
"Terima kasih paman." Paman William menuangkan minuman berry ke gelas Fany.
Paman William tersenyum."Ayo dimakan Fan. Steak disini enak lho dagingnya empuk dan juicy. Pasokan daging sapinya berasal dari perternakan paman." jelas paman William.
"Hmm terdengar ada yang lagi promosi nih.Marketing terselubung." celetuk mama Darrel.
Yang akhirnya memancing gelak tawa yang mendengarnya
"Iya iya paman, Darrel percaya daging sapi yang berasal dari perternakan paman memang paling top deh!" ucap Darrel sambil memberinya dua jempol untuk pamannya yang tersenyum bangga.
Darrel meraih gelas minumnya.Setelah meminum habis isinya.Darrel pun pamit.Ia menghampiri mamanya dan berbisik "Ma, Darrel ke ruangannya Cheryl dulu ya. Antar makanan buat dia." lalu ia pun mencium pipi mamanya.
"Daa semua. Aku balik dulu ya." lalu Darrel pun setengah berlari kembali ke ruangan Cheryl.
"Wahh Fan, sekarang sepertinya kamu mulai tersingkir. Sahabat kamu sekarang sudah punya patner yang selalu siaga." kelakar paman William.
Merekapun tertawa mendengar celetukan Wiliam.
Terdengar bunyi notifikasi masuk.Fany merogoh tasnya untuk melihat pesan masuk yang baru saja masuk ke ponselnya.
Betapa terkejutnya Fany saat mengetahui pesan masuk tersebut berasal dari Arka.
__ADS_1
"Hmm kak Arka, ada apa lagi nih?" pikir Fany
Ponsel Cheryl kenapa selalu off. Aku berusaha menghubunginya tapi tidak bisa. Dia baik-baik saja kan?
Fany membalas pesan masuk tersebut dan menjelaskan bahwa Cheryl dalam kondisi baik dan sudah berada di ruang perawatan umum.
Tidak berapa lama telepon dari Arka pun masuk ke ponsel Fany.
"Hallo Fan tolong share lokasi ya. Aku baru saja turun pesawat.Aku mau meluncur ke Rumah Sakit tempat Cheryl dirawat.Gak sabar mau nengok keponakan aku." ucap Arka di telepon.
"Apa? kakak disini? Bener kak?"
"Iya aku masih di Bandara ini." sahut Arka menjelaskan posisinya.
"Sebentar kak! Aku telepon balik lagi ya." pesan Fany.
"Itu Tante..., kak Arka. Pesawat kak Arka baru saja mendarat. Kak Arka masih di Bandara mau meluncur kesini. Ia tanya alamat Rumah Sakit ini." jelas Fany.
"Arka saudara kembarnya Bagas? Dia ada disini?" tanya mama Darrel.
"Iya Tante.Katanya mau nengok baby Satria." jelas Fany.
__ADS_1
"Will kamu dan Fany jemput Arka di Bandara ya, langsung kamu bawa kesini saja." perintah mama Darrel.
"Ok siap kak!"
"Yuk Fan kita keliling-keliling kota " paman William berdiri dan melangkah pergi menuju parkir mobil.
"Baik Paman." Fany mengambil ponselnya lalu menghubungi Arka dan memberitahunya kalau ia dan pamannya Darrel akan menjemputnya di Bandara.
"Kalau aku sudah sampai di Bandara aku hubungi kakak lagi " Fany pun mengakhiri hubungan teleponnya dengan Arka.
......................................
Dengan perasaan gelisah Arka menunggu kedatangan Fany.
Sambil menunggu, Arka melihat kembali foto keponakannya itu, dengan senyum terukir di bibirnya."Bayi yang sempurna.Matanya benar-benar mirip dengan Bagas.Hmm..., berarti mirip dengan ku dong.Jadi aku sangat pantas untuk menjadi ayahnya." batin Arka dalam hati.
"Bagas, andai kamu disini kamu pasti sangat bahagia. Memiliki seorang anak yang begitu lucu dan tampan. Aku yakin kamu bisa melihat kelahiran anakmu dari sana." gumam Arka lirih.
"Kak Arka!!" panggil Fany dari jauh.Fany berjalan cepat menuju tempat Arka menunggu.Diikuti paman William di belakangnya.
"Haii Fan!" Arka pun melambaikan tangan ke arah Fany.
__ADS_1
Setelah berkenalan dengan paman William, mereka bertiga pergi meninggalkan Bandara dan menuju ke Rumah Sakit tempat Cheryl dirawat.
.....................................