas."


Pelupuk mata Cheryl mulai terasa basah.Ia merasa sudah sangat jahat sekali karena tidak peka dengan semua kebaikan Darrel padanya selama ini.Bahkan ia merasa telah menyia-nyiakan begitu saja kebaikan dan perhatian Darrel.


......................


Sambil menunggu up mari mampir ke karya teman aku lagi.

__ADS_1



__ADS_2